Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra vs Galaxy Z Fold8
| Spesifikasi | Galaxy Z Fold8 Ultra | Galaxy Z Fold8 |
| Layar | Foldable Dynamic LTPO AMOLED 2X, 8.0 inches, 2256 x 2504 pixels, Flex Titanium technology Cover display: Dynamic LTPO AMOLED 2X, 6.5 inches,1080 x 2520 pixels, 422 ppi, 120Hz, Corning Gorilla Glass Ceramic 2 | Foldable Dynamic LTPO AMOLED 2X ,7.6 inches, 1828 x 2448 pixels, 120Hz, HDR10+, Flex Titanium technology Cover display: Dynamic LTPO AMOLED 2X, 5.5 inches, 5.5 inches, 1248 x 1972 pixels, 428 PPI, 120Hz, Corning Gorilla Glass Ceramic 2 |
| OS | Android 17, One UI 9 | Android 17, One UI 9 |
| Chipset | Snapdragon 8 Elite Gen 5 (3 nm) | Snapdragon 8 Elite Gen 5 (3 nm) |
| RAM | 12GB/16GB | 12GB/16GB |
| ROM | 256GB/512GB/1TB | 256GB/512GB/1TB |
| Kamera Belakang | 200 MP, f/1.7, 24mm (wide), 1/1.3″, 0.6µm, multi-directional PDAF, OIS 10 MP, f/2.4, 67mm (telephoto), 1/3.94″, 1.0µm, PDAF, OIS, 3x optical zoom 50 MP, f/1.9, 120Ëš (ultrawide), 1/2.5″, 0.7µm, multi-directional PDAF | 50 MP, f/1.8, 23mm (wide), 1/1.57″, 1.0µm, dual pixel PDAF, OIS 50 MP, f/1.9, 120Ëš (ultrawide), 1/2.5″, 0.7µm, dual pixel PDAF |
| Kamera Depan | 10 MP, f/2.2, 18mm (ultrawide), 1/3.0″, 1.12µm Cover camera: 10 MP, f/2.2, 24mm (wide), 1/3.0″, 1.12µm | 10 MP, f/2.2, 18mm (ultrawide), 1/3.0″, 1.12µm Cover camera: 10 MP, f/2.2, 24mm (wide), 1/3.0″, 1.12µm |
| Baterai | 5000 mAh 45W wired, PD3.0, QC2.0, 67% in 30 min 20W wireless (Qi2.2) 4.5W reverse wireless | 4800 mAh 45W wired, QC2.0, 63% in 30 min 20W wireless 4.5W reverse wireless |
| Warna | Graphite, Cream, Violet Shadow | Graphite, Cream, Lavender, Pistachio |
Baca juga: Samsung Galaxy A57 vs Galaxy A27, Apa Saja Perbedaannya?
Desain dan Build

Samsung menghadirkan Galaxy Z Fold8 Ultra dan Galaxy Z Fold8 dengan konsep yang berbeda sehingga keduanya tidak saling menggantikan. Galaxy Z Fold8 Ultra tetap mengusung desain book-style yang menjadi ciri khas seri Fold dan lebih ditujukan untuk produktivitas, multitasking, serta pembuatan konten berkat layar utama yang lebih besar dan sistem kamera yang lebih lengkap.
Di sisi lain, Galaxy Z Fold8 hadir sebagai model wide foldable dengan bodi yang lebih pendek namun jauh lebih lebar. Saat dibuka, tampilannya terasa lebih menyerupai tablet sehingga lebih nyaman digunakan untuk menonton video, membaca artikel, bermain game, maupun browsing. Dengan pendekatan ini, Samsung memberikan dua pengalaman penggunaan yang berbeda agar pengguna dapat memilih sesuai kebutuhan.

Perbedaan tersebut juga terlihat pada desain fisiknya. Galaxy Z Fold8 Ultra memiliki ketebalan sekitar 8,9 mm saat dilipat dan hanya 4,1 mm ketika dibuka sehingga menjadi Galaxy Z Fold paling tipis yang pernah dibuat Samsung. Bobotnya mencapai 215 gram sehingga tetap terasa premium saat digenggam.
Sementara itu, Galaxy Z Fold8 memiliki lebar sekitar 81,9 mm saat dilipat dengan ketebalan 9,7 mm dan bobot hanya 201 gram yang menjadikannya seri Fold paling ringan dari Samsung. Meski desainnya berbeda, keduanya sama-sama menggunakan teknologi Flex Titanium dengan struktur titanium alloy dan pelat titanium baru untuk meningkatkan daya tahan layar sekaligus mengurangi bekas lipatan.
Samsung juga membekali kedua perangkat dengan engsel generasi terbaru yang mampu mendistribusikan tekanan secara lebih merata sehingga crease semakin minim. Hasilnya, proses membuka dan menutup layar terasa lebih ringan, lebih halus, serta membuat konstruksi bodi semakin kokoh untuk penggunaan jangka panjang.
Layar

Layar menjadi salah satu pembeda utama di antara kedua smartphone ini. Varian Ultra dibekali layar depan 6,5 inci dengan rasio memanjang dan layar utama 8 inci berasio 11:10. Ukurannya yang lebih besar memberikan ruang kerja lebih luas sehingga nyaman digunakan untuk multitasking, membuka beberapa aplikasi sekaligus, mengedit dokumen, hingga mengelola spreadsheet.
Sementara itu, versi reguler hadir dengan layar depan 5,5 inci yang memiliki rasio sekitar 16:10 sehingga terasa lebih lebar saat digunakan dalam posisi terlipat. Ketika dibuka, layar utamanya berukuran 7,6 inci dengan rasio 4:3 yang lebih ideal untuk membaca e-book, menjelajahi website, melihat foto, maupun menikmati berbagai konten multimedia.
Meski memiliki ukuran dan rasio yang berbeda, keduanya sama-sama menggunakan panel LTPO OLED dengan refresh rate adaptif 1-120Hz. Samsung juga menyematkan Vision Booster, tingkat kecerahan hingga 3.000 nits, serta lapisan low-reflection agar layar tetap nyaman digunakan di dalam maupun luar ruangan.
Jika dibandingkan, varian reguler lebih unggul untuk menonton video dan bermain game karena tampilannya lebih lebar dan terasa seperti tablet. Di sisi lain, varian Ultra lebih cocok untuk produktivitas karena mampu menampilkan lebih banyak konten dalam satu layar sehingga aktivitas multitasking terasa lebih maksimal.
Baca juga: Samsung Galaxy M47 vs Motorola Edge 70 Fusion, Mana yang Lebih Worth It?
Kamera

Perbedaan kamera menjadi salah satu alasan utama kedua smartphone ini menyasar pengguna yang berbeda. Varian Ultra dibekali kamera utama 200MP yang telah ditingkatkan dengan HDR untuk foto dengan rentang dinamis lebih baik. Kamera ini juga mendukung perekaman video 8K menggunakan codec APV terbaru serta fitur Cine LUT untuk menghasilkan warna bergaya sinematik langsung dari smartphone.
Samsung turut menyempurnakan Nightography agar hasil foto dan video di kondisi minim cahaya terlihat lebih terang dan detail. Konfigurasi kameranya semakin lengkap berkat kamera ultrawide 50MP dan kamera telephoto 10MP dengan optical zoom 3x yang membuat pengambilan gambar jarak jauh lebih fleksibel.
Sementara itu, versi reguler mengandalkan konfigurasi dual camera yang terdiri dari kamera utama 50MP dan kamera ultrawide 50MP. Kamera utamanya juga mendukung in-sensor zoom hingga 2x sehingga tetap mampu menghasilkan pembesaran dengan detail yang baik.
Namun, karena tidak dibekali kamera telephoto, kemampuan zoom optiknya memang lebih terbatas dibandingkan varian Ultra. Meski begitu, kamera ultrawide 50MP tetap mampu menghasilkan foto lanskap maupun foto grup dengan detail yang tajam.

Untuk kebutuhan selfie, keduanya sama-sama menggunakan dua kamera depan 10MP. Kamera pada cover display memiliki sudut pandang 85 derajat, sedangkan kamera di layar utama menawarkan sudut pandang 100 derajat sehingga tetap nyaman digunakan untuk selfie atau video call saat perangkat dilipat maupun dibuka.
Samsung juga menghadirkan fitur baru seperti Dual Recording yang memungkinkan pengguna merekam dari dua sisi sekaligus dengan cover display sebagai layar preview, serta My FanCam yang dapat mengikuti pergerakan subjek secara otomatis lalu menyesuaikan framing sesuai rasio video yang dipilih.
Jika dibandingkan, varian Ultra jelas lebih unggul untuk fotografi, videografi, dan kebutuhan pembuatan konten berkat sensor 200MP, telephoto 3x, serta fitur video yang lebih lengkap. Di sisi lain, versi reguler tetap menawarkan kualitas kamera yang sangat baik untuk penggunaan sehari-hari, dokumentasi, hingga pembuatan konten media sosial tanpa perlu membawa perangkat yang lebih mahal.
Chipset dan Performa

Dari sisi performa, tidak ada perbedaan chipset di antara kedua perangkat karena sama-sama ditenagai Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy yang juga digunakan pada seri Galaxy S26. Samsung juga memastikan seluruh lini Galaxy Z Fold8 hanya menggunakan chipset Snapdragon tanpa varian Exynos.
Berkat chipset flagship tersebut, keduanya mampu menjalankan aplikasi berat, bermain game, mengedit konten, hingga memaksimalkan berbagai fitur Galaxy AI dengan lancar. Perbedaan utamanya terletak pada sistem pendingin.
Varian Ultra dibekali graphite cooling berukuran lebih besar sehingga mampu menyebarkan panas dengan lebih efektif saat digunakan untuk multitasking, rendering konten, maupun menjalankan fitur AI dalam waktu lama. Sementara itu, versi reguler tetap menawarkan performa yang sama untuk penggunaan sehari-hari karena menggunakan chipset identik, meski sistem pendinginnya tidak sebesar varian Ultra.
Di sektor memori, keduanya hadir dengan konfigurasi yang sama. Varian 256GB dan 512GB dipadukan dengan RAM 12GB, sedangkan varian 1TB mendapatkan RAM 16GB agar lebih optimal saat menjalankan banyak aplikasi sekaligus. Untuk urusan software, kedua smartphone langsung menjalankan One UI 9 berbasis Android 17 dan dijanjikan memperoleh pembaruan sistem operasi serta patch keamanan hingga tujuh tahun.
Samsung juga mengoptimalkan Galaxy AI pada seluruh lini Galaxy Z Fold8 sehingga berbagai fitur AI dapat bekerja lebih baik mengikuti desain layar lipat. Pengguna pun dapat menikmati multitasking yang lebih cerdas, integrasi Gemini Intelligence, serta berbagai fitur berbasis AI yang membantu menyelesaikan pekerjaan dengan lebih cepat dan lebih sedikit langkah.
Baca juga: Spesifikasi Samsung Galaxy A27 vs Galaxy A26: Perlukan Upgrade?
Baterai

Samsung membawa peningkatan yang cukup besar pada sektor baterai di kedua smartphone ini. Varian Ultra kini dibekali baterai Silicon-Carbon berkapasitas 5.000mAh, meningkat dari 4.400mAh pada Galaxy Z Fold7. Kapasitas yang lebih besar ini diklaim mampu memberikan daya tahan lebih lama untuk bekerja, membuat konten, hingga menikmati hiburan sepanjang hari tanpa harus sering mengisi ulang.
Sementara itu, versi reguler hadir dengan baterai 4.800mAh yang juga mengalami peningkatan dibanding generasi sebelumnya. Meski kapasitasnya sedikit lebih kecil, baterai tersebut dinilai sudah cukup untuk mendukung aktivitas harian seperti bermain game, streaming video, membaca, hingga multitasking karena dipadukan dengan ukuran layar yang lebih ringkas.
Untuk pengisian daya, keduanya sama-sama mendukung fast charging 45W melalui kabel, wireless charging 20W, serta reverse wireless charging. Perbedaannya, varian Ultra dibekali teknologi dual-path charging architecture yang membuat proses pengisian daya lebih efisien. Berkat teknologi tersebut, baterainya dapat terisi hingga sekitar 67% dalam 30 menit, sedangkan versi reguler mampu mencapai sekitar 63% dalam durasi yang sama.
Harga Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra vs Galaxy Z Fold8

Samsung menawarkan Galaxy Z Fold8 Ultra dan Galaxy Z Fold8 dalam tiga pilihan kapasitas penyimpanan. Harga yang ditawarkan menyesuaikan dengan konfigurasi memori, sementara varian Ultra diposisikan sebagai model premium dengan banderol lebih tinggi berkat spesifikasi yang lebih lengkap. Berikut harga resmi selama masa pre-order di Indonesia.
Galaxy Z Fold8 Ultra
- Galaxy Z Fold8 Ultra 256GB + 12GB RAM: Rp30.499.000
- Galaxy Z Fold8 Ultra 512GB + 12GB RAM: Rp34.499.000
- Galaxy Z Fold8 Ultra 1TB + 16GB RAM: Rp40.499.000
Galaxy Z Fold8
- Galaxy Z Fold8 256GB + 12GB RAM: Rp26.499.000
- Galaxy Z Fold8 512GB + 12GB RAM: Rp30.499.000
- Galaxy Z Fold8 1TB + 16GB RAM: Rp36.499.000
Selama periode pre-order, Samsung juga menghadirkan berbagai promo menarik seperti upgrade memori, Google AI Pro gratis selama enam bulan dengan penyimpanan cloud 5TB, potongan harga melalui program trade-in, Samsung Care+, cicilan 0%, hingga diskon untuk pembelian aksesori dan perangkat wearable tertentu.
Baca juga: Sony Xperia 1 VIII vs Samsung Galaxy S26 Ultra: Mana yang Lebih Menarik?
Penutup
Itulah perbandingan Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra vs Galaxy Z Fold8 yang bisa menjadi referensi sebelum menentukan pilihan. Jika Anda menginginkan smartphone lipat dengan kemampuan kamera lebih lengkap, layar yang lebih luas untuk produktivitas, serta baterai yang lebih besar, Galaxy Z Fold8 Ultra layak dipertimbangkan.
Namun, jika mengutamakan desain yang lebih ringan, layar lebar untuk menikmati hiburan, dan harga yang lebih terjangkau, Galaxy Z Fold8 juga menjadi pilihan yang menarik.
Sedang mencari smartphone Samsung lainnya? Temukan berbagai pilihan HP Samsung original dengan garansi resmi, mulai dari seri Galaxy A, Galaxy S, Galaxy Z, hingga aksesori pendukungnya hanya di Doran Gadget. Kunjungi Doran Gadget sekarang dan dapatkan penawaran menarik serta kemudahan berbelanja sesuai kebutuhan Anda.































































