Doran Gadget – Sejak beberapa tahun belakangan film Indonesia mulai kembali diminati oleh masyarakat di tanah air. Hal itu karena semakin berkualitasnya alur cerita yang disajikan hingga teknologi visual yang mampu menghadirkan adegan yang tak kalah keren. Bahkan, beberapa film sempat memecahkan rekor penonton terbanyak. Lantas film Indonesia terbaru apa saja yang wajib Anda tonton di bulan ini? Simak selengkapnya di sini!
Daftar Film Indonesia Terbaru
Berikut deretan film Indonesia terbaru yang bisa Anda tonton bersama keluarga, teman atau orang tersayang di bioskop terdekat. Mulai dari genre horor hingga yang dapat menggugah emosi dengan jalan kisah yang disuguhkan. Anda bisa memilih sesuai dengan genre kesukaan. Jangan lupa untuk catat tanggal dan amankan tiketnya sesegera mungkin:
1. GJLS: Berapi-Api – (5 November)
Flim pertama di bulan ini yang wajib Anda tonton adalah ‘GJLS: Berapi-Api’ yang memadukan komedi dan drama aksi. Film garapan Monty Tiwa ini dibintangi trio komika Rigen Rakelna, Hifdzi Khoir, dan Ananta Rispo. Ceritanya mengikuti tiga sahabat, yakni Rigen, Hifdzi, dan Rispo, yang punya ambisi menjadi petugas pemadam kebakaran agar bisa tampil heroik ketika berhadapan dengan kobaran api.
Namun, perjalanan mereka tidak berjalan mulus setelah gagal dalam pelatihan bersama regu legendaris Algojo Api. Alih-alih langsung bergabung dengan tim utama, ketiganya justru harus menjalani tugas-tugas yang dianggap sepele. Keinginan untuk segera membuktikan kemampuan membuat mereka nekat mengambil jalan pintas, sampai akhirnya terseret ke misi berbahaya untuk menyelamatkan anak-anak dari sindikat kriminal.
Baca juga: 25 Rekomendasi Film Romantis Indonesia Terbaik 2026
2. Gak Ada Matinya – (5 November)
Berikutnya adalah ‘Gak Ada Matinya’ dengan jalan cerita mengisahkan Binsar (Oki Rengga), eorang pria yang sedang menghadapi masa sulit. Tunggakan cicilan KPR dan kehilangan pekerjaan membuat kondisi finansialnya semakin terjepit. Situasi mulai berubah ketika Binsar mengetahui bahwa ayahnya yang baru meninggal ternyata memiliki asuransi jiwa dengan uang pertanggungan yang berpotensi menyelamatkan kondisi ekonominya.
Masalahnya, harapan Binsar tidak berjalan sesuai rencana. Dalam perjalanan menuju rumah duka, sang ayah yang sudah berada di mobil jenazah mendadak hidup kembali alias mengalami mati suri. Momen yang seharusnya dipenuhi kesedihan pun berubah menjadi situasi serba membingungkan, terutama bagi Binsar yang sebelumnya melihat asuransi tersebut sebagai jalan keluar.
3. Rambut Sewu: Satu Langkah Getih – (5 November)
‘Rambut Sewu: Satu Langkah Getih’ menghadirkan kisah tentang teror misterius yang berawal dari sebuah rumah tua. Film garapan Hanny R. Saputra ini mengikuti Wulan yang diperankan Wavi Zihan, seorang perempuan yang pindah ke desa bersama ibunya, Ratih (Ruth Marini), setelah mendapatkan pekerjaan di pabrik teh. Mereka kemudian menempati rumah tua milik perusahaan. Namun, suasana tempat tinggal baru itu perlahan berubah mencekam ketika Wulan menemukan foto penghuni lama yang wajahnya sangat mirip dengan dirinya.
Sejak saat itu, Wulan mulai mengalami mimpi aneh, kejadian ganjil, hingga kehilangan kendali atas dirinya sendiri. Gangguan tersebut dikaitkan warga dengan Marni, penghuni lama rumah yang menyimpan misteri selama puluhan tahun. Ketika kejadian yang dialami Wulan mulai ramai di media sosial, Damar (Yusuf Mahardika), seorang jurnalis muda, datang menyelidiki bersama Suradi (Donny Alamsyah), sosok yang memahami kekuatan mistis masa lalu.
4. Putri, Jangan Gentayangan Lagi – (5 November)
Film ini mengangkat kisah Mak Eli (Kinaryosih), seorang pengemudi ojek online yang harus menghadapi kehilangan besar setelah putrinya, Putri (Kawai Labiba), meninggal dalam kondisi tragis. Sebelum meninggal, Putri diketahui pulang membawa seorang bayi dan mengalami penyakit parah. Kejadian tersebut meninggalkan banyak pertanyaan sekaligus luka bagi keluarga yang ditinggalkan.
Namun, kisahnya tidak berhenti pada peristiwa kematian. Arwah Putri mulai gentayangan dan membuat warga kampung merasa resah. Teror yang muncul perlahan membuka ruang bagi konflik emosional antara kehilangan, misteri, dan pencarian keadilan.
5. Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa Sih? – (12 November)
‘Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa Sih?’ punya cerita yang mungkin terasa familier. Film drama komedi garapan Archie Hekagery ini diadaptasi dari buku karya Samuel Ray dan dibintangi Aurora Ribero sebagai Bintang serta Rey Bong sebagai Bima. Cerita berpusat pada Bintang yang berusaha mendapatkan pekerjaan demi menghidupi dirinya dan keluarga. Kesempatan datang ketika ia diterima menjalani masa probation di sebuah perusahaan bumbu dapur besar.
Awalnya, Bintang dan rekan-rekan barunya mulai membangun hubungan serta beradaptasi dengan kehidupan kantor. Namun, suasana berubah ketika mereka mengetahui bahwa hanya satu orang yang akan diangkat menjadi karyawan tetap. Persahabatan dan kerja sama pun mulai berbenturan dengan ambisi, persaingan, serta kepentingan masing-masing.
6. Dewi Siluman Ular – (12 November)
‘Dewi Siluman Ular’ mengangkat kisah horor supranatural yang berangkat dari persoalan ekonomi dan keputusasaan. Film garapan Azhar Kinoi Lubis ini mengikuti Dedi yang diperankan Derby Romero. Hidup Dedi sedang berada dalam tekanan karena dikejar penagih utang, sementara istrinya membutuhkan biaya operasi caesar. Di tengah situasi yang semakin mendesak, Dedi mulai mencari jalan keluar instan untuk menyelamatkan keluarganya.
Keputusan tersebut membawanya pada ritual mistis yang berujung pada pernikahan dengan Dewi (Anya Geraldine), sosok jin berwujud siluman ular. Apa yang awalnya terlihat seperti solusi untuk memperoleh uang justru membuka pintu menuju ancaman yang jauh lebih besar.
Baca juga: 20+ Rekomendasi Film Horor Indonesia Terbaik & Terseram, Bikin Merinding!
7. Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati – (12 November)
Diadaptasi dari novel karya Brian Khrisna, film garapan Kuntz Agus ini mengikuti Ale (Benidictus Siregar), seorang pria yang mengalami depresi berat akibat tekanan hidup. Pada hari ulang tahunnya yang ke-37, Ale merasa kehilangan alasan untuk melanjutkan hidup dan memutuskan mengakhiri hidupnya. Namun, sebelum itu, ia ingin menikmati seporsi mi ayam favoritnya untuk terakhir kali.
Rencana sederhana tersebut justru membawanya pada pertemuan dengan sejumlah orang yang perlahan mengubah cara pandangnya. Ada Pram (Chicco Kurniawan), anak pemilik warung mi ayam, Murad (Teuku Rifnu Wikana), hingga Ibu Murni (Dewi Irawan), yang melihat sosok putranya dalam diri Ale. Dari interaksi tersebut, film ini mengeksplorasi kesehatan mental, kesepian, dan kemungkinan menemukan kembali harapan melalui hubungan antarmanusia.
8. Hamka: Awal Mula (Vol 3) – (19 November)
Pencinta film biografi bisa memasukkan ‘Hamka: Awal Mula (Vol 3)’ ke dalam daftar tontonan November. Film ini membawa penonton menyelami babak awal perjalanan hidup Buya Hamka, yang kembali diperankan Vino G. Bastian. Ceritanya dimulai di Maninjau, Sumatera Barat, ketika Hamka muda tumbuh dengan ketertarikan besar terhadap tradisi dan sastra. Minat tersebut sempat membuatnya mengabaikan pendidikan pesantren dan memicu konflik dengan sang ayah, Haji Rasul.
Perjalanan Hamka kemudian membawanya merantau ke Mekkah atas usahanya sendiri. Di Tanah Suci, ia memperluas wawasan, belajar berorganisasi, dan perlahan menemukan tujuan yang lebih besar dalam hidupnya. Di tengah pencarian jati diri itu, hadir Siti Raham, sosok yang memiliki peran penting dalam perjalanan personal Hamka. Film ini bukan sekadar mengangkat figur yang dikenal sebagai ulama, penulis, dan sastrawan, tetapi juga memperlihatkan proses tumbuhnya seorang anak muda dalam menghadapi perbedaan pandangan, pencarian ilmu, dan cita-cita.
9. Piye To Kih? – (19 November)
Film ‘Piye To Kih’ mengusung genre komedi horor mengisahkan tentang Mukidi. Ia adalah pria yang ingin memiliki kehidupan mapan dan rumah sendiri agar bisa menikahi wanita  impiannya. Harapan tersebut membuatnya mengambil keputusan untuk membeli rumah murah. Namun, rumah yang semula dianggap sebagai langkah penting menuju kehidupan baru justru membawanya pada pengalaman di luar dugaan.
Di tempat tinggal barunya, Mukidi bertemu Sukma, perempuan misterius yang berasal dari alam berbeda. Pertemuan itu kemudian mengubah cara pandangnya tentang kehidupan dan hubungan. Alih-alih sekadar mengejar materi, Mukidi mulai memahami bahwa menjadi pasangan yang pantas juga berkaitan dengan kedewasaan serta kemauan memperbaiki diri.
10. People Pleaser: Si Paling Gak Enakan – (19 November)
Pernah merasa sulit menolak permintaan orang lain karena takut mengecewakan mereka? Tema tersebut menjadi inti cerita ‘People Pleaser: Si Paling Gak Enakan’. Film ini mencertiakan sosok Karina, seorang perempuan yang terbiasa mendahulukan kebutuhan orang lain, bahkan ketika hal itu membuatnya harus mengesampingkan keinginan dan impiannya sendiri. Kebiasaannya untuk selalu mengiyakan permintaan membuat Karina terjebak dalam situasi yang perlahan menguras energi dan ruang bagi dirinya untuk berkembang.
Seiring perjalanan cerita, Karina mulai dihadapkan pada pilihan yang tidak mudah: terus berusaha menyenangkan semua orang atau mulai berani menentukan kebahagiaannya sendiri. Tema ini terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari, terutama bagi mereka yang sering merasa tidak enak hati ketika harus berkata tidak, baik di lingkungan pertemanan, keluarga, maupun pekerjaan.
Baca juga: 20+ Film Religi Indonesia yang Sarat Makna tentang Kehidupan
Penutup

sc: The Quint
Untuk melengkapi liburan saat nonton film, Anda pun bisa menggunakan gadget terbaru yang bisa didapatkan di Doran Gadget. Mulai dari smartwatch, smartphone, dan aksesoris gadget maupun komputer lainnya dari brand ternama. Semua barang original dan ada garansi resmi pabrikan. Selain itu, ada banyak bonus menarik untuk setiap pembelian di store, website, maupun aplikasi Doran Gadget. Selamat mencoba!























































