Doran Gadget – AI agent kini hadir dengan berbagai kemampuan yang dapat membantu menyelesaikan pekerjaan secara lebih cepat dan efisien. Mulai dari kebutuhan sehari-hari, pengembangan aplikasi, hingga otomatisasi bisnis, ada banyak pilihan AI agent dengan keunggulan masing-masing. Simak rekomendasi AI agent terbaik selengkapnya di bawah ini!
Konten dalam artikel ini
ToggleDaftar AI Agent Terbaik
Memilih AI agent tidak cukup hanya melihat seberapa populer platform tersebut. Hal yang lebih penting adalah menyesuaikannya dengan jenis pekerjaan yang ingin dilakukan, karena AI agent untuk membuat aplikasi tentu memiliki cara kerja yang berbeda dengan AI agent untuk mengelola dokumen atau customer service. Berikut rekomendasi AI Agent terbaik yang bisa Anda coba.
1. ChatGPT Agent

ChatGPT Agent menjadi salah satu pilihan untuk pengguna yang membutuhkan AI dalam menyelesaikan tugas sehari-hari. Agent mode ini dapat digunakan untuk browsing internet, mengisi formulir, melakukan perbandingan produk, hingga membantu proses booking. Semua proses tersebut dapat dilakukan melalui ChatGPT tanpa hanya terbatas pada memberikan jawaban dalam bentuk teks.
Fitur ini menggabungkan kemampuan yang sebelumnya tersedia melalui Operator untuk browsing dan Deep Research untuk menyusun hasil penelitian. ChatGPT Agent juga dapat terhubung dengan layanan seperti Gmail, Calendar, dan GitHub untuk membantu menyelesaikan tugas. Meski begitu, pengguna tetap diminta memberikan konfirmasi sebelum melakukan tindakan penting seperti pembayaran atau pembelian.
2. Claude Cowork

Claude Cowork dirancang untuk pengguna non-teknis yang banyak bekerja dengan dokumen, spreadsheet, dan berbagai file di komputer. Berbeda dengan chatbot biasa yang hanya merespons satu perintah, Cowork dapat diberikan akses ke folder atau kumpulan file untuk kemudian menyelesaikan pekerjaan berdasarkan hasil yang diinginkan.
Contohnya, pengguna dapat meminta Cowork untuk menggabungkan berbagai dokumen menjadi laporan, membersihkan spreadsheet, mengatur folder, mengganti nama file, hingga menghapus file duplikat. Claude Cowork juga telah menambahkan konektor Microsoft 365 yang memungkinkan pengguna membuat dan memperbarui file di OneDrive dan SharePoint.Â
Baca juga: 10+ Rekomendasi AI untuk Membuat Video Terbaik di 2026
3. Manus

Manus merupakan AI agent yang dirancang untuk menerima sebuah tujuan, kemudian merencanakan, menjalankan, dan memberikan hasil akhir secara mandiri. Platform ini ditujukan untuk pengguna non-teknis yang ingin mendapatkan hasil seperti laporan, halaman web, atau aplikasi tanpa harus mengatur kode dan infrastruktur sendiri.
Salah satu kemampuan Manus adalah melakukan riset dalam jumlah besar melalui Wide Research. Selain itu, Web App Builder dapat digunakan untuk membuat aplikasi full-stack yang dapat dipublikasikan langsung tanpa proses deployment manual. Manus juga menggunakan kemampuan dari beberapa model dan tools untuk menangani tugas yang berkaitan dengan teks, gambar, video, maupun kode.
4. Devin

Devin merupakan AI agent yang lebih difokuskan untuk kebutuhan software engineering. Cara kerjanya menyerupai developer yang diberikan sebuah tugas atau ticket, kemudian AI akan membaca codebase, membuat rencana, menulis kode, menjalankan pengujian, hingga menghasilkan pull request untuk diperiksa.
AI agent ini berjalan di lingkungan cloud sandbox sendiri sehingga dapat bekerja secara asynchronous di background. Devin juga dapat menerima tugas melalui layanan seperti Linear, Jira, atau Slack. Hal tersebut membuatnya cocok untuk tim engineering yang ingin menyerahkan pekerjaan seperti bug fixing, migration, atau refactoring dengan instruksi yang jelas.
5. Replit Agent

Replit Agent cocok untuk pengguna yang ingin membuat aplikasi dari sebuah prompt tanpa harus memulai semuanya dari nol. Pengguna cukup menjelaskan aplikasi yang ingin dibuat, kemudian Replit Agent dapat membantu membuat struktur kode, menyiapkan database, menambahkan authentication, dan melakukan deployment.
Versi Agent 3 dapat menjalankan sesi hingga 200 menit dengan pengawasan minimal. AI ini juga dapat melakukan pengujian melalui browser dan memperbaiki kode ketika menemukan masalah selama proses pembuatan aplikasi. Karena seluruh proses berlangsung di dalam platform Replit, pengguna tidak perlu berpindah ke terminal atau melakukan konfigurasi secara manual.
Baca juga: 10+ Tools AI untuk Membuat PPT 2026, Presentasi Lebih Mudah!
6. Perplexity Comet

Perplexity Comet menawarkan pendekatan yang berbeda karena AI agent ini hadir dalam bentuk browser berbasis Chromium. AI di dalamnya dapat membaca, merangkum, dan melakukan tindakan berdasarkan halaman atau tab yang sedang dibuka oleh pengguna.
Comet dapat digunakan untuk membandingkan beberapa halaman sekaligus, misalnya membandingkan harga hotel, fasilitas, dan kebijakan pembatalan. Selain itu, AI agent ini juga dapat membantu pekerjaan seperti mengelola email dan mengisi formulir. Browser ini dapat mengimpor bookmark, password, dan extension dari Chrome serta memberikan pengguna kontrol terhadap data browsing yang dapat diakses.
7. Cursor

Cursor merupakan AI code editor yang dibangun menggunakan basis VS Code. Platform ini tidak hanya menawarkan autocomplete, tetapi juga mampu memahami codebase dan melakukan perubahan pada beberapa file sekaligus berdasarkan instruksi dalam bahasa biasa.
Cursor memiliki Composer dan Agent mode yang dapat membantu merencanakan serta menjalankan perubahan kode. AI ini juga dapat menjalankan perintah melalui terminal, membaca error, dan mencoba memperbaiki masalah hingga kode dapat berjalan atau pengujian berhasil. Selain itu, Background Agents memungkinkan pengguna menyerahkan tugas kepada agent cloud yang dapat bekerja secara paralel.
Mana AI Agent Terbaik untuk Dipilih?
Tidak ada satu AI agent yang bisa disebut paling baik untuk semua jenis pekerjaan. ChatGPT Agent lebih ditujukan untuk browsing dan tugas sehari-hari, sementara Claude Cowork cocok untuk pekerjaan yang berkaitan dengan file, dokumen, dan spreadsheet. Manus menawarkan pendekatan berbeda bagi pengguna yang ingin memberikan tujuan dan mendapatkan hasil akhir tanpa perlu mengatur proses teknis secara detail.
Untuk kebutuhan developer, Devin, Replit Agent, dan Cursor menawarkan fungsi yang berbeda. Devin lebih diarahkan untuk pekerjaan software engineering secara mandiri, Replit Agent dapat membantu membuat aplikasi dari prompt, sedangkan Cursor memberikan AI assistance langsung di dalam code editor. Jadi, AI agent terbaik sebenarnya bergantung pada workflow yang digunakan.
Baca juga: 7 AI Workflow Automation Terbaik untuk Kerja Lebih Cepat dan Cerdas!
Penutup
Dengan memilih AI agent yang sesuai, berbagai pekerjaan kini dapat diselesaikan dengan lebih praktis, mulai dari mengelola dokumen hingga mengembangkan aplikasi. Agar produktivitas semakin optimal, pastikan kamu juga didukung perangkat dan aksesoris komputer yang andal. Temukan berbagai pilihan aksesoris komputer terbaik untuk menunjang aktivitas kerja dan kebutuhan digital kamu hanya di Doran Gadget!























































