Seberapa Akurat Penghitungan Fitness Tracker?

Seberapa Akurat Penghitungan Fitness Tracker

Fitness tracker berguna memonitor aktivitas fisik para penggunanya, misalnya jumlah langkah, denyut jantung, pola tidur, dan pembakaran kalori. Pengguna dimudahkan mengukur kebugaran lewat perangkat yang dipasang di pergelangan tangan atau anggota tubuh lainnya.

Seiring maraknya penggunaan fitness tracker, benarkah penghitungan yang dihasilkan memang benar-benar akurat? Dikutip dari Digital Trends, penghitungan fitness tracker dinilai cukup akurat.

“Jawaban panjangnya adalah fitness tracker cukup akurat untuk digunakan oleh banyak orang untuk berbagai tujuan. Tetapi, hasilnya juga bervariasi menurut kebugaran yang ingin diukur,” sebut Lisa Cadmus-Bertram, Asisten Profesor Kinesiologi dan Epidemiologi Universitas of Wisconsin-Madison.

Menurut Cadmus-Bertram, ada metrik kebugaran yang paling umum dipantau fitness tracker dan memiliki tingkat akurasi yang baik.

1. Menghitung Langkah

“Dengan dua pertimbangan utama, orang-orang yang bergerak sangat lambat atau gaya berjalan yang cepat biasanya mendapati langkah mereka tidak dihitung. Terkadang cukup banyak jumlahnya dan itu memang benar berdasar pedometer skala penelitian,” kata Cadmus-Bertram.

Pengguna akan mendapatkan hasil yang lebih akurat dengan menggunakan perangkat yang dirancang untuk dikenakan di pinggul. “Panggul benar-benar tempat terbaik untuk mengukur langkah dan juga sebagian besar jenis aktivitas fisik,” ujar Cadmus-Betram. “Smartphone yang dikenakan di saku celana harus bisa menghitung langkah dengan sangat akurat.”

Perangkat yang dipakai di pergelangan terbilang tidak lebih akurat karena pasti akan merekam banyak gerakan asing yang tidak ada hubunggan dengan aktivitas fisik. Semua pergerakan tangan akan ikut dihitung sehingga mengurangi keakuratan.

2. Mengukur Denyut Jantung

“Perangkat yang mengukur denyut jantung cenderung cukup baik untuk mengukurnya saat istirahat, tetapi memiliki lebih banyak variabilitas saat mengukur denyut jantung selama berolahraga,” kata Cadmus-Bertram. “Masalahnya adalah perangkat benar-benar tidak bisa mengetahui hal-hal tertentu tentang tubuh Anda.”

Kondisi berkeringat memengaruhi penghitungan fitness tracker. Perangkat gagal mencatat denyut jantung sepenuhnya. Ada penelitian yang menunjukkan fitness tracker atau smartwatch dapat mengukur lebih akurat jika pengguna beristirahat dibandingkan saat berolahraga.

3. Membakar Kalori

Fitness tracker tidak benar-benar mengetahui kondisi tubuh penggunanya sehingga terbilang sulit mengetahui jumlah kalori yang benar-benar terbakar. Hal ini dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti aktivitas tubuh, berat badan, tinggi badan, gender, hingga umur.

Berdasarkan 60 studi yang pernah diterbitkan, fitness tracker tidak terlalu akurat dalam mengukur pengeluaran energi, terutama untuk kegiatan yang kuat seperti berjalan atau pekerjaan rumah. Tetapi, perangkat ini masih bisa berguna untuk membantu memantau penurunan berat badan dan penghitung pembakaran kalori sebagai upaya diet.

Tinggalkan Balasan

× Whatsapp