Doran GadgetPerkembangan teknologi pertanian membuat aktivitas agraria semakin mudah. Salah satunya adalah penyemprotan dan pemupukan area lahan menggunakan drone sprayer. Penggunaan drone penyemprot telah memberikan inovasi baru dalam dunia pertanian. Dibalik keberadaannya, drone semprot memiliki sejumlah fakta penting yang perlu diketahui. Apa saja? Simak ulasannya sampai tuntas di artikel kali ini

Apa Itu Drone Sprayer?

Drone pertanian, Harga drone pertanian, Fungsi drone pertanian, Drone pertanian DJI, DJI Agras (3)
sc: Halo Robotics

Drone sprayer atau dikenal pula dengan drone penyemprot merupakan drone yang dirancang khusus untuk fungsi pertanian, khususnya penyemprotan lahan. Baik itu penyemprotan pestisida, pupuk, maupun zat kimia lainnya. Beda dengan untuk fotografi, videografi, dan konsumen, drone penyemprot memiliki bentuk dan ukuran lebih besar.

Berkat desain khusus dan ukuran lebih besar, drone ini dilengkapi dengan tangki yang berkapasitas mulai dari 20 liter hingga 40 liter. Di samping itu, drone semprot memiliki sistem pemompaan yang efisien. Termasuk nozzle yang bisa diatur agar semprotan merata ke seluruh area dan akurat.

Baca juga: 7 Rekomendasi Drone Pertanian DJI untuk Aktivitas Agraria

Fakta tentang Drone Sprayer

Berikut fakta-fakta menarik tentang drone penyemprotan yang perlu untuk Anda ketahui:

1. Drone Penyemprot Lebih Hemat Cairan Pestisida

sc: Radaris

Seringkali, penyemprotan dengan cara tradisional tidak akurat dan membuat cairan pupuk atau pestisida menjadi tidak tepat sasaran. Akibatnya adalah, sebagian dari cairan pestisida ini akan terbuang secara percuma.

Efek buruknya adalah dapat mencemari lingkungan dan pengeluaran untuk pestisida menjadi lebih tinggi. Berbeda ketika menggunakan drone semprot. Drone ini dilengkapi dengan sistem navigasi dan sensor yang canggih yang lebih fokus melakukan penyemprotan ke area tertentu.

Baca juga: Spesifikasi DJI Agras T20: Pilihan Tepat untuk Modernisasi Pertanian

2. Menggunakan Algoritma Khusus untuk Penyemprotan

sc: Talos Drones

Mengangkut cairan dalam jumlah besar dan memiliki sifat kimia, tentu berbeda dengan drone dengan payload kamera. Dalam hal ini, drone memiliki algoritma khusus untuk menentukan cairan yang disemprotkan di area tertentu selama beroperasi dan terbang di udara.

Misalnya saja pada drone DJI Agras T20 yang dilengkapi dengan fitur Spreading System 2.0. Dimana drone dapat menyemprot area sekitar 12 hektar per jam dengan cakupannya area sekali semprot sekitar 6.5 meter dengan kecepatan 6.5 meter/detik. Bahkan, hal itu diklaim mampu 70 kali lebih cepat dibandingkan penyemprotan manual.

3. Jepang Negara Pengguna Drone Sprayer Terbesar

Drone pertanian, Harga drone pertanian, Fungsi drone pertanian, Drone pertanian DJI, DJI Agras
sc: Shutterstock

Tahukah Anda jika Jepang merupakan negara dengan pengguna drone penyemprotan pestisida dan drone penyemprotan tertinggi? Hal itu membuat Jepang sebagai salah satu kiblat pertanian modern. Pengaplikasian drone semprot di negara ini berkembang pesat di tahun 2016 dan 2018.

Bahkan area yang disemprot menggunakan drone meningkat 45 kali lipat dan terdapat lebih dari 1500 drone yang terdaftar untuk pertanian. Penggunaan ini juga tidak terlepas dari area pertanian terbatas dan tenaga untuk sektor pertanian tradisional tidak begitu banyak. Jadi, drone menjadi alternatifnya.

Baca juga: Wajib Tahu, Ini 5 Aturan Penggunaan Drone di Indonesia

4. Drone Penyemprot Mengurangi Risiko Kesehatan Petani

sc: Digital Agro

Penggunaan drone semprot juga dapat mengurangi risiko kesehatan bagi para petani. Metode semprot pestisida tradisional secara manual membuat petani melakukan kontak langsung dengan bahan kimia berbahaya. Dengan drone penyemprot pestisida, petani bisa menjaga jarak aman dari paparan langsung bahan kimia.

Di samping itu, drone penyemprotan tanaman meminimalisir risiko kecelakaan. Khususnya saat menyemprot area lereng curam yang rawan membuat petani terjatuh atau cedera. Hal ini karena petani mengendalikan drone dari jauh tanpa harus berada pada area lereng curam untuk melakukan penyemprotan.

5. Pemetaan Lahan Lebih Akurat

sc: Researchgate

Selain digunakan untuk penyemprotan, drone sprayer juga bisa digunakan untuk pemetaan lahan pertanian secara akurat. Tidak jarang pada drone terpasang kamera termal maupun kamera multispektral. Dimana kedua kamera tersebut digunakan untuk mengumpulkan data gambar di area pertanian.

Nantinya, data tersebut dianalisis untuk mengidentifikasi masalah yang ada. Misalnya saja analisis penyakit pada tanaman, kekurangan nutrisi, hingga irigasi yang tak efisien. Adanya hasil analisis ini nantinya dapat menentukan area mana yang mendapatkan penyemprotan terlebih dahulu atau intensif.

Baca juga: Manfaat Pencitraan Multispektral dalam Pertanian Menggunakan Drone

Kesimpulan

Drone pertanian, Harga drone pertanian, Fungsi drone pertanian, Drone pertanian DJI, DJI Agras (1)
sc: Pixabay

Dari ulasan di atas dapat disimpulkan jika drone sprayer atau drone penyemprot memberikan manfaat besar bagi pertanian modern. Tidak hanya bagi lahan pertanian, tetapi juga yang terpenting adalah manfaat bagi petani. Terutama untuk pertanian dengan area luas.

Untuk mendapatkan drone Anda bisa membelinya di Doran Gadget. Sebagai mitra resmi DJI Agriculture di Indonesia, kami menjual drone sprayer terbaik dari DJI. Semua produk yang kami jual merupakan barang original dengan garansi resmi pabrikan.  Informasi lebih lanjut mengenai pengadaan produk dan konsultasi, Anda bisa hubungi CS kami via WhatsApp di sini.

Artikel terkait:

×