Doran Gadget – Xiaomi 18 Pro Max hadir sebagai smartphone flagship dengan membawa sejumlah peningkatan pada layar, performa, kamera, baterai, hingga fitur pendukung lainnya. Selain menawarkan spesifikasi kelas atas, smartphone ini juga dibekali berbagai teknologi baru yang menarik untuk disimak. Selengkapnya, berikut spesifikasi Xiaomi 18 Pro Max yang perlu Anda ketahui.
Spesifikasi Xiaomi 18 Pro Max
| Spesifikasi | Xiaomi 18 Pro Max |
| Layar | LTPO AMOLED, 6.9 inches, 1208 x 2624 pixels, 68B colors, 2160Hz PWM, 120Hz, Dolby Vision, HDR Vivid, HDR10+, BT.2020, 4000 nits (peak), Xiaomi Dragon Crystal Glass 3 Secondary display (on the back): LTPO AMOLED, 2.9 inches, 596 x 976 pixels, 120Hz, Dolby Vision, HDR Vivid, HDR10+, BT.2020, 4000 nits (peak) |
| OS | Android 17, HyperOS 4 |
| Chipset | Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 (2 nm) |
| RAM | 12GB/16GB |
| ROM | 256GB/512GB/1TBÂ |
| Kamera Belakang | 200 MP, f/1.7, 23mm (wide), 1/1.28″, 0.61µm, dual pixel PDAF, OIS 200 MP, f/2.4, 75mm (periscope telephoto), 1/1.56″, PDAF (10cm – ∞), OIS, 3.2x optical zoom 50 MP, f/2.4, 17mm, 102Ëš (ultrawide), 1/2.88″, 0.61µm, PDAF |
| Kamera Depan | 50 MP, f/2.2, 21mm (wide), 1/2.88″, 0.61µm, PDAF |
| Baterai | 8500 mAh 100W wired, PD3.0, QC3+, 100W PPS 50W wireless 27W reverse wireless |
| Warna | Black, White, Pink, Red, Blue |
Baca juga:
Desain dan Build

Xiaomi 18 Pro Max hadir dengan desain flagship yang mengutamakan layar luas sekaligus tetap nyaman digenggam. Bagian depan menggunakan layar AMOLED 6,9 inci beresolusi 2624 × 1208 piksel dengan refresh rate hingga 120Hz, touch sampling rate hingga 300Hz, dukungan BT.2020, HDR10+, HDR Vivid, Dolby Vision, serta tingkat kecerahan hingga 4.000 nits. Bezel layarnya dibuat sangat tipis hingga 0,99 mm dengan rasio 19,6:9 dan radius sudut 1,9 mm.
Xiaomi juga menggunakan Xiaomi Dragon Crystal Glass 3.0 untuk perlindungan layar. Di bagian belakang terdapat layar AMOLED 2,9 inci beresolusi 976 × 596 piksel. Layar belakang ini menjadi salah satu ciri khas Xiaomi 18 Pro Max karena dapat digunakan untuk menampilkan berbagai konten personal serta aplikasi khusus.
Dari sisi bodi, dimensinya mencapai 163,39 × 77,6 mm dengan ketebalan 8,39 mm untuk varian fiberglass dan 8,47 mm untuk varian kaca. Bobotnya masing-masing 235 gram dan 240 gram. Pilihan warnanya mencakup Black, White, Icy Peach Pink, Galaxy Blue, serta Transparent.
Pada sisi konektivitas, perangkat ini membawa Xiaomi Star Communication System yang menggabungkan antena dan optimasi AI untuk koneksi seluler, Wi-Fi, Bluetooth, navigasi, serta UWB. Dukungan 5G Wi-Fi 4×4 MIMO tersedia pada router Xiaomi tertentu dan dirancang untuk membantu kebutuhan seperti video conference, streaming, serta gaming.
NFC juga menggunakan desain antena terdistribusi dengan jangkauan yang disebut meningkat hingga 50 persen. Sementara itu, UWB dapat digunakan untuk fitur digital car key pada kendaraan yang kompatibel. Xiaomi 18 Pro Max turut mendukung roaming di lebih dari 210 negara dan wilayah dengan lebih dari 520 operator.
Untuk hiburan, tersedia tiga speaker stereo dengan Dolby Atmos serta sistem getaran dengan motor berukuran besar yang diklaim meningkatkan respons getaran hingga 112 persen dibandingkan generasi sebelumnya dalam pengujian Xiaomi. Perangkat ini juga memiliki sertifikasi IP68 dengan pengujian perlindungan air hingga 6 meter dalam kondisi laboratorium tertentu.
Layar

Menariknya, layar belakang 2,9 inci AMOLED tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap. Panel dengan resolusi 976 × 596 piksel ini menggunakan M11 OLED dan menawarkan kecerahan puncak hingga 4.000 nits. Refresh rate-nya adaptif hingga 120Hz dengan 400 PPI, dukungan BT.2020, tingkat kecerahan minimum 1 nit serta full-brightness DC dimming.
Pengguna juga bisa mengunggah foto orang, hewan peliharaan atau gambar IP untuk membuat tampilan yang lebih personal. Ada pula fitur AI untuk membuat gambar dan foto bersama karakter tertentu serta wallpaper yang menyesuaikan desain casing.
Pengalaman di bagian belakang semakin interaktif berkat smart companion yang dapat mendengar dan berbicara serta memiliki memori personal. Fitur ini juga bisa digunakan untuk mengontrol fungsi sistem dan perangkat smart home Xiaomi.
Selain itu, tersedia lebih dari 100 application card untuk kebutuhan sehari-hari, belajar dan hiburan. Bahkan application card baru dapat dibuat menggunakan AI berdasarkan instruksi pengguna. Akses ke fitur AI juga dibuat lebih praktis melalui Quick AI Key.
Beralih ke bagian depan, panel AMOLED berukuran 6,9 inci hadir dengan resolusi 2624 × 1208 piksel melalui teknologi Super Pixel 2.0. Susunan RGB penuh dengan sekitar 9,5 juta subpiksel membuat tampilan terlihat tajam sekaligus menghasilkan warna yang lebih presisi.

Refresh rate adaptif 1-120Hz dipadukan dengan touch sampling hingga 300Hz serta dukungan BT.2020, kedalaman warna 12-bit, Dolby Vision, HDR10+ dan HDR Vivid. M11 OLED turut digunakan pada panel ini dengan peningkatan efisiensi material emisi hijau sebesar 20%.
Tingkat kecerahan minimum bisa mencapai 1 nit dan tersedia full-brightness DC dimming serta pengaturan temperatur warna otomatis. Untuk menjaga privasi, tersedia hardware-level Privacy Display yang dapat diaktifkan pada seluruh layar.
Pengguna juga bisa menentukan aplikasi tertentu beserta area notifikasi, jendela kecil dan split screen yang perlu menggunakan perlindungan tersebut. Halaman sensitif seperti aplikasi perbankan, pembayaran, kata sandi sistem dan aplikasi sosial juga dapat memakai page privacy sesuai dukungan sistem
Aturannya bisa dibuat melalui Super XiaoAi dalam Expert Mode termasuk berdasarkan lokasi tertentu. Ketika perlindungan aktif, sistem bahkan dapat mendeteksi orang yang sedang melihat layar dan memberikan peringatan melalui Xiaomi Super Island atau getaran.
Baca juga:
Kamera

Sektor fotografi menjadi salah satu bagian yang mendapat perhatian besar lewat konfigurasi kamera Leica dengan dua sensor 200MP. Kamera utamanya memakai sensor Light Hunter 960L berukuran 1/1,28 inci yang dipadukan dengan lensa Leica Summilux dan teknologi LOFIC generasi keenam untuk menangkap detail serta rentang dinamis yang lebih luas.
Lensa tersebut menggunakan susunan 1G+6P berupa kombinasi elemen kaca dan plastik serta dilengkapi beberapa lapisan seperti MgFâ‚‚, LSC, ALD, PVD dan SWC untuk membantu mengurangi flare, ghosting dan pantulan di dalam sistem optik.
Kamera telefoto periskopnya juga membawa sensor besar 1/1,56 inci dengan resolusi 200MP serta 3,2x optical zoom. Kemampuan ini didukung fitur 12cm super macro dan 12,8x lossless zoom sehingga objek dekat maupun jauh tetap dapat ditangkap dengan detail tinggi.
Sementara itu, kamera ultrawide 50MP melengkapi konfigurasi tersebut untuk kebutuhan pengambilan gambar dengan sudut pandang yang lebih luas. Resolusi 200MP pada kamera utama juga menyediakan mode fotografi 200MP yang memberikan ruang lebih besar untuk melakukan cropping dan menyusun ulang komposisi setelah pemotretan.
Dalam kondisi backlight, sensor berukuran besar bersama LOFIC dan algoritma high dynamic capture membantu mempertahankan detail pada area terang maupun gelap. Kamera telefoto juga mendapatkan peningkatan untuk pemotretan jarak jauh dalam kondisi minim cahaya sehingga detail objek yang berada di area gelap dapat tetap terlihat.

Pengalaman fotografi kemudian diperluas melalui pemrosesan gambar Leica dan fitur berbasis AI. Leica Classic mendapatkan peningkatan untuk menghasilkan karakter gambar dengan transisi terang dan gelap yang lebih natural. Ada pula Legendary Moment yang menggunakan model pencitraan end-to-end dan dilatih dengan jutaan hasil foto kamera untuk membantu menghasilkan karakter gambar yang mendekati kualitas kamera profesional.
Sistem ini juga dapat membedakan pantulan kaca, objek di balik kaca dan tekstur pada permukaan kaca sehingga menghasilkan efek depth of field yang lebih natural. Pemrosesan cloud super-resolution turut tersedia dengan mengunggah data gambar asli ke cloud untuk mendapatkan peningkatan ketajaman dan kualitas secara menyeluruh.
Pengguna juga bisa memilih tiga gaya Legendary Camera yang terdiri dari Legendary CCD, Black and White Film dan Contemporary Classic. Masing-masing membawa karakter visual berbeda melalui simulasi warna, grain dan karakter film. Selain itu, tersedia simulasi efek lensa 75mm serta 2035mm dan AI Photography Assistant yang berperan seperti fotografer pendamping dengan memberikan panduan dengan lengkap.
Chipset dan Performa

Untuk performa, Xiaomi 18 Pro Max menggunakan platform mobile Qualcomm Snapdragon 8 Super Supreme generasi keenam yang dibuat dengan proses fabrikasi 2nm dari TSMC. Chipset ini membawa CPU dengan arsitektur Oryon generasi keempat dan kecepatan hingga 5GHz, kemudian dipadukan dengan GPU Adreno serta Qualcomm AI Engine untuk mendukung pemrosesan grafis dan fitur berbasis AI.
Menariknya, perangkat ini juga mengandalkan sistem pendingin ring cold pump dengan area pembuangan panas mencapai 5.513 mm². Xiaomi menyebut efisiensi pendinginannya dapat meningkat hingga 50 persen pada ketebalan yang sama.
Untuk kapasitas memori, tersedia RAM 12GB dan 16GB LPDDR5X serta penyimpanan 256GB, 512GB, dan 1TB dengan teknologi UFS 4.1. Kombinasi tersebut membuat ruang untuk aplikasi, file, foto, video, hingga berbagai kebutuhan multitasking menjadi lebih lega.
Beralih ke sistem operasi, Xiaomi 18 Pro Max menjalankan Xiaomi HyperOS 4 yang terintegrasi dengan Super XiaoAi 2.0. Melalui mode Expert, asisten ini dapat membantu menjalankan tugas yang lebih kompleks seperti merencanakan perjalanan, mengatur perangkat smart home, hingga menyiapkan kendaraan sebelum digunakan.

Super XiaoAi juga mendukung pekerjaan lintas perangkat sehingga pengguna dapat mengambil file dari komputer melalui smartphone, melanjutkan percakapan dari perangkat lain, serta menggunakan fitur berbagi memori dan sinkronisasi percakapan. Dukungan tersebut mencakup Windows dan Mac dengan persyaratan perangkat serta versi sistem tertentu.
Tidak berhenti di ekosistem Xiaomi, fitur Xiaomi Interconnect Services memungkinkan Xiaomi 18 Pro Max terhubung dengan iPhone, iPad, Mac, dan Apple Watch yang kompatibel. Pengguna dapat melakukan sinkronisasi notifikasi tertentu dari iPhone, termasuk Telepon, Pesan, WhatsApp, dan QQ.
Membalas WhatsApp serta QQ melalui fitur mirroring, berbagi foto dan file, menggunakan iPad untuk mirroring serta berbagi data, dan mengakses file lintas perangkat. AirPods juga dapat terhubung untuk melihat status baterai, mengatur peredam bising, dan mencari earphone.
Sementara itu, Apple Watch yang didukung dapat digunakan untuk menerima panggilan, SMS, dan notifikasi serta melakukan sinkronisasi data olahraga dan kesehatan dengan Xiaomi 18 Pro Max. Semua fitur lintas ekosistem tersebut tetap bergantung pada perangkat, versi sistem, aplikasi, serta persyaratan kompatibilitas masing-masing.
Baca juga:
Baterai

Sektor baterai menjadi salah satu peningkatan penting pada Xiaomi 18 Pro Max dengan kapasitas 8.500mAh. Baterai ini menggunakan teknologi silicon-carbon dengan kandungan silikon mencapai 32 persen serta kepadatan energi hingga 946Wh/L. Xiaomi juga menggunakan struktur stacked battery untuk mendukung kapasitas besar dalam bodi yang tetap ringkas.
Untuk pengisian daya, tersedia 100W Xiaomi HyperCharge melalui kabel dan 50W Xiaomi HyperCharge secara nirkabel. Pengisian kabel 100W membutuhkan charger Xiaomi 100W dan juga mendukung protokol 100W PPS sehingga dapat digunakan dengan lebih banyak charger yang kompatibel.
Menariknya, perangkat ini turut mendukung 27W wired reverse charging untuk mengisi perangkat lain melalui kabel. Pengelolaan daya didukung Xiaomi Surge P4 sebagai chip pengisian cepat serta Xiaomi Surge G2 sebagai chip manajemen baterai. Keduanya membantu mengoptimalkan pengisian sekaligus menjaga daya tahan baterai termasuk ketika digunakan pada kondisi suhu rendah.
Harga Xiaomi 18 Pro Max

Untuk saat ini, harga yang tercantum pada halaman resmi Xiaomi China menjadi acuan yang bisa digunakan untuk melihat kisaran harga Xiaomi 18 Pro Max. Dengan kurs 1 yuan = Rp2.668,22, berikut perkiraan harga berdasarkan informasi yang tersedia di halaman pembelian resmi Xiaomi.
- Harga Xiaomi 18 Pro Max: 9.999 yuan atau sekitar Rp26,68 juta
Untuk pasar Indonesia, harga resminya masih belum diketahui karena Xiaomi 18 Pro Max juga belum memiliki informasi resmi mengenai waktu masuk ke Indonesia pada source tersebut.
Jika nantinya dipasarkan di Indonesia, harganya bisa jauh lebih mahal dibandingkan hasil konversi langsung dari yuan karena dapat dipengaruhi pajak, biaya impor, distribusi, dan faktor harga pasar lainnya. Jadi, angka Rp26,68 juta masih sebatas estimasi dari harga China dan belum bisa dianggap sebagai harga resmi Indonesia.
Baca juga:
Penutup
Xiaomi 18 Pro Max membawa sejumlah fitur flagship seperti kamera Leica 200MP, baterai 8.500mAh, layar 120Hz, dan chipset 2nm. Untuk harga dan ketersediaan di Indonesia, masih perlu menunggu informasi resmi dari Xiaomi. Jangan lupa lengkapi smartphone dengan berbagai aksesori HP berkualitas dari Doran Gadget. Temukan charger, kabel, audio, dan aksesori lainnya untuk menunjang penggunaan sehari-hari.





























































