Insta360 X6 vs Insta360 X5

Doran Gadget – Insta360 X6 hadir sebagai penerus Insta360 X5 dengan sejumlah peningkatan yang cukup besar. Meski sama-sama merupakan kamera 360 derajat, X6 membawa perubahan yang membuatnya tidak sekadar menjadi pembaruan kecil dari generasi sebelumnya. Lalu, seberapa besar perbedaan Insta360 X6 vs Insta360 X5? Berikut perbandingan lengkapnya yang wajib Anda ketahui.

Spesifikasi Insta360 X6 vs Insta360 X5

SpesifikasiInsta360 X5Insta360 X6
Sensor & LensaDual sensor 1/1.28″, aperture F2.0, focal length 6mm
Dual sensor 1/1.1″ square, aperture F2.0, 35mm equivalent 7.78mm
LayarTidak disebutkanOLED 2,32 inci
Video 360°Hingga 8K 30fps; 5.7K+ 30fps; 5.7K 60fps; 4K 120fps
Hingga 8K 50fps; 6K 60fps; 4K 100fps
Video Flat/Single-LensSingle-Lens hingga 4K 60fps; FreeFrame hingga 4K 30fps; Me Mode hingga 4K 30fps
Flat Video hingga 5K 60fps; 4K hingga 120fps; FreeFrame hingga 6K 30fps
InstaFrameInstaFrame 2.0: Flat 4K dan 360 Video 5.7K+
InstaFrame 2.0: Flat 4K + 360 Video 8K backup
PureVideo & Low-Light360° hingga 8K 30fps; Single-Lens hingga 4K 30fps
360° hingga 8K 30fps; Flat hingga 4K 60fps
Foto360° hingga 72MP
360° hingga 120MP; Flat hingga 42MP
Video & ColorH.264/H.265, bitrate hingga 180Mbps, Vivid/Standard/Flat, I-Log
H.265, bitrate hingga 240Mbps, Standard Rec.709, Dolby Vision, I-Log
Mode PengambilanVideo, PureVideo, InstaFrame 2.0, Timelapse, TimeShift, Bullet Time, Loop Recording, Road Mode, Photo, Interval, Starlapse, Burst
Video, PureVideo, Timelapse, TimeShift, Bullet Time, Loop Recording, Road Mode, InstaFrame 2.0, FreeFrame, Photo, Interval, Starlapse
AudioWind Noise Reduction, Voice Enhancement, Stereo, 360° Audio; 48kHz 16-bit AAC
Auto Wind Noise Reduction, Intelligent Voice Enhancement, Stereo, 360° Audio, Engine Sound Enhancement; 48kHz 16-bit AAC
Baterai & Durasi2.400mAh; 8K30 hingga 93 menit; 80% dalam 20 menit
2.600mAh; 8K30 hingga 140 menit; 80% dalam 24 menit
PenyimpananmicroSD UHS-I V30 atau lebih tinggi
64GB internal (47GB tersedia) + microSD UHS-I V30 atau lebih tinggi
Dimensi & Bobot46 × 124,5 × 38,2mm; 200g
50 × 100 × 40mm; 196g
Ketahanan & KonektivitasWaterproof 15m, Bluetooth 5.2, Wi-Fi 802.11a/n/ac, USB-C 3.0, 6-axis gyroscope
Waterproof 20m, Bluetooth 5.3, Wi-Fi 6, USB-C 3.1, 6-axis gyroscope
Mounting & Fitur TambahanMounting point 1/4″, quick release
1/4″ threaded interface, magnetic mounting, native Dolby Vision, konsumsi daya 35% lebih rendah saat 8K30 dibandingkan X5

Baca juga: Spesifikasi Insta360 X6: Jadi Action Cam Terbaik Tahun Ini!

sc: insta360

Desain dan Build

Insta360 X6 membawa perubahan desain yang cukup terasa dibandingkan X5. Bodinya kini lebih pendek dan lebar dengan dimensi sekitar 100 × 50 × 40 mm. Sementara itu, X5 memiliki ukuran sekitar 124,5 × 46 × 38 mm. Bentuk tersebut membuat X6 terasa lebih rendah dan seimbang ketika digunakan dengan selfie stick. Profil yang lebih rendah juga berpotensi lebih praktis saat dipasang pada helm atau body mount.

Dari sisi bobot, perbedaannya tidak terlalu jauh karena X6 memiliki berat sekitar 195 hingga 196 gram. Adapun X5 memiliki bobot sekitar 200 gram. Perubahan lain terlihat pada layar. X6 menggunakan layar OLED 2,32 inci yang lebih kecil dibandingkan LCD 2,5 inci milik X5.

Meski begitu, layar OLED pada X6 disebut lebih terang dan lebih mudah dibaca di luar ruangan. X6 juga mendapatkan haptic feedback yang lebih baik serta dukungan always-on display. Namun, perubahan ke kontrol layar sentuh membuat sebagian pengguna dalam pengujian lebih menyukai tombol fisik yang tersedia pada X5.

Beralih ke ketahanan, X6 menawarkan kemampuan penggunaan di dalam air hingga 20 meter tanpa casing tambahan. Batas tersebut lebih tinggi dibandingkan X5 yang mencapai 15 meter tanpa casing. Jika menggunakan dive case resmi, keduanya tetap dapat digunakan hingga kedalaman 60 meter.

X6 juga membawa Replaceable Lens 2.0 yang menjadi peningkatan dari sistem lensa pada generasi sebelumnya. Berdasarkan klaim yang tersedia, lensa X6 memiliki ketahanan terhadap goresan hingga lima kali lebih tinggi dibandingkan X5.

Biaya penggantian lensanya juga disebut lebih rendah. Dengan begitu, perbedaan X6 dan X5 tidak hanya terlihat dari bentuk bodi. X6 juga membawa perubahan pada layar, sistem kontrol, ketahanan air hingga 20 meter, serta sistem lensa yang lebih tahan terhadap goresan dan lebih terjangkau untuk diganti.

Sensor dan Prosesor

Peningkatan hardware utama pada Insta360 X6 terdapat pada bagian sensor. Kamera ini menggunakan dua sensor berukuran 1/1.1 inci. Ukuran tersebut lebih besar dibandingkan dua sensor 1/1.28 inci yang digunakan Insta360 X5. Sensor yang lebih besar memungkinkan X6 menangkap lebih banyak cahaya.

Hasilnya juga dapat memberikan dynamic range yang lebih luas serta kualitas gambar yang lebih baik saat kondisi pencahayaan kurang ideal. Pada penggunaan siang hari, perbedaan kualitas gambar memang terlihat meski dalam pengujian tidak selalu terasa sangat drastis.

Peningkatan yang lebih jelas justru terlihat saat kamera digunakan pada kondisi low-light, senja, hingga malam hari karena X6 mampu mempertahankan detail dengan lebih baik sekaligus mengurangi noise dibandingkan X5. Tidak hanya mengandalkan sensor yang lebih besar, Insta360 X6 juga dibekali prosesor AI octa-core yang dibuat menggunakan proses 4nm.

Sementara itu, Insta360 X5 menggunakan sistem Triple AI berbasis proses 5nm. Perbedaan pada sensor dan sistem pemrosesan tersebut membuat X6 memiliki fondasi hardware yang lebih kuat untuk mengolah gambar dan video. Kombinasi keduanya juga menjadi salah satu faktor yang mendukung peningkatan kualitas gambar serta kemampuan pemrosesan video dibandingkan generasi sebelumnya.

Baca juga: Insta360 Luna Ultra vs DJI Osmo Pocket 4: Mana yang Terbaik untuk Content Creator?

Kamera Insta360 X6
sc: insta360

Rekaman Video dan Foto 360°

Salah satu peningkatan terbesar Insta360 X6 terlihat dari kemampuan merekam video 360 derajat hingga resolusi 8K pada 50fps. Sebagai perbandingan, Insta360 X5 hanya mendukung 8K pada 30fps. Frame rate yang lebih tinggi membuat gerakan terlihat lebih mulus sekaligus memberikan fleksibilitas lebih saat footage digunakan untuk editing atau konten dengan banyak gerakan.

X6 juga menyediakan mode single-lens hingga 5K 60fps serta 4K 120fps. Kemampuan ini membuatnya lebih fleksibel ketika digunakan seperti action camera karena pengguna bisa mengambil video biasa tanpa harus selalu melakukan reframing dari footage 360 derajat.

Berkat fitur tersebut, X6 menawarkan tiga pendekatan penggunaan. Kamera ini bisa dipakai untuk merekam video 360 derajat, mengambil video single-lens seperti action camera, atau membuat footage dengan subject tracking melalui InstaFrame 2.0.

Kemampuan fotografi X6 juga mendapatkan peningkatan yang cukup besar. Kamera ini mampu menghasilkan foto 360 derajat hingga 120MP. Sementara itu, X5 memiliki resolusi maksimum 72MP. Resolusi yang lebih tinggi membuat X6 mampu menyimpan lebih banyak detail sekaligus memberikan ruang lebih luas saat foto ingin di-reframing.

Hasil tersebut juga didukung oleh dua sensor berukuran 1/1.1 inci yang membantu menangkap lebih banyak cahaya dan meningkatkan dynamic range. Jadi, peningkatan X6 bukan hanya soal jumlah megapiksel. Kombinasi sensor yang lebih besar dengan resolusi 120MP menjadi salah satu keunggulan utamanya.

Di sisi lain, X5 dengan 72MP tetap mampu menghasilkan foto yang kuat untuk generasinya. Namun, bagi pengguna yang mengutamakan detail dan kualitas gambar tinggi dari kamera 360 Insta360, X6 menawarkan kemampuan yang lebih tinggi.

Warna dan Low-Light

Insta360 X6 membawa peningkatan pada kualitas warna dan pengolahan video dengan dukungan 10-bit color. Sementara itu, X5 masih menggunakan 8-bit pada konfigurasi yang dibandingkan dalam sumber. X6 juga memiliki bitrate maksimum hingga 240Mbps sehingga lebih tinggi dibandingkan X5 yang mencapai 180Mbps.

Dukungan 10-bit ini terasa penting bagi pengguna yang ingin melakukan color grading karena mampu memberikan ruang pengolahan warna yang lebih luas. X5 memang sudah menyediakan profil I-Log, tetapi mode low-light PureVideo pada kamera tersebut belum mendukung 10-bit.

X6 kemudian mengatasi batasan itu dengan menghadirkan 10-bit pada seluruh mode pengambilan gambar termasuk mode low-light. Tidak berhenti di sana, X6 juga menjadi kamera 360 pertama yang mendukung Dolby Vision langsung dari dalam kamera. Fitur tersebut tidak tersedia pada X5 sehingga menjadi tambahan menarik bagi pengguna yang memiliki workflow produksi video lebih serius.

Kemampuan mengambil gambar dalam kondisi minim cahaya menjadi bagian yang paling ditingkatkan pada X6. Kamera ini membawa versi PureVideo yang telah diperbarui sehingga dapat membantu mengurangi noise dan mempertahankan detail dengan lebih baik. Perbedaannya paling mudah terlihat ketika kamera digunakan pada malam hari, saat senja, atau ketika berhadapan dengan kondisi pencahayaan yang kompleks.

Sementara itu, perbedaan pada siang hari cenderung lebih halus sehingga pengguna X5 yang lebih sering merekam dalam kondisi terang mungkin tidak merasakan peningkatan sebesar pengguna yang sering mengambil footage malam hari. Kombinasi sensor 1/1.1 inci yang lebih besar dengan dukungan 10-bit dan pemrosesan gambar yang lebih baru membuat X6 memiliki keunggulan yang lebih terasa ketika kondisi cahaya mulai menantang.

Baca juga: Duel DJI Avata 360 vs Insta360 Antigravity A1, Siapa Juaranya?

Desain Insta360 X6
sc: insta360

Audio dan InstaFrame

Soal audio, peningkatan terlihat dari sistem mikrofon 360 derajat yang sudah dibekali kemampuan windproof. Sebagai pembanding, X5 menggunakan sistem spatial audio dengan empat mikrofon. Dalam pengujian yang ada pada sumber, suara X6 terdengar lebih jelas dan noise akibat angin juga lebih terkendali.

Kemampuan tersebut tentu belum membuat mikrofon internal mampu menggantikan mikrofon eksternal untuk kebutuhan produksi profesional. Namun, hasilnya sudah cukup membantu untuk perekaman kasual, perjalanan, hingga aktivitas outdoor yang sering berhadapan dengan suara angin.

Untuk kebutuhan vlogging, InstaFrame 2.0 membuat kamera ini semakin fleksibel. Fitur tersebut dapat menjaga subjek tetap berada di dalam frame melalui subject tracking sekaligus mempertahankan horizon meskipun orientasi kamera berubah. Pengguna pun bisa menghasilkan video flat dengan framing otomatis sehingga pengalaman penggunaannya menyerupai kamera vlogging dengan gimbal.

X5 sebenarnya sudah memiliki InstaFrame, tetapi versi 2.0 pada X6 membawa sistem tracking yang lebih baru dan dipadukan dengan kemampuan video yang lebih baik. Dengan begitu, pengguna tidak hanya bisa mengambil video 360 derajat tetapi juga membuat konten dengan framing yang lebih praktis.

AI dan Editing

Salah satu fitur software baru yang menarik adalah AI Director yang dapat menganalisis footage lalu melakukan proses editing secara otomatis. Fitur ini juga bisa membuat draft video yang kemudian dapat ditinjau kembali oleh pengguna.

Selain itu, tersedia Auto Edit 2.0 yang mampu menyusun footage menjadi video dengan framing, pergerakan, potongan, musik, dan transisi secara otomatis. Proses tersebut menggunakan model AI 360 milik Insta360 yang disebut PanoMind.

Meski menawarkan kemudahan, pengalaman software pada tahap awal belum sepenuhnya sempurna. Dalam pengujian, aplikasi mobile X6 versi beta mengalami beberapa masalah stabilitas terutama saat digunakan pada perangkat yang lebih lama. Sementara itu, aplikasi desktop Insta360 Studio dinilai lebih stabil.

Untuk kebutuhan editing yang lebih serius, sejumlah dukungan tambahan membuat X6 lebih siap digunakan dalam workflow profesional. Kamera ini mendukung 10-bit di seluruh mode pengambilan gambar termasuk low-light serta menyediakan Dolby Vision langsung dari kamera.

Selain itu, X6 disebut memiliki kompatibilitas native dengan DaVinci Resolve. Namun, saat pengujian dilakukan fitur tersebut membutuhkan DaVinci Resolve 22 yang belum tersedia sehingga belum dapat diuji secara langsung. Karena itu, dukungan tersebut perlu dipahami sebagai kemampuan yang disebutkan dalam sumber dan bukan hasil pengujian langsung.

X5 sendiri tetap mendukung workflow editing dan memiliki plugin untuk Adobe Premiere Pro. Namun, pengguna yang mengandalkan DaVinci Resolve, color grading, atau proses editing video yang lebih kompleks akan mendapatkan arah pengembangan yang lebih profesional melalui X6.

Baca juga: Perbandingan DJI Osmo Action 6 vs Insta360 Ace Pro 2, Mana Pilihanmu?

INSTA360 X5 - Backup Data Otomatis
sc: insta360

Baterai dan Storage X6

Daya tahan menjadi salah satu bagian yang mendapat peningkatan pada X6. Kapasitas baterainya mencapai 2.600mAh sehingga lebih besar dibandingkan 2.400mAh pada X5. Pada pengaturan 8K 30fps, X6 diklaim mampu merekam hingga 140 menit.

Sementara itu, X5 hanya sekitar 93 menit pada pengaturan yang sama. Dalam salah satu pengujian, X6 mampu bertahan sekitar 136 menit sehingga hasilnya cukup mendekati klaim resmi 140 menit. Manajemen panasnya juga menunjukkan peningkatan.

Saat digunakan merekam 8K 30fps secara terus-menerus, X5 dilaporkan berhenti akibat overheating setelah 47 menit. Sebaliknya, X6 tidak mengalami overheating selama pengujian tersebut. Meski hasil penggunaan nyata dapat berbeda, kemampuan ini menunjukkan bahwa X6 lebih siap untuk perekaman dalam durasi panjang.

Namun, X5 masih sedikit unggul dalam kecepatan pengisian karena dapat mencapai 80% dari kondisi kosong dalam sekitar 20 menit. X6 membutuhkan sekitar 24 menit untuk mencapai tingkat pengisian yang sama. Di sisi penyimpanan, X6 membawa storage internal yang tidak tersedia pada X5.

Kapasitas bawaannya mencapai 60GB dengan sekitar 47GB yang bisa digunakan untuk menyimpan foto dan video. Sementara itu, X5 sepenuhnya mengandalkan microSD untuk mulai merekam. Storage internal tersebut memang belum bisa menggantikan microSD jika digunakan untuk merekam video 8K dalam waktu lama.

Namun, fitur ini tetap berguna sebagai penyimpanan cadangan ketika pengguna lupa memasang kartu memori atau kapasitas microSD sudah penuh. Kedua kamera tetap menyediakan slot microSD sehingga storage internal pada X6 lebih berfungsi sebagai tambahan fleksibilitas dan bukan pengganti media penyimpanan eksternal sepenuhnya.

Baca juga: Ekosistem Insta360: Kamera 360, Cloud, dan Solusi Enterprise dalam Satu Rangkaian

Perbandingan Harga

Selain fitur dan teknologi, perbandingan lainnya yang patut diketahui adalah harganya. Di Indonesia Insta360 X5 dijual dengan harga yang berbeda sebagai berikut:

Sementara itu, untuk Insta360 X6 dibanderol dengan harga Rp15.2 jutaan. Meski terbilang lebih mahal, namun jika dilihat dari fitur unggulan yang dimiliki pada seri terbaru ini meemang lebih unggul. Jadi, jika Anda menginginkan kamera dengan fitur lebih tinggi dari generasi sebelumnya dan tidak mempermasalahkan dari segi harga, maka X6 layak untuk dipilih.

Penutup

insta360-x6-desc-1

Insta360 X6 membawa banyak peningkatan dibandingkan X5, mulai dari sensor lebih besar, video 8K 50fps, foto 120MP, dukungan 10-bit, hingga kemampuan low-light dan baterai yang lebih baik.

Berbagai fitur baru seperti InstaFrame 2.0, AI Director, Auto Edit 2.0, serta storage internal juga membuatnya semakin fleksibel untuk membuat konten. Tertarik mencoba kamera Insta360 untuk kebutuhan konten Anda? Yuk, beli kamera Insta360 di Doran Gadget dan temukan pilihan yang sesuai dengan kebutuhan Anda!

Artikel terkait:

Smartphone & Tablet

Mobile Accessories

Computer Accessories

Wearable Device

Camera & Video

Audio Device

Home Electronics

Gadget Storage

Gaming Support

Entertainment

Artikel

Garmin Fenix 9 vs Fenix 8: Perbandingan Spesifikasi dan Fitur Lengkap

LOKASI TOKO

Doran Gadget

Surabaya

Doran Gadget
Bandung

Doran Gadget

Semarang

Doran Gadget
Jakarta

Doran Gadget
Bali

Doran Gadget
Manado

Doran Gadget

Banjarmasin

Doran Gadget

Makassar

Doran Gadget

Samarinda

Doran Gadget

Yogyakarta

Doran Gadget

Balikpapan

Doran Gadget

Sidoarjo