Doran Gadget – ChatGPT menjadi salah satu AI yang sangat populer saat ini khususnya dikalangan pekerja karena kemampuannya yang luar biasa dan mampu mempermudah pekerjaan banyak orang. Nah, bagi Anda yang belum tahu apa itu ChatGPT, artikel kali ini akan membahas lengkap seputar ChatGPT hingga rumor terbarunya!Â
Apa Itu Chat GPT?

Chat GPT merupakan singkatan dari Chat Generative Pre-trained Transformer. Chat GPT adalah teknologi Artificial Intelligence (AI) yang dirancang untuk menguasai bahasa alami. Teknologi ini dikembangkan oleh OpenAI, dan menjadi salah satu teknologi AI terbaru yang sangat berguna untuk membantu memproses teks dan bahasa alami.
Sebagai sistem AI, Chat GPT dirancang untuk belajar dari pola bahasa manusia dan menggunakan pemahaman bahasa tersebut untuk menghasilkan teks yang mirip dengan bahasa manusia. Sehingga, Chat GPT dapat digunakan untuk memfasilitasi interaksi antara manusia dan mesin melalui percakapan bahasa alami.
Dalam perkembangannya, Chat GPT telah digunakan dalam berbagai aplikasi AI, seperti chatbot, asisten virtual, dan analisis teks. Mesin yang dilengkapi dengan Chat GPT dapat mengerti dan memproses bahasa manusia yang digunakan dalam percakapan, sehingga dapat memahami pertanyaan, perintah, dan permintaan yang diberikan oleh pengguna.
Siapa Pengembang ChatGPT?Â

ChatGPT dikembangkan oleh OpenAI, sebuah perusahaan teknologi yang berfokus pada penelitian dan pengembangan kecerdasan buatan (AI). OpenAI didirikan pada tahun 2015 oleh sekelompok teknolog dan tokoh terkemuka seperti Elon Musk, Sam Altman, Greg Brockman, Ilya Sutskever, John Schulman, dan beberapa lainnya. Tujuan dari OpenAI adalah untuk menciptakan AI yang lebih canggih dan aman sehingga dapat memberikan manfaat bagi manusia secara luas.
Baca juga: 7 Awesome AI Websites That You Need To Know Deeper!
Bagaimana Cara Kerja Chat GPT?Â

Chat GPT bekerja dengan cara melatih model AI untuk memahami pola bahasa manusia menggunakan teknologi NLP atau Natural Language Processing Data untuk melatih model AI satu ini dengan data yang diperoleh dari berbagai sumber, seperti tulisan di internet, buku, artikel, dan dokumen lain yang berisi bahasa manusia. Dalam proses pelatihan, Chat GPT akan mempelajari struktur bahasa manusia, kata-kata yang digunakan, dan makna di balik setiap kalimat yang diberikan.
Ketika pengguna memasukkan input ke dalam Chat GPT, model akan memproses input tersebut dan mencoba untuk memahami maksud dari input tersebut. Berdasarkan pemahaman tersebut, model akan menghasilkan jawaban yang dihasilkan secara otomatis dan menampilkan jawaban tersebut ke pengguna.
Secara keseluruhan, Chat GPT bekerja dengan mengombinasikan teknologi NLP dan kecerdasan buatan yang canggih untuk memproses input pengguna dan menghasilkan output yang sesuai dengan permintaan pengguna. Teknologi ini terus berkembang dan meningkatkan kemampuannya untuk memahami bahasa manusia secara lebih baik dan menghasilkan jawaban yang semakin akurat dan relevan.
Proses pelatihan yang dilakukan memungkinkan Chat GPT untuk menghasilkan teks dengan gaya dan format yang mirip dengan bahasa manusia. Chat GPT digunakan untuk berbagai tujuan, termasuk chatbot, penerjemah otomatis, dan penulis otomatis. Chat GPT juga sering digunakan untuk menghasilkan teks untuk situs web dan aplikasi yang membutuhkan konten yang unik dan bermanfaat.
Kelebihan Chat GPTÂ

OpenAI terus melakukan penelitian dan pengembangan terhadap teknologi ini. Mereka terus memperbaiki dan meningkatkan model Chat GPT dengan menggunakan data yang lebih besar dan lebih berkualitas serta teknik-teknik pembelajaran mesin terbaru. Berikut ini adalah kelebihan dari Chat GPT
- Kemampuan untuk menghasilkan teks yang berkualitas tinggi: GPT dapat menghasilkan teks yang sulit dibedakan dari yang ditulis oleh manusia, dan bahkan dapat melebihi kualitas yang dihasilkan oleh sebagian besar penulis.
- Menggunakan GPT, penulisan teks dapat dilakukan dengan cepat dan efisien, menghemat waktu dan biaya dalam proses produksi konten.
- Kemampuan untuk menghasilkan teks dalam jumlah besar dan alam waktu yang singkat, GPT dapat menghasilkan jumlah teks yang sangat besar dengan kualitas yang konsisten.
- Dengan dilatih menggunakan dataset yang lebih besar dan lebih beragam, GPT dapat terus berkembang dan meningkatkan kualitas teks yang dihasilkan. Sehingga pembaruan informasi akan terus berlangsung yang membuat GPT semakin berkembang dengan kemampuan terbarunya.
- GPT dapat digunakan untuk menghasilkan konten yang diadaptasi untuk audiens tertentu berdasarkan preferensi dan perilaku mereka. Sehingga potensi untuk menghasilkan konten yang personalisasi sangat mungkin dilakukan.
- Dengan menggunakan GPT, perusahaan dapat meningkatkan pengalaman pengguna dengan menghasilkan teks yang relevan dan menarik untuk audiens mereka.
- Dalam jangka panjang, penggunaan GPT dapat mengurangi ketergantungan pada penulis manusia dalam proses produksi konten. Meskipun begitu untuk mengoperasikan GPT dan memberi perintah kepada program satu ini masih membutuhkan tenaga manusia.
Kekurangan Chat GPT

Karena Chat GPT dibangun berdasarkan data yang dikumpulkan dari internet, model dapat menyerap dan mereproduksi bias yang ada dalam data tersebut. Hal ini dapat menyebabkan teks yang dihasilkan oleh Chat GPT menjadi diskriminatif atau mengandung stereotip yang tidak sehat. Berikut ini adalah kekurangan dari Chat GPT:Â
- Chat GPT memiliki akses ke berbagai sumber data, namun ia hanya dapat memproses informasi yang sudah ada dalam database-nya. Jika ada informasi baru yang belum ada di dalam database, GPT tidak akan dapat memprosesnya. Sehingga adanya keterbatasan pengetahuan. Bahkan di versi terakhir untuk Chat GPT free data yang diambil terbatas di tahun 2021 saja.
- GPT memang dapat menyelesaikan tugas tertentu dengan baik, namun ia masih memiliki keterbatasan dalam menganalisis konteks secara menyeluruh. Sehingga, hasil yang dihasilkan oleh GPT bisa jadi kurang tepat atau kurang sesuai dengan harapan.
- Kemudian yang paling disayangkan adalah Chat GPT hanya dapat menghasilkan teks yang sudah ada dalam database-nya dan tidak memiliki kemampuan untuk menghasilkan konten yang benar-benar baru atau orisinil. Sehingga, meskipun GPT dapat membantu dalam menghasilkan konten, namun hasil yang dihasilkan tidak akan 100% orisinil.
- GPT sangat bergantung pada data yang digunakan dalam pengembangannya. Jika data yang digunakan kurang variatif atau tidak cukup representatif, maka kualitas hasil yang dihasilkan oleh GPT juga akan terpengaruh. Bahkan terkadang GPT dapat memberikan hasil yang kurang tepat atau salah dalam beberapa kasus ketika perintah yang diberikan tidak sempurna.
Baca juga: JETE Indonesia Resmi Luncurkan Aplikasi JETE Connect
Cara Menggunakan Chat GPTÂ

Setelah mengetahui pengertian, kekurangan, dan kelebihan dari ChatGPT, berikut ini adalah langkah menggunakan ChatGPT yang bisa Anda ikuti.Â
- Kunjungi situs web atau aplikasi yang menyediakan ChatGPT, seperti OpenAI, Hugging Face, atau Botpress.
- Ketikkan atau salin dan tempel teks yang ingin Anda gunakan sebagai input.
- Chat GPT akan menghasilkan respons yang relevan dan sesuai dengan teks input Anda.
- Anda dapat memilih untuk memodifikasi atau menambahkan input untuk menghasilkan respons yang lebih spesifik atau akurat.
- Lanjutkan proses tersebut sampai Anda merasa puas dengan hasil akhir.
Selain itu, Anda juga bisa menggunakan Chat GPT melalui aplikasi pesan instan, situs web, atau aplikasi pihak ketiga yang menggunakan teknologi ini. Contoh aplikasi yang menggunakan Chat GPT adalah aplikasi perpesanan seperti Facebook Messenger, WhatsApp, dan Telegram, serta asisten virtual seperti Google Assistant dan Amazon Alexa.
Untuk menggunakan Chat GPT, Anda perlu memastikan bahwa Anda memiliki koneksi internet yang stabil dan memahami batasan serta keterbatasan dari teknologi ini. Chat GPT masih belum sepenuhnya sempurna dan dapat menghasilkan respons yang tidak selalu sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu, disarankan untuk menggunakan teknologi ini dengan hati-hati dan memeriksa ulang respons yang dihasilkan untuk memastikan keakuratannya.
Perbedaan Chat GPT 1, Chat GPT 2, dan Chat GPT 3
Sebenarnya saat ini Chat GPT sudah berada di tahap Chat GPT 4 yang baru saja rilis pada Maret 2023 ini. Bahkan rumor chatGPT-5 kabarnya akan rilis pada akhir tahun ini. Sebelum membahas ke GPT-4 dan GPT-5, berikut ini perbedaan Chat GPT dari generasi pertama hingga ketiga.Â
| Perbandingan | GPT-1 | GPT-2 | GPT-3 |
| Jumlah parameter | 117 juta | 1,5 miliar | 175 miliar |
| Kemampuan bahasa | Terbatas | Lebih baik dari GPT-1 | Sangat baik |
| Ukuran konteks | 512 token | 1024 token | 2048 token |
| Kemampuan menghasilkan teks baru | Terbatas | Lebih baik dari GPT-1 | Sangat baik |
| Kemampuan analisis teks | Terbatas | Lebih baik dari GPT-1 | Sangat baik |
| Kemampuan pemrosesan paralel | Tidak memiliki | Tidak memiliki | Memiliki kemampuan pemrosesan paralel |
| Waktu latensi (delay) | Cepat | Sedang | Lebih cepat dari GPT-2 |
| Sumber daya (resource) | Dapat dijalankan pada perangkat dengan sumber daya terbatas | Memerlukan sumber daya yang lebih besar dari GPT-1 | Memerlukan sumber daya yang lebih besar dari GPT-2 |
Baca juga: Spesifikasi Insta360 Flow: Gimbal Canggih dengan Dukungan AI
Apa yang Baru di Chat GPT-4?Â

GPT-4 resmi diperkenalkan oleh OpenAi pada 14 Maret 2023 kemarin dan mengklaim versi terbaru ini lebih pintar dibanding sebelum-sebelumnya. Lalu apa saja yang baru di GPT-4 ini? Berikut penjelasan lengkapnya!Â
1. Respon yang Lebih AmanÂ
Meskipun masih memiliki potensi memberikan informasi yang tidak akurat, namun OpenAI telah melbatkan berbagai ahli untuk memberikan masukan dan melatih GPT-4 untuk menolak perintah berbahaya dan memberikan respaon yang lebih aman. Melalui proses latihan tersebut, pengembang mengkalim GP-4 dapat menurunkan kecenderungan untuk merespon perintah berbahaya hingga 82% dibanding GPT3.5.Â
2. Mampu Mendeteksi Gambar
Sebelumnya, GPT tidak bisa mendeteksi gambar karena hanya merupakan model language sehingga hanya dapat menjelaskan teks saja. Namun di versi terbaru ini, GPT-4 dapat mendeteksi dan menjelaskan data dari sebuah gambar tentunya dengan penjelasan yang lengkap bila perintah dalam format teks yang disertakan juga rinci.Â
3. Pemahaman Lebih BaikÂ
Melalui uji coba yang dilakukan, GPT-4 tercatat mampu mengungguli language model alin dan lainnya dalam 24 bahasa sehingga pemahaman bahasa yang diberikan juga lebih baik terutama dalam bahasa Inggris.Â
Di versi terbaru ini ChatGPT mampu memuat percakapan hingga maksimal 25.000 kata yang delapan kali lebih banyak dibanding sebelumnya. Sehingga respon yang diberikan juga lebih ekspresif. Gaya merespon juga dapat diatur sesuai keinginan pengguna.Â
Itulah beberapa kelebihan Chat GPT-4, belum lagi dibandingkan GPT-3 yang memiliki parameter 175 miliar, parameter yang dimiliki GPT-4 mencapai 100 triliun.Â
Apa Saja yang Baru di Update ChatGPT GPT-5?

Kehadiran GPT-5 menjadi salah satu pembaruan besar yang dibawa OpenAI ke ChatGPT. Setelah sebelumnya sempat ramai sebagai rumor, GPT-5 akhirnya diperkenalkan dengan sejumlah peningkatan yang membuat pengalaman menggunakan ChatGPT terasa lebih pintar, cepat, dan fleksibel untuk berbagai kebutuhan.
Tidak hanya sekadar meningkatkan kemampuan menjawab pertanyaan, GPT-5 juga dikembangkan agar mampu memahami konteks dengan lebih baik, melakukan reasoning secara lebih mendalam, membantu pekerjaan coding, hingga menangani berbagai tugas yang terdiri dari banyak tahapan. Lantas, apa saja yang baru di update ChatGPT GPT-5? Simak ulasannya berikut ini.
Sistem yang Lebih Pintar dalam Menjawab Pertanyaan
Salah satu perubahan utama pada GPT-5 adalah cara sistem menentukan bagaimana sebuah pertanyaan harus dijawab. ChatGPT kini dapat menyesuaikan prosesnya berdasarkan tingkat kesulitan dari instruksi yang diberikan pengguna.
Untuk pertanyaan sederhana, sistem dapat memberikan jawaban secara lebih cepat. Sementara itu, ketika menghadapi masalah yang membutuhkan analisis atau penalaran lebih dalam, GPT-5 dapat menggunakan kemampuan reasoning untuk menghasilkan jawaban yang lebih terstruktur.
Dengan sistem seperti ini, pengguna tidak harus selalu memikirkan model mana yang paling tepat untuk digunakan. ChatGPT dapat menyesuaikan prosesnya secara otomatis berdasarkan kebutuhan.
Kemampuan Reasoning Semakin Mendalam
GPT-5 juga membawa peningkatan pada kemampuan reasoning atau penalaran. Fitur ini memungkinkan ChatGPT menangani persoalan yang membutuhkan beberapa tahap analisis sebelum memberikan jawaban.
Kemampuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, seperti membuat strategi, memecahkan soal, menganalisis informasi, menyusun perencanaan, hingga membantu pekerjaan yang membutuhkan pemikiran lebih kompleks.
Dengan reasoning yang lebih matang, ChatGPT tidak hanya sekadar memberikan jawaban berdasarkan pola informasi, tetapi juga dapat membantu pengguna memahami suatu masalah secara lebih terstruktur.
Jawaban Lebih Akurat dan Sesuai Konteks
Peningkatan lainnya terdapat pada kualitas jawaban yang diberikan. GPT-5 dirancang agar lebih baik dalam memahami maksud pengguna dan mengikuti instruksi yang diberikan.
Hal ini membuat respons yang dihasilkan lebih relevan dengan konteks percakapan. Misalnya, ketika pengguna memberikan beberapa instruksi sekaligus, GPT-5 dapat lebih baik dalam mempertahankan detail dan menyesuaikan jawabannya dengan kebutuhan tersebut.
Selain itu, OpenAI juga terus meningkatkan kemampuan model dalam mengurangi kemungkinan memberikan informasi yang tidak akurat. Dengan begitu, hasil respons diharapkan menjadi lebih dapat diandalkan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari.
Kemampuan Coding Lebih Mumpuni
Bagi pengguna yang sering memanfaatkan ChatGPT untuk kebutuhan programming, GPT-5 juga membawa peningkatan yang cukup signifikan.
Model ini dapat membantu membuat kode, memperbaiki bug, memahami struktur program, hingga memberikan saran terkait pengembangan aplikasi. Kemampuan dalam memahami instruksi coding juga semakin baik, sehingga pengguna dapat memberikan perintah dalam bahasa yang lebih natural.
Tidak hanya untuk programmer profesional, fitur ini juga dapat membantu pengguna pemula yang ingin belajar coding atau mencoba membuat proyek sederhana dengan bantuan AI.
Lebih Baik untuk Menulis dan Membuat Konten
Selain coding, GPT-5 juga semakin baik dalam membantu pekerjaan yang berkaitan dengan penulisan. Pengguna dapat memanfaatkannya untuk membuat artikel, email, caption media sosial, rangkuman, ide konten, hingga menyusun berbagai jenis tulisan lainnya.
Kemampuan memahami gaya bahasa dan konteks membuat hasil tulisan dapat disesuaikan dengan audiens tertentu. Misalnya, pengguna dapat meminta gaya bahasa formal, santai, profesional, atau lebih persuasif sesuai kebutuhan.
Peningkatan ini membuat ChatGPT semakin fleksibel digunakan oleh content writer, marketer, pelajar, maupun pengguna yang membutuhkan bantuan dalam menyusun tulisan.
Pemahaman Multimodal Semakin Baik
GPT-5 juga membawa peningkatan pada kemampuan multimodal. Artinya, ChatGPT tidak hanya dapat memproses teks, tetapi juga dapat memahami berbagai bentuk informasi lainnya seperti gambar, screenshot, grafik, hingga dokumen.
Pengguna dapat mengunggah sebuah gambar atau file kemudian meminta ChatGPT untuk menganalisis informasi yang ada di dalamnya. Kemampuan ini dapat digunakan untuk memahami grafik, membaca dokumen, mengevaluasi desain, maupun mencari informasi dari sebuah screenshot.
Dengan dukungan multimodal yang lebih matang, penggunaan ChatGPT pun menjadi lebih luas dan tidak terbatas pada percakapan berbasis teks saja.
Tersedia Mode Auto, Fast, dan Thinking
Dalam penggunaan GPT-5, ChatGPT juga menghadirkan pilihan mode yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Beberapa pilihan tersebut di antaranya Auto, Fast, dan Thinking.
Mode Auto memungkinkan ChatGPT menentukan sendiri cara terbaik untuk memberikan jawaban berdasarkan tingkat kesulitan pertanyaan. Sementara itu, mode Fast lebih mengutamakan kecepatan respons untuk pertanyaan yang tidak membutuhkan proses analisis panjang.
Sedangkan mode Thinking dapat digunakan untuk tugas yang membutuhkan reasoning lebih dalam, seperti analisis, coding, perhitungan, atau pemecahan masalah yang cukup kompleks.
Pilihan ini membuat pengguna memiliki kontrol yang lebih fleksibel dalam menentukan bagaimana ChatGPT menangani setiap instruksi.
GPT-5 Membuat ChatGPT Semakin Fleksibel
Kehadiran GPT-5 menunjukkan bahwa perkembangan ChatGPT tidak hanya berfokus pada kemampuan menjawab pertanyaan. OpenAI juga terus meningkatkan kemampuan AI dalam memahami konteks, melakukan reasoning, mengolah berbagai jenis informasi, hingga membantu menyelesaikan tugas yang lebih kompleks.
Dengan berbagai pembaruan tersebut, ChatGPT kini dapat digunakan untuk lebih banyak kebutuhan, mulai dari mencari informasi, membuat konten, melakukan riset, coding, menganalisis data, hingga membantu aktivitas profesional sehari-hari.
Bagi pengguna yang sebelumnya sudah terbiasa menggunakan ChatGPT, update GPT-5 menawarkan pengalaman yang lebih praktis karena sistem dapat menyesuaikan cara menjawab berdasarkan kebutuhan. Hal ini membuat ChatGPT semakin berkembang dari sekadar chatbot menjadi asisten AI yang lebih serbaguna.
Baca juga: Apa itu Google Bard: Pengertian, Kelebihan Hingga Cara Pakainya
Alternatif Chat GPTÂ
Saat ini, ada beberapa alternatif selain ChatGPT untuk AI copywriter atau penulis. Beberapa alternatif yang dapat Anda pertimbangkan antara lain:
1. OpenAI Codex

OpenAI mengembangkan Codex sebagai platform AI baru untuk membantu pengembang membuat kode dan teks. Codex memanfaatkan teknologi pemrosesan bahasa alami (NLP) serta pemahaman konteks untuk memahami maksud pengembang. Selanjutnya, platform ini dapat menghasilkan kode atau teks sesuai dengan instruksi yang diberikan.
2. Copysmith

Copysmith adalah platform yang dirancang khusus untuk penulisan konten pemasaran. Copysmith menggunakan teknologi NLP dan machine learning untuk menghasilkan teks pemasaran yang berkualitas tinggi, termasuk iklan, deskripsi produk, dan banyak lagi.
3. Writesonic

Writesonic menyediakan berbagai fitur untuk membantu dalam penulisan, termasuk pembuatan judul, penjelasan, dan artikel blog. Writesonic juga menyediakan opsi untuk memasukkan target pasar dan gaya penulisan untuk menghasilkan konten yang lebih relevan.
4. Copy.ai

Copy.ai adalah platform AI yang membantu dalam menulis teks pemasaran seperti tagline, deskripsi produk, dan banyak lagi. Copy.ai juga memiliki fitur untuk menghasilkan teks yang sesuai dengan target pasar dan menyesuaikan bahasa dan gaya penulisan.
5. JarvisAI

Jarvis AI adalah platform AI yang memungkinkan penggunanya untuk menulis dengan mudah dan cepat, mulai dari artikel, email, hingga iklan dengan menggunakan AI dan teknologi NLP. Jarvis AI juga memiliki berbagai fitur yang dapat membantu dalam menulis, seperti penyesuaian suara dan gaya tulisan, serta kemampuan untuk melakukan penelitian dan memasukkan referensi dengan mudah. Meskipun belum sepopuler Chat GPT, Jarvis AI terus berkembang dan banyak digunakan oleh perusahaan dan individu di seluruh dunia.
Baca juga: 10+ Aplikasi Edit Video Populer di HP 2023
Penutup
Itulah mengenal seputar apa itu Chat GPT secara lengkap mulai dari pengertian, kelebihan, kekurangan, perbedaan, apa yang baru, hingga rumor mengenai GPT terbaru. Bila digunakan dengan benar, ChatGPT mampu membantu keperluan sehari-hari untuk mencari informasi atau melakukan pekerjaan. Selamat mencoba!























































