Doran GadgetBagi industri tertentu, pemetaan dan survei adalah hal penting untuk operasional yang lebih baik. Namun, proses pengambilan data survei dan pemetaan ini memerlukan waktu lama. Seiring perkembangan teknologi, hal tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan drone dengan teknologi kamera terbaik.

Salah satunya adalah dengan mechanical shutter dan sensor yang mendukung. Lantas, apa itu mechanical shutter, bagaimana memberikan manfaat bagi pemetaan, dan apa saja drone yang dilengkapi fitur ini? Simak ulasan lengkapnya yang telah dirangkum tim Doran Gadget.

Apa Itu Mechanical Shutter?

Mechanical Shutter
sc: Drone Nerds Enterprise

Mechanical shutter secara umum merupakan fitur atau komponen fisik yang digunakan untuk mengatur waktu pembukaan dan penutupan lensa kamera pada saat pengambilan gambar. Pada drone, mechanical shutter memiliki cara kerja seperti halnya pada shutter di kamera konvensional.

Mechanical shutter biasanya terdiri dari sejumlah bilah yang terbuka dan menutup dengan presisi tinggi sesuai dengan pengaturan yang diinginkan pengguna. Ketika shutter terbuka, cahaya masuk ke sensor kamera dan menghasilkan gambar. Setelah waktu yang ditentukan, shutter akan menutup untuk menghentikan cahaya masuk ke sensor.

Jadi, cara kerja mechanical shutter ini adalah dengan mengekspose seluruh frame dari sensor gambar ke cahaya sekaligus. Hal itu berarti setiap piksel yang tertangkap merepresentasikan momen yang sama saat pengambilan gambar.

Baca juga: Mengenal Lebih Jauh Fotogrametri Drone dan Manfaatnya bagi Industri

Mechanical Shutter Mendukung untuk Fotogrametri Pemetaan

DJI Phantom 4 Pro, dji phantom, phantom 4, dji phantom 4 pro+, harga drone phantom 4, harga dji phantom 4
sc: DJI

Walaupun saat ini sudah ada fitur electronic shutter, namun penggunaan mechanical shutter pada drone masih dipertahankan. Hal itu mengingat fitur ini sebenarnya memiliki sejumlah keunggulan tertentu. Khususnya untuk fotogrametri pemetaan dan survei area yang luas sekalipun.

Hasil gambar dari kamera yang memiliki mechanical shutter dinilai lebih baik dan jelas. Bahkan mengurangi terjadinya distorsi maupun efek ‘jello’, yakni fenomena saat pengambilan gambar atau foto menggunakan kamera terpasang pada platform yang sedang bergerak. Efek ini disebabkan kecepatan pergerakan platform yang tidak sejajar dengan kecepatan shutter speed. Efek jello membuat gambar menjadi buram dan kuang jealas.

Dengan kata lain, penggunaan mechanical shutter lebih baik dan stabil jika dibandingkan electronic shutter saat pengambilan gambar dari udara. Sehingga tingkat akurasinya lebih tinggi dan hasilnya dapat terbaca dengan baik. Sebab, dalam pemetaan tingkat akurasi foto atau gambar sangatlah diperlukan. Apalagi jika mechanical shutter ini dijalankan dengan teknologi RTK.

Baca juga: Apa Itu RTK untuk Drone Pemetaan? Ini Penjelasannya!

Drone yang Memiliki Fitur Mechanical Shutter

Beberapa drone seperti pabrikan DJI memiliki sejumlah seri yang dilengkapi dengan fitur mechanical shutter. Di antaranya adalah sebagai berikut:

1. DJI Phantom 4 RTK

Pertama ada DJI Phantom 4 RTK yang memiliki modul bawaan RTK. Dimana fitur ini memiliki fungsi dalam meningkatkan akurasi data pemetaan. Bahkan dalam skala sentimeter. Hal tersebut juga meminimalisir ketergantungan pada titik kontrol ketika melakukan survei maupun pemetaan dari udara.

Kameranya memiliki resolusi 20MP dan sensor CMOS sebesar 1 inci. Adanya mechanical shutter di drone ini membuat hasil gambar lebih jernih dan jelas saat dilakukan pembesaran. Selain itu juga dapat meminimalisir hasil gambar menjadi blur.

Baca juga: 4 Rekomendasi Drone RTK untuk Pemetaan Lebih Akurat

2. DJI Mavic 3 Enterprise

 

adalah drone yang ergonomis, compact, dan portable untuk keperluan survei dan monitoring profesional. Sama halnya dengan Phantom 4 RTK, dengan modul RTK yang dimilikinya, membuat pemetaan lebih presisi dan akurat hingga tingkat centimeter. Drone ini dilengkapi dengan wide camera 20MP dengan sensor 4/3 CMOS dan mechanical shutter pastinya.

Di samping itu, DJI Mavic 3 Enterprise memberikan efisiensi lebih saat melakukan pemetaan. Ini dikarenakan kemampuan dan kecepatan pengambilan gambarnya yang hanya 0.7 detik saja. Termasuk pengoperasian di kondisi yang minim cahaya.

3. DJI Matrice 300 RTK & Zenmuse P1

Drone ketiga yakni DJI Matrice 300 dengan sensor Zenmuse P1. Sensor ini dikenal sebagai salah satu flagship payload untuk fotogrametri. Zenmuse P1 menggabungkan sensor full-frame 45 MP dengan lensa tetap yang dapat ditukar pada gimbal tiga sumbu yang terstabilisasi.

Ukuran piksel 4,4μm menghasilkan gambar dengan sensitivitas tinggi. Modul RTK-nya dapat mengambil gambar dalam waktu 0,7 detik. Selain dilengkapi mechanical shutter, didukung sistem TimeSync 2.0 yang dapat menyelaraskan waktu di seluruh modul pada level mikrodetik untuk memastikan data akurat dalam skala sentimeter. Zenmuse P1 hanya kompatibel dengan DJI M300.

Baca juga: DJI Matrice 300 RTK: Harga dan Spesifikasi

Penutup

sc: DJI

Dari ulasan di atas, dapat disimpulkan jika mechanical shutter memiliki manfaat yang cukup besar untuk fotografi udara. Khususnya untuk keperluan pemetaan dan inspeksi di dunia industri. Hasil foto pun lebih jelas dan jernih, bahkan untuk pembesaran di tingkatan tertentu.

Kini, Anda bisa mendapatkan drone terbaik dengan fitur unggulan tersebut hanya di Doran Gadget. Sebagai mitra resmi DJI Enterprise di Indonesia, kami menjual produk original dengan garansi resmi pabrikan. Informasi lebih lanjut dan konsultasi seputar produk, hubungi CS kami via WhatsApp dengan cara klik di sini.

Artikel terkait:

×