| Spesifikasi | Honor Robot Phone |
| Desain | Kamera robotik tersembunyi, rangka titanium alloy, pilihan warna Moon Shadow Gray & Star Rail Silver |
| Layar | Flat display 6,3–6,4 inci, resolusi 1,5K, bezel tipis simetris |
| Chipset | Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5 (Snapdragon 8E5) |
| RAM & ROM | RAM belum diumumkan, penyimpanan hingga 1 TB |
| Kamera Belakang | 200 MP (utama) + 50 MP (ultrawide) + 200 MP (telefoto periskop) |
| Sistem Kamera | 4DoF Gimbal System, kamera dapat berputar 360°, gerakan pan, tilt, roll, AI Object Tracking, AI SpinShot 90°/180°, 3-axis mechanical stabilization + AI stabilization engine |
| Fitur Video | Master Movie Mode, C-Log, LUTs, lock focus, lock white balance, lock AE, data pergerakan kamera, kolaborasi dengan ARRI |
| Sistem Operasi | AgenticOS berbasis AI dengan model AI Qwen dan AI lokal YOYO |
| Fitur AI | Intent-driven interaction, natural interaction, proactive intelligence, native cross-device collaboration, koordinasi AI agent |
| Fitur Robotik | AI Video Calling, kamera mengikuti pengguna, mengangguk, menggeleng, menari mengikuti musik, Embodied AI Interaction |
Baca juga: Spesifikasi Honor X7e Plus 5G: Pakai Snapdragon 4 Gen 4!
Desain dan Build

Honor Robot Phone hadir dengan konsep yang benar-benar berbeda dibanding smartphone pada umumnya. Honor bahkan menyebutnya sebagai “A New Species of Smartphone” karena menggabungkan teknologi smartphone dan robotika dalam satu perangkat. Inovasi utamanya terletak pada modul kamera robotik yang tersembunyi di dalam bodi.
Saat kamera diaktifkan, modul tersebut akan keluar secara otomatis dan bergerak mengikuti kebutuhan pengguna, lalu kembali masuk ke dalam bodi setelah selesai digunakan sehingga tampilannya tetap rapi. Honor juga menyediakan dua pilihan warna, yaitu Moon Shadow Gray dan Star Rail Silver. Menjelang peluncuran resminya, perangkat ini pun telah membuka masa reservasi di China.
Untuk mendukung mekanisme tersebut, Honor menggunakan struktur berbahan titanium alloy yang lebih kuat dan ringan, meski biaya produksinya diklaim tiga kali lebih mahal dibanding aluminium biasa. Sistem kamera robotik ini terdiri dari hampir 100 komponen tambahan dan melalui lebih dari 60 tahap perakitan agar setiap bagiannya bekerja dengan presisi.
Smartphone ini dibekali empat motor khusus dengan teknologi multi-pole magnetization, termasuk motor mikro berdiameter sekitar 6 mm yang menjadi salah satu motor terkecil yang pernah digunakan pada smartphone. Berkat rancangan tersebut, Honor berhasil menghadirkan kamera robotik tanpa membuat ukuran perangkat menjadi terlalu besar.
Layar

Meski mengusung teknologi robotik sebagai daya tarik utama, Honor tetap membekali Robot Phone dengan layar berkelas flagship. Berdasarkan bocoran yang beredar, smartphone ini menggunakan panel datar (flat display) berukuran sekitar 6,3 hingga 6,4 inci dengan resolusi 1,5K. Layarnya juga memiliki empat bezel yang sangat tipis dan simetris sehingga memberikan tampilan lebih modern sekaligus nyaman saat digunakan untuk berbagai aktivitas.
Ukuran layar tersebut dipilih agar perangkat tetap nyaman digenggam dan dioperasikan dengan satu tangan meski membawa sistem kamera mekanis yang cukup kompleks di bagian atas bodinya. Hingga saat ini Honor masih belum mengungkap detail resmi mengenai refresh rate, tingkat kecerahan, maupun jenis panel yang digunakan. Seluruh spesifikasi tersebut diperkirakan akan diumumkan bersamaan dengan peluncuran resmi Honor Robot Phone.
Baca juga: Spesifikasi HONOR Watch 6: Baterai Tahan Hingga 35 Hari!
Kamera

Sektor kamera menjadi daya tarik utama Honor Robot Phone. Berdasarkan bocoran spesifikasi, smartphone ini mengusung tiga kamera belakang yang terdiri dari kamera utama 200 MP f/1.6 (23 mm), kamera ultrawide 50 MP, dan kamera telefoto periskop 200 MP. Seluruh sistem kameranya dipadukan dengan teknologi pencitraan Honor untuk menghasilkan kualitas foto dan video kelas flagship.
Keunggulan utamanya terletak pada 4DoF (Four Degrees of Freedom) Gimbal System yang menjadi yang pertama di industri smartphone. Berbeda dengan OIS biasa, kamera ini dapat bergerak secara fisik ke berbagai arah sehingga mampu menjaga stabilitas saat memotret maupun merekam video.
Kamera juga dapat berputar hingga 360 derajat serta mendukung gerakan pan, tilt, roll, dan rotasi otomatis sesuai kebutuhan pengambilan gambar. Honor bahkan mengembangkan sendiri motor, modul, dan mekanisme gimbal tersebut.
Saat tidak digunakan, kamera akan tersimpan rapi di dalam bodi lalu keluar secara otomatis ketika diaktifkan. Teknologi ini juga menggunakan motor mikro yang diklaim 70% lebih kecil dibanding solusi serupa di industri. Untuk kebutuhan videografi profesional, Honor bekerja sama dengan ARRI, perusahaan kamera yang banyak digunakan dalam industri perfilman.
Berkat kolaborasi tersebut, Robot Phone mendukung Master Movie Mode, C-Log, LUTs, lock focus, lock white balance, lock exposure (AE), serta data pergerakan kamera yang sebelumnya hanya tersedia pada kamera sinema profesional. Smartphone ini juga dibekali AI Object Tracking yang mampu mengenali objek, memprediksi arah gerakannya, dan tetap mengunci fokus meski subjek sempat tertutup objek lain.
Selain itu, tersedia fitur AI SpinShot yang memungkinkan kamera berputar otomatis hingga 90 derajat maupun 180 derajat untuk menghasilkan transisi video yang lebih sinematik. Seluruh kemampuan tersebut semakin optimal berkat kombinasi 3-axis mechanical stabilization dan AI stabilization engine sehingga hasil rekaman tetap stabil meski pengguna bergerak aktif.
Chipset dan Performa

Honor Robot Phone dipersiapkan sebagai smartphone flagship sehingga dibekali Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5 atau yang juga dikenal sebagai Snapdragon 8E5 pada beberapa sumber. Chipset ini menjadi otak utama untuk menjalankan seluruh kemampuan AI, mulai dari pemrosesan gambar, pengoperasian sistem kamera robotik, hingga menjalankan AgenticOS dan model AI lokal YOYO secara langsung di perangkat.
Performa tersebut juga dimanfaatkan untuk pengenalan objek, pelacakan subjek saat merekam video, serta berbagai proses AI yang berjalan secara real-time. Di sisi memori, Honor memang belum mengungkap kapasitas RAM secara resmi.
Namun, bocoran menyebutkan Robot Phone akan hadir hingga varian penyimpanan internal 1 TB. Kapasitas besar ini disiapkan untuk menyimpan video beresolusi tinggi, file berukuran besar, dan mendukung pemrosesan AI lokal. Seiring meningkatnya harga memori global, varian 1 TB juga diperkirakan menjadi model dengan harga paling tinggi.
Sebagai perangkat pertama yang menggunakan AgenticOS, Honor Robot Phone membawa konsep partner-type multimodal intelligent operating system yang mampu memahami maksud pengguna, menyusun langkah penyelesaian, lalu menjalankan tugas secara otomatis.
Dalam demonstrasi resminya, smartphone ini dapat menerima perintah kompleks seperti memesan kue ulang tahun, memesan kendaraan menuju restoran, melakukan reservasi ruang karaoke, menambahkan jadwal rapat, mengatur alarm, menyesuaikan kecerahan layar, hingga memanggil layanan transportasi online tanpa pengguna harus berpindah aplikasi satu per satu.
Untuk transaksi pembayaran, sistem tetap meminta konfirmasi sebagai langkah keamanan. Honor juga bekerja sama dengan Alibaba melalui model AI Qwen sehingga AgenticOS mendukung intent-driven interaction, natural interaction, proactive intelligence, native cross-device collaboration, serta koordinasi antar AI agent dalam satu ekosistem.
Baca juga: Spesifikasi HONOR X80 Pro Max: Pakai Baterai 11.000mAh
Fitur Robotik

Selain menghadirkan kamera robotik, Honor Robot Phone juga membawa berbagai kemampuan interaksi fisik yang belum pernah ditemukan pada smartphone lain. Saat digunakan untuk panggilan video, kamera dapat mengikuti posisi pengguna secara otomatis sehingga wajah tetap berada di dalam frame.
Kamera robotiknya juga mampu memberikan respons layaknya robot kecil, seperti mengangguk saat menyetujui sesuatu, menggeleng ketika tidak setuju, hingga bergerak mengikuti irama musik sehingga pengalaman penggunaan terasa lebih hidup dan interaktif.
Seluruh kemampuan tersebut didukung oleh teknologi Embodied AI Interaction atau multimodal embodied AI yang memungkinkan perangkat memahami suara, mengenali gerakan pengguna, serta membaca kondisi lingkungan di sekitarnya. Setelah memproses informasi tersebut, sistem AI akan memberikan respons melalui gerakan fisik kamera robotik secara alami.
Melalui pendekatan ini, Honor ingin menghadirkan pengalaman interaksi yang lebih ekspresif sehingga Robot Phone tidak lagi hanya mengandalkan layar sentuh dan perintah suara, tetapi juga mampu berkomunikasi dengan gerakan layaknya sebuah robot.































































