Doran GadgetTragedi hilangnya kapal selam Titanic milik perusahaan OceanGate pada pertengahan Juni 2023 membuat banyak orang penasaran. Terlebih lagi saat ditemukan beberapa hari kemudian, kapal sudah hancur karena meledak akibat tekanan yang tinggi dan lima penumpang di dalamnya dipastikan meninggal dunia.

Tragedi ini juga mengingatkan siapa saja bahwa misi dalam laut bukanlah hal yang sederhana dan berisiko tinggi. Oleh karena itu, penggunaan drone bawah air atau drone kapal selam menjadi opsi yang inovatif dan meminimalisir kerugian hingga korban nyawa. Seperti apa kecanggihan dan fakta menarik tentang drone kapal selam? Yuk, simak sampai tuntas, Sobat Doran!

Apa Itu Drone Kapal Selam?

drone bawah air
sc: Youtube/Thensis1997

Melansir dari laman Deep Treker, drone kapal selam mulai dikembangkan oleh lembaha penelitian maritim di Amerika Serikat sejak tahun 1950-an. Selama masa Perang Dingin, pengembangan ini berada dibawah kendali Angkatan Laut (US NAVY), terutama di era 1960-an. Cara kerja drone ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan drone udara, yakni dikendalikan melalui controller atau remote di permukaan laut atau daratan.

Barulah pada era 1970-an perusahaan teknologi dan perkapalan bekerjasama mengembangkan kapa tanpa awak ini. Puncaknya adalah di tahun 1985, seorang perwira US NAVY dan timnya yang bermana Robert Ballard menemukan bangkai kapal Titanic di dalam laut sekitar 400 mil dari pantai Newfoundland, Kanada. Misi penemuan tersebut memakan waktu 8 hari.

Setelah itu, perkembangan teknologi drone underwater semakin meningkat memasuki dekade 1990-an hingga 2000-an. Hingga kini, perangkat kecil tersebut banyak digunakan dalam berbagai misi. Baik untuk misi militer maupun aktivitas sipil.

Baca juga: 10 Merk Drone Terbaik di Dunia Sejauh Ini

Pemanfaatan Drone Bawah Air

drone bawah air (4)
sc: Rolling Stone

Seiring berjalannya waktu dan perkembangan teknologi, pemanfaatan drone kapal selam tidak hanya digunakan untuk kepentingan militer saja. Lebih dari itu, perangkat ini berjasa khususnya dalam bidang penelitian hingga misi pencarian dan penyelamatan (SAR).

1. Pemetaan dan Penelitian Biota Bawah Laut

Penggunaan yang cukup sering ialah untuk keperluan pemetaan dan penelitian biota bawah laut. Proses ini lebih efisien karena alat yang digunakan relatif kecil dan tidak terlalu mengganggu keberadaan ekosistem di bawah laut. Selain itu, lebih aman bagi para peneliti sebab mereka tidak perlu menyelam di kedalaman tertentu dan itu cukup membahayakan. Cukup dengan memantaunya dari drone secara realtime dan kumpulkan informasi yang diperlukan sebanyak mungkin dalam waktu singkat.

Baca juga: Kapan Drone Ditemukan? Ini Sejarah, Jenis, dan Harga Drone!

2. Inspeksi Bawah Laut

Berikutnya, drone kapal selama bisa digunakan dalam inspeksi bawah laut. Khususnya dalam industri pertambangan dan energi hingga perusahaan galangan kapal. Mulai dari memeriksa kerusakan pipa gas, kabel sambungan telekomunikasi dan kelistrikan bawah laut, serta mengecek kondisi bagian bawah kapal. Sehingga, kerusakan sekecil apapun dapat segera terpantau dan ditangani dengan cepat. Ini juga bisa meminimalisir kerugian dan biaya yang dikeluarkan.

3. Misi Pencarian dan Penyelamatan (SAR)

Drone bawah laut juga kompatibel dipasangi perangkat teknologi tambahan. Inilah yang membuatnya cocok untuk digunakan dalam misi SAR. Drone akan mengirimkan informasi secara cepat mengenai objek tertentu. Bahkan, beberapa drone dengan ukuran khusus bisa membawa muatan lebih banyak dibandingkan dengan manusia yang terbatas. Termasuk melakukan pencarian di kedalaman tertentu yang mungkin tidak bisa dijangkau oleh manusia.

4. Fotografi dan Videografi

Keindahan bawah laut kini menjadi objek bagi para content creator untuk menghasilkan konten yang keren. Memang, kebanyakan saat ini mereka merekam dan mengabadikan momen melalui kamera khusus seperti action cam. Namun, ini terbatas dan harus dioperasikan manual. Ketika menggunakan drone bawah laut, maka mereka bisa mengeksplorasi keindahan bawah laut lebih mendetail dan pengoperasian yang mudah. Hasilnya pun jadi lebih optimal berkat sensor kamera yang lebih bagus.

Baca juga: DJI Jadi Drone Kamikaze dalam Perang Rusia-Ukraina, Benarkah?

Teknologi Canggih yang Digunakan

drone bawah air (1)
sc: QYSEA

Selain dilengkapi dengan kamera dengan resolusi tinggi untuk pengambilan gambar bawah laut, drone bawah air juga dibekali sejumlah teknologi canggih. Salah satunya adalah dapat bermanuver hingga 360° di berbagai arah (omnidirectional). Kemampuan sensornya yang unggul juga membuatnya dapat diandalkan dalam berbagai misi di bawah laut. Adapun teknologi canggih pada drone kapal selam ini antara lain:

1. Dilengkapi Teknologi Sonar

Teknologi sonar biasanya dipasangkan pada kapal laut dengan misi khusus. Namun, kini teknologi tersebut juga dipasang pada drone bawah air. Misalnya saja teknologi Sonar Array System atau algoritma yang dapat menentukan distance lock, altitude lock, hingga pemindaian kontur bawah air atau laut. Fungsi dari algoritma sonar ini membantu pengoperasian lebih efisien dalam mengumpulkan informasi penting di bawah laut dan langsung menguncinya di posisi tersebut untuk mengambil gambar maupun video.

Baca juga: Amankah Menerbangkan Drone DJI Saat Hujan? Ini Jawabannya!

2. GPS Bawah Air dengan Akurasi Tinggi

Sama halnya dengan drone udara pada umumnya, drone bawah laut pun dilengkapi dengan sistem navigasi akurasi tinggi. Navigasi ini menggunakan sistem khusus yang dapat merekam objek dan mengirimkan sinyal ke remote atau sistem pengoperasian di atas laut secara realtime. Dimana sistem ini juga tangguh terhadap gangguan arus di bawah laut yang dalam sekalipun.

3. Material yang Tangguh dan Kokoh

Masalah yang sering dihadapi yang memiliki ruang ketika berada di dalam laut adalah ketahanan terhadap tekanan. Mengingat tekanan di dalam laut cukup tinggi, maka benda yang rapuh dan sedikit kerusakan pun bisa jadi masalah besar. Selain memiliki sertifikasi ketahanan air, drone kapal selam dibuat menggunakan material kokoh yang tahan terhadap kebocoran, sengatan listrik, dan ketahanan terhadap benturan dan goncangan untuk mencegah kerusakan fatal saat berada di kedalaman hingga 150 meter sekalipun.

4. Ketahanan Baterai Unggul

Ketangguhan lainnya dari drone bawah laut adalah ketahanan baterainya yang luar biasa. Dimana baterai ini terbuat dari bahan dan material khusus yang mampu digunakan dalam waktu yang lama. Jika biasanya drone udara memiliki ketahanan baterai maksimum 40 menit hingga 1 jam, maka untuk drone bawah air ini bisa lebih. Beberapa bahkan memiliki ketahanan hingga 3 jam penggunaan di kedalaman. Tentu, ini dapat menjangkau area lebih luas dan lebih lama saat mengumpulkan data.

Baca juga: Intip Bahaya Menerbangkan Drone di Atas Tebing

Beberapa Drone Bawah Laut yang Terkenal

drone bawah air (2)
sc: Boat International

Perkembangan teknologi untuk drone kapal bawah air telah dikembangkan. Khususnya oleh pabrikan yang memang berfokus untuk keperluan tersebut. Di dunia, ada beberapa merek yang cukup terkenal memiliki kecanggihan teknologi drone bawah laut. Di antaranya adalah:

  • QYSEA Fifish Pro W6
  • QYSEA Fifish V6
  • PowerVision PowerRay
  • PowerVision PowerDolphin
  • Chasing Innovation Gladius Mini
  • ThorRobotics King Crab 100X
  • YouCan Robot BW Space Pro 4K
  • Chasing M2
  • Geneinno S2
  • IBUBLE
  • NEMO

Baca juga: Wajib Tahu, Ini 5 Aturan Penggunaan Drone di Indonesia!

Penutup

drone bawah air (3)
sc: Gizmodo Australia

Bagaimana Sobat Doran, menarik bukan fakta mengenai drone bawah air atau yang sering disebut drone kapal selam ini? Dengan teknologi canggih yang dimilikinya, tentu keberadaan drone tersebut dapat membantu penelitian hingga misi SAR di area yang sulit dijangkau sekalipun.

Cari tahu informasi lebih lanjut tentang teknologi drone terbaru di Doran Gadget dengan berkonsultasi bersama CS kami via WhatsApp di sini. Kami juga menyediakan drone terbaik untuk berbagai keperluan perusahaan Anda mulai dari drone pertambangan, drone pertanian, drone konstruksi dan infrastruktur, hingga drone untuk fotografi dan videografi.

Artikel terkait:

>