Daftar Taman Nasional di Indonesia

Doran Gadget – Indonesia dianugerahi dengan kekayaan alam yang luar biasa, termasuk berbagai taman nasional yang menawarkan keindahan alam yang memukau dan keanekaragaman hayati yang menakjubkan. Taman nasional di Indonesia merupakan tempat yang tepat untuk menjelajahi hutan hujan tropis yang lebat, gunung berapi yang menjulang tinggi, danau yang jernih, dan pantai yang indah.

Daftar Taman Nasional 

Wana wisata, atau wisata alam, merupakan pilihan tepat bagi Anda yang ingin merasakan ketenangan dan keindahan alam di tengah kesibukan. Berada di tengah pepohonan rindang, menghirup udara segar, dan menikmati suara alam dapat memberikan efek positif bagi kesehatan mental dan fisik. Menjelajahi Taman Nasional bisa jadi sebuah pilihan. Nah, berikut ini beberapa taman nasional di Indonesia yang wajib Anda ketahui. 

1. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru 

sc: Indonesia.Travel

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru adalah taman nasional di Jawa Timur yang terkenal dengan Gunung Bromo dan Gunung Semeru. Taman nasional ini memiliki luas 50.276,2 hektare dan dihuni oleh suku Tengger. Sejarah taman nasional ini mencakup transformasi dari kawasan hutan cagar alam dan hutan wisata menjadi tempat konservasi alam yang diresmikan pada 1992.

Taman ini merupakan gabungan dari beberapa kawasan, termasuk Cagar Alam Laut Pasir Tengger, Cagar Alam Laut Ranu Kumbolo, Cagar Alam Ranu Pani-Ranu Regulo, Taman Wisata Ranu Darunan, dan Taman Wisata Tengger Laut Pasir. Taman nasional ini juga memiliki kekayaan flora dan fauna yang luar biasa, termasuk tumbuhan seperti cemara gunung, jamuju, edelweis, dan berbagai jenis anggrek.

Satwa yang hidup di sini meliputi luwak, rusa, monyet kra, kijang, macan tutul, dan berbagai jenis burung. Pengunjung dapat menikmati keindahan lautan pasir, mendaki gunung, dan mempelajari budaya suku Tengger. Pada tahun 2023, sebagian dari taman nasional mengalami kebakaran, namun api berhasil dipadamkan.

2. Taman Nasional Way Kambas

Taman Nasional Way Kambas
sc: mururoar

Taman Nasional Way Kambas di Lampung terkenal sebagai kawasan konservasi Gajah Sumatra. Didirikan pada tahun 1985, taman nasional ini menjadi sekolah gajah pertama di Indonesia dan diharapkan mampu menjadi pusat konservasi gajah. Dengan luas 1.300 km², TNWK bertujuan melindungi dan melestarikan Gajah Sumatra, dengan tambahan fokus pada International Rhino Foundation untuk pelestarian badak yang terancam punah

TNWK menawarkan ekosistem beragam, termasuk hutan hujan dataran rendah, riparian, hutan pantai, dan hutan mangrove. Dikenal sebagai kawasan pelestarian alam yang kaya, TNWK mendukung berbagai spesies langka seperti Badak Sumatera, Harimau Sumatera, berbagai jenis primata, dan burung eksotis. Taman Nasional Way Kambas ditetapkan sebagai Taman Warisan ASEAN ke-4 di Indonesia. Penetapan ini menjadikan TNWK sebagai Taman Warisan ASEAN ke-4 di Indonesia atau ke-36 di Asia Tenggara.

Baca juga: 10 Rekomendasi Tempat Wisata Terbaik di Jakarta

3. Taman Nasional Komodo

sc: viator

Taman Nasional Komodo terletak di Indonesia dan merupakan rumah bagi komodo, kadal terbesar di dunia. Taman ini juga merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO dan terkenal dengan keindahan alamnya yang luar biasa. Taman Nasional Komodo, terletak di Provinsi Nusa Tenggara Timur, mencakup tiga pulau utama: Komodo, Rinca, dan Padar, serta beberapa pulau kecil lainnya.

Dengan luas total 1.817 km², termasuk 603 km² wilayah daratnya, taman nasional ini didirikan pada tahun 1980 untuk melindungi komodo dan ekosistemnya. Taman ini menawarkan keanekaragaman hayati yang luar biasa, termasuk 277 spesies hewan, 253 spesies karang, dan 1.000 spesies ikan di perairannya yang menarik minat wisatawan untuk menyelam. Pengunjung taman nasional dapat menikmati berbagai aktivitas, termasuk trekking, snorkeling, dan diving.

Ada juga sejumlah pusat wisata di taman, di mana pengunjung dapat mempelajari lebih lanjut tentang komodo dan habitatnya. Di samping melibatkan masyarakat dalam pelestarian, taman ini juga memiliki sejarah pengelolaan yang panjang, dimulai pada tahun 1938. Dengan kekayaan flora dan fauna, termasuk biawak komodo, serta daya tarik alam dan kebudayaannya, Taman Nasional Komodo terus memikat pengunjung sebagai destinasi wisata unik di Indonesia.

4. Taman Nasional Ujung Kulon

sc: liputan6

Taman Nasional Ujung Kulon terletak di Semenanjung Ujung Kulon, bagian paling barat di Pulau Jawa, Indonesia. Kawasan ini awalnya mencakup Krakatau dan beberapa pulau kecil di sekitarnya seperti Handeuleum, Peucang, dan Panaitan. Dengan luas sekitar 122.956 Ha (443 km² laut), taman nasional ini melibatkan tanah genting Semenanjung Ujung Kulon hingga Samudra Hindia.

Ujung Kulon, diresmikan sebagai Warisan Dunia UNESCO pada 1991, merupakan taman nasional tertua di Indonesia. Awalnya merupakan daerah pertanian, tetapi setelah letusan Gunung Krakatau pada 1883, kawasan ini berubah kembali menjadi hutan. Kawasan ini memiliki tiga tipe ekosistem: daratan, perairan laut dengan terumbu karang, dan pesisir pantai dengan hutan mangrove.

Flora di taman nasional ini mencakup berbagai formasi hutan, termasuk hutan pantai, hutan mangrove, dan hutan hujan tropika dataran rendah. Fauna Ujung Kulon termasuk badak Jawa yang langka, owa Jawa, surili, dan anjing hutan. Ada juga banteng Jawa, rusa, kancil, babi hutan, macan tutul, dan banyak lagi. Taman Nasional Ujung Kulon diakui sebagai Situs Warisan Alam Dunia oleh UNESCO pada 1992.

5. Taman Nasional Lorentz

sc: tribunnewswiki

Taman Nasional Lorentz adalah taman nasional terbesar di Asia Tenggara yang terletak di antara tiga provinsi di Pulau Papua, yaitu Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Selatan, yang mencakup luas wilayah sekitar 2.505.600 hektar. Taman ini memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dan masih banyak yang belum dipetakan dan dijelajahi. Taman Nasional Lorentz juga merupakan rumah bagi berbagai budaya asli.

Taman Nasional Lorentz memiliki berbagai macam ekosistem, mulai dari gletser di puncak gunung hingga hutan bakau di pesisir pantai. Taman ini juga merupakan rumah bagi berbagai macam hewan, termasuk burung cenderawasih dan kanguru pohon. Taman Nasional Lorentz adalah tempat yang indah dan penting untuk dilestarikan. Taman ini adalah Situs Warisan Dunia UNESCO dan merupakan rumah bagi berbagai macam spesies tumbuhan dan hewan yang unik.

Dinamai sesuai dengan penjelajah Belanda Hendrikus Albertus Lorentz yang melewati daerah tersebut pada tahun 1909, taman nasional ini tidak hanya menjadi rumah bagi beragam ekosistem, tetapi juga memiliki nilai budaya dengan keberadaan suku-suku seperti Nduga, Dani Barat, Amungme, Sempan, dan Asmat. Keanekaragaman hayati yang tinggi mencakup 630 jenis burung dan 123 jenis mamalia, membuatnya menjadi perwakilan ekosistem terlengkap di Asia Pasifik.

6. Taman Nasional Wakatobi

sc: Warren Baverstock

Taman Nasional Wakatobi, terletak di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, diresmikan pada 19 Agustus 2002 melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 7661/Kpts-II/2002, dengan luas lahan mencapai 1,39 juta hektare.Wakatobi sendiri adalah akronim dari empat pulau utama di wilayah ini, yaitu Pulau Wangi-wangi, Pulau Kaledupa, Pulau Tomia, dan Pulau Binongko.

Taman ini terkenal karena memiliki 25 gugusan terumbu karang sepanjang 600 km, membentang di perairan yang bervariasi dari datar hingga bertubir curam, dengan kedalaman mencapai 1.044 meter. Geografis Taman Nasional Wakatobi mencakup segitiga koral yang memperkaya kehidupan laut dengan berbagai jenis koral, ikan, moluska, dan spesies tanaman laut terbesar di dunia.

Keempat pulau terbesar, Wangi-wangi, Kadelupia, Tomia, dan Binongko, dikelilingi oleh terumbu karang dan pulau karang besar. Selat-selat di sekitar taman menjadi jalan masuk bagi penyu dan paus. Penduduk lokal yang jumlahnya lebih dari 100.000 jiwa juga mendiami wilayah ini.

Keberagaman terumbu karang diidentifikasi dalam zona bentik, dengan perairan yang masih dihuni oleh 112 jenis karang dari 13 famili. Taman ini juga menawarkan kekayaan jenis ikan, termasuk ikan konsumsi perdagangan dan ikan hias, serta beberapa jenis burung laut dan tiga jenis penyu yang sering mendarat di pulau-pulau di taman nasional.

Baca juga: 10 Tempat Wisata di Bali yang Bagus untuk Spot Foto Drone

7. Taman Nasional Bukit Barisan Selatan

sc: nationalgeographic

Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) adalah taman nasional yang terletak di Lampung dan Bengkulu. Didirikan pada tahun 1935, taman nasional ini memiliki luas 356.800 hektar dan merupakan rumah bagi berbagai spesies flora dan fauna yang terancam punah, termasuk badak Sumatra, harimau Sumatra, dan gajah Sumatra. Dalam kerjasama dengan Taman Nasional Gunung Leuser dan Taman Nasional Kerinci Seblat, TNBBS diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Dunia dalam Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatra.

TNBBS memiliki berbagai macam ekosistem, dari hutan hujan tropis hingga hutan bakau. Taman nasional ini juga merupakan rumah bagi berbagai budaya asli. Ancaman utama bagi TNBBS adalah perambahan hutan, perburuan liar, dan penebangan liar. Upaya konservasi sedang dilakukan untuk melindungi taman nasional ini dan spesiesnya yang terancam punah.

TNBBS memiliki kekayaan hayati yang luar biasa, termasuk 514 jenis pohon, 98 jenis tumbuhan bawah, 126 jenis anggrek, dan beragam fauna, seperti gajah Sumatra, badak Sumatra, harimau Sumatra, serta berbagai jenis primata, burung, reptil, amphibi, dan ikan. Selain itu, taman ini mencakup beberapa jenis tanaman obat, termasuk pasak bumi dan pulai.

8. Taman Nasional Kepulauan Seribu

Taman Nasional Kepulauan Seribu
sc: superlive

Taman Nasional Kepulauan Seribu adalah kawasan pelestarian alam bahari di Indonesia yang terletak sekitar 45 km utara Jakarta. Administratifnya, taman ini berada di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, dengan tiga kelurahan: Pulau Panggang, Pulau Kelapa, dan Pulau Harapan. Sejarah penunjukan kawasan ini melibatkan peraturan daerah dan keputusan pemerintah sejak tahun 1962. Perkembangan ini mengarah pada penunjukan Kepulauan Seribu sebagai Cagar Alam Laut dan kemudian menjadi Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu.

Kondisi fisik taman melibatkan ekosistem pulau-pulau kecil, perairan laut dangkal, terumbu karang, hutan bakau, dan lamun. Terdapat tiga ekosistem utama: hutan pantai, hutan mangrove, dan padang lamun, yang mendukung keberagaman hayati, termasuk spesies karang, ikan hias, moluska, penyu, dan lainnya.

Pulau-pulau dalam kawasan ini dimanfaatkan untuk resort wisata, permukiman penduduk, dan pulau-pulau pribadi. Pemanfaatan perairan melibatkan budidaya perikanan dan penangkapan ikan tradisional.Kawasan ini memiliki potensi besar untuk pengembangan pariwisata bahari, dengan kegiatan seperti menyelam, snorkeling, memancing, dan berjemur di pantai. Resort wisata di beberapa pulau mendukung industri pariwisata.

9. Taman Nasional Kerinci Seblat

sc: wildsumatra

Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) adalah taman nasional terbesar di Sumatera dengan luas 13.750 km². Terletak di empat provinsi, yaitu Jambi, Sumatera Barat, Bengkulu, dan Sumatera Selatan, TNKS menawarkan panorama alam yang memukau, dari pegunungan tinggi hingga danau kaldera yang indah. TNKS dibagi menjadi 17 kelompok hutan, mencakup provinsi Jambi, Sumatera Barat, Bengkulu, dan Sumatera Selatan.

Revisi zonasi pada 2017 mencakup zona inti, rimba, rehabilitasi, pemanfaatan, khusus, dan tradisional. Keunikan TNKS terletak pada keberagaman ekosistem dan luasnya kawasan. Keanekaragaman hayati di TNKS sangatlah kaya. Sekitar 4.000 spesies tumbuhan tumbuh di kawasan ini, termasuk bunga terbesar di dunia, Rafflesia arnoldii, dan bunga tertinggi di dunia, Amorphophallus titanum.

TNKS juga merupakan habitat bagi berbagai spesies fauna langka dan endemik, seperti Harimau Sumatera, Gajah Sumatera, Beruang Madu, Tapir Asia, dan Rafflesia. Iklim TNKS adalah tipe A (basah), dengan curah hujan tahunan 2.991 mm. Topografinya mencakup lembah curam, gunung berapi aktif, dan danau kawah. Jenis tanahnya melibatkan andosol, latosol, podsolik, alluvial, dan komplek.

10. Taman Nasional Lore Lindu

Taman Nasional Lore Lindu
sc: tribunnewswiki

Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) terletak di Sulawesi Tengah, sekitar 60 kilometer selatan kota Palu. Taman nasional ini memiliki luas 217.991,18 hektar dan terbagi atas tiga kawasan: Suaka Margasatwa Lore Kalamanta, Hutan Wisata Danau Lindu, dan Suaka Margasatwa Sopu Gumbasa. Meskipun memiliki ukuran sedang dibandingkan dengan taman nasional lain di Indonesia, TNLL melibatkan kawasan seluas 217.991,18 hektar, mencakup sekitar 1.2% dari wilayah Sulawesi.

Terletak di garis Wallace, TNLL memiliki panorama alam menarik dan merupakan habitat mamalia asli terbesar di Sulawesi, seperti anoa, babirusa, dan kera tonkea. Taman Nasional ini memiliki fauna dan flora endemik Sulawesi, termasuk lebih dari 230 jenis burung dan 55 jenis kelelawar. Selain itu, TNLL juga dikenal sebagai tempat peninggalan megalitikum yang mencakup patung-patung megalit dengan usia ratusan hingga ribuan tahun.

Terdapat 1.466 temuan megalitik dari 83 situs, menjadikan patung-patung ini sebagai monumen batu terbaik di Indonesia. Meskipun telah mendapat berbagai pengakuan internasional, TNLL masih menghadapi ancaman seperti perambagan hutan, penambangan emas ilegal, dan pencurian hasil hutan. Ancaman-ancaman ini telah berlangsung selama beberapa dekade.

Baca juga: 7 Wisata Outdoor Terbaik Indonesia Ini Sudah Mendunia Lho!

Daftar Lengkap Taman Nasional

Nah, berikut ini daftar lengkap Taman Nasional yang ada di Indonesia. Berikut daftar lengkapnya di bawah ini:

No. Taman Nasional Tahun Penetapan Luas (km²)
1 Bali Barat 1995 190
2 Gunung Rinjani 1990 412
3 Gunung Tambora 2015 716
4 Kelimutu 1992 50
5 Komodo 1980 1,817
6 Laiwangi Wanggameti 1998 470
7 Manupeu Tanah Daru 1998 880
8 Alas Purwo 1992 434
9 Baluran 1980 250
10 Bromo Tengger Semeru 1983 503
11 Gunung Ciremai 2004 155
12 Gunung Gede Pangrango 1980 150
13 Gunung Halimun-Salak 1992 400
14 Gunung Merapi 2004 64
15 Gunung Merbabu 2004 57
16 Karimun Jawa 1986 1,116
17 Kepulauan Seribu 1982 1,08
18 Meru Betiri 1982 580
19 Ujung Kulon 1980 1,206
20 Betung Kerihun 1995 8
21 Bukit Baka Bukit Raya 1992 1,811
22 Danau Sentarum 1999 1,32
23 Gunung Palung 1990 900
24 Kayan Mentarang 1996 13,605
25 Kutai 1982 1,986
26 Sebangau 2004 5,687
27 Tanjung Puting 1982 4,15
28 Aketajawe-Lolobata 1995 1,673
29 Lorents 1997 25,05
30 Manusela 1982 1,89
31 Teluk Cendrawasih 2002 14,535
32 Wasur 1990 4,138
33 Bantimurung-Bulusaraung 2004 437.5
34 Bogani Nani Wartabone 1991 2,871
35 Bunaken 1991 890
36 Kepulauan Togean 2004 3,62
37 Lore Rindu 1982 2,29
38 Rawa Aopa Watumohai 1989 1,052
39 Taka Bone Rate 2001 5,308
40 Wakatobi 2002 13,9
41 Gandang Dewata 2016 793
42 Batang Gadis 2004 1,08
43 Berbak 1992 1,627
44 Bukit Barisan Selatan 1999 3,65
45 Bukit Duabelas 2000 605
46 Bukit Tiga Puluh 1995 1,227
47 Gunung Leuser 1980 7,927
48 Kerinci Seblat 1999 13,75
49 Sembilang 2001 2,051
50 Siberut 1992 1,905
51 Tesso Nilo 2004 1
52 Way Kambar 1989 1,3
53 Zambrud 2016 315
54 Gunung Maras 2016 168

Baca juga: 10+ Daftar Gunung Tertinggi di Indonesia 

Penutup

Itulah deretan taman nasional yang wajib Anda ketahui. Beberapa taman nasional memiliki area terbaik untuk pariwisata yang bisa Anda nikmati. Jangan lupa gunakan action cam untuk mengabadikan keindahan taman nasional yang Anda kunjungi. Pastikan untuk memebeli perlengkapan camera terbaik hanya di Doran Gadget. Semua produk yang dijual merupakan produk original dengan garansi resmi. Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi CS kami di sini. 

Artikel terkait:

>