ciri ciri handphone kena sadap
sc: huawei

Doran Gadget – Mencari cara agar HP tidak disadap sekarang tidak cukup hanya dengan menghindari aplikasi mencurigakan. Akses ke percakapan dan data pribadi juga bisa terbuka ketika seseorang tertipu menautkan WhatsApp ke perangkat pelaku atau menyetujui izin akses akun yang berbahaya. Kedua pola tersebut dibahas dalam peringatan resmi Meta dan FBI pada 2026.

Namun, jangan langsung menyimpulkan HP disadap hanya karena baterainya boros atau perangkat terasa panas. Pemeriksaan perlu melihat konteks, aplikasi yang terpasang, izin akses, dan aktivitas akun. Berikut penjelasan mengenai modus yang perlu diwaspadai, ciri-cirinya, serta langkah perlindungan untuk Android dan iPhone.

Apa Itu HP Disadap?

HP disadap merupakan kondisi ketika informasi pribadi atau aktivitas di dalam perangkat diakses tanpa izin pemiliknya. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan berbagai bentuk penyusupan digital. Salah satunya adalah spyware atau stalkerware yang merupakan perangkat lunak untuk memantau aktivitas HP secara diam-diam.

Selain itu, penyadapan juga bisa terjadi akibat akses tidak sah ke akun tertentu. Contohnya ketika seseorang menautkan akun WhatsApp ke perangkat lain tanpa sepengetahuan pemiliknya. Meski begitu, percakapan atau informasi pribadi yang bocor tidak selalu berarti seluruh sistem HP sudah dikuasai orang lain.

Sumber masalahnya bisa berasal dari aplikasi berbahaya di perangkat atau akun yang diakses tanpa izin. Karena itu, cara penanganannya perlu disesuaikan. Jika penyebabnya adalah spyware, maka aplikasi tersebut perlu diperiksa dan dihapus dari HP. Sementara itu, jika masalahnya berasal dari akses akun maka pengaturan keamanan layanan terkait perlu segera diperiksa.

Baca juga: Cara Scan Dokumen Jadi PDF Tanpa Aplikasi Tambahan, Praktis Lewat HP!

penyebab hp disadap
sc: GPT AI Image Generator

Modus Penyadapan yang Perlu Diwaspadai

Beberapa cara penyadapan HP sebenarnya sudah lama dikenal dan masih menjadi ancaman hingga 2026. Seiring perkembangan teknologi, pelaku juga menggunakan berbagai cara baru untuk mendapatkan akses ke informasi pribadi, mulai dari penyalahgunaan izin aplikasi hingga penautan perangkat tanpa sepengetahuan pemiliknya. Berikut beberapa modus penyadapan yang perlu diwaspadai.

1. Penipuan Penautan Perangkat WhatsApp

Meta mengumumkan peringatan pada 11 Maret 2026 terkait permintaan penautan perangkat WhatsApp yang mencurigakan. Dalam modus ini, pelaku biasanya menggunakan alasan palsu untuk membujuk korban agar membagikan kode penautan atau memindai kode QR. Cara tersebut dilakukan agar korban tanpa sadar memberikan akses ke akun WhatsApp miliknya.

Jika korban menyetujui proses penautan tersebut maka perangkat milik pelaku dapat terhubung ke akun WhatsApp korban. Akibatnya, pelaku berpotensi mengakses percakapan dan aktivitas akun melalui perangkat yang sudah ditautkan. Karena itu, jangan sembarangan membagikan kode penautan atau memindai QR dari sumber yang tidak dikenal. Pastikan juga tujuan penautan perangkat sebelum menyetujuinya.

2. Phishing yang Meminta Izin Akses Akun

Pada 1 September 2026, FBI mengeluarkan peringatan mengenai modus OAuth consent phishing. Dalam serangan ini, pelaku mengarahkan korban untuk memberikan izin akses kepada aplikasi berbahaya melalui halaman persetujuan yang tampak resmi dari penyedia layanan. Dengan cara tersebut, pelaku tidak perlu mengetahui atau mencuri password korban untuk mendapatkan akses ke akun tertentu.

Izin yang diberikan bisa memungkinkan aplikasi berbahaya membaca email hingga mengakses file pribadi sesuai persetujuan korban. Karena akses tersebut terhubung melalui otorisasi aplikasi, mengganti password saja belum tentu cukup untuk menghentikannya. Korban juga perlu memeriksa pengaturan keamanan akun dan mencabut izin akses dari aplikasi yang mencurigakan agar akses tersebut tidak lagi digunakan oleh pelaku.

3. Pesan Suara Tiruan Menggunakan AI

FBI juga mengungkap kampanye penipuan yang memanfaatkan teknologi AI untuk membuat pesan teks dan suara tiruan. Melalui cara ini, pelaku dapat menyamar sebagai orang tertentu sehingga pesan yang dikirim terdengar lebih meyakinkan. Tujuannya adalah membangun kepercayaan korban sebelum mengarahkannya untuk membuka tautan mencurigakan atau memberikan informasi pribadi.

Namun, suara yang terdengar familiar belum tentu berasal dari orang yang sebenarnya. Karena itu, jangan langsung percaya jika menerima pesan suara dengan permintaan yang tidak biasa. Sebaiknya lakukan konfirmasi terlebih dahulu melalui nomor telepon atau jalur komunikasi lain yang sudah kamu kenal dan percayai.

4. QR Code yang Mengarah ke Situs Palsu

QR code dapat dimanfaatkan pelaku untuk menyembunyikan tautan menuju situs penipuan. Pada September 2026, FTC kembali mengingatkan masyarakat tentang risiko penyalahgunaan kode QR. Salah satu modusnya adalah menimpa QR code asli dengan kode milik penipu sehingga korban diarahkan ke alamat situs yang berbeda dari tujuan sebenarnya.

Meski begitu, memindai QR code tidak serta-merta membuat HP disadap. Risiko muncul ketika tautan tersebut mengarah ke situs berbahaya dan korban melakukan tindakan lebih lanjut. Misalnya, memasukkan password atau informasi pembayaran pada halaman palsu. Selalu periksa alamat situs yang muncul setelah memindai QR code sebelum membuka tautan atau memasukkan informasi pribadi.

5. Penipuan Melalui File APK Berbahaya

Modus penipuan menggunakan file APK sebenarnya bukan hal baru, tetapi masih perlu diwaspadai. Bank Indonesia menjelaskan bahwa pelaku biasanya mengirim aplikasi berbahaya dengan menyamar sebagai undangan digital atau informasi pengiriman paket. Korban kemudian diminta mengunduh dan memasang aplikasi tersebut di HP. Setelah terpasang, aplikasi bisa meminta izin akses tertentu yang berpotensi dimanfaatkan untuk mencuri data pribadi.

Perlu diketahui bahwa APK merupakan format file untuk memasang aplikasi pada perangkat Android dan bukan format dokumen biasa. Dalam modus yang dijelaskan Bank Indonesia, proses pemasangan aplikasi dan pemberian izin akses menjadi bagian penting dari upaya pencurian data. Hindari memasang file APK dari sumber tidak dikenal terlebih jika dikirim melalui pesan yang mencurigakan.

Baca juga: 10 Aplikasi Map Terbaik & Akurat untuk Mudik 2026!

Ciri - Ciri Handphone Kena Hack
sc: GPT AI Image Generator

Ciri – Ciri Handphone Kena Sadap

Tidak ada satu gejala khusus yang bisa memastikan bahwa HP sedang disadap. Beberapa perubahan pada perangkat memang bisa menjadi tanda adanya aktivitas mencurigakan. Namun, gejala tersebut juga bisa disebabkan oleh masalah lain. Karena itu, kenali beberapa ciri berikut sebagai alasan untuk memeriksa keamanan HP dan akun yang digunakan.

1. Ada Perangkat Tertaut yang Tidak Dikenal

Salah satu hal yang perlu diperiksa adalah daftar perangkat yang terhubung ke akun WhatsApp. Anda dapat menemukannya melalui menu Perangkat Tertaut. Jika ada perangkat yang tidak dikenal atau tidak pernah Anda beri izin untuk terhubung, maka segera keluarkan perangkat tersebut dari daftar.

WhatsApp sendiri menyarankan pengguna untuk memeriksa perangkat tertaut secara berkala. Langkah ini penting karena perangkat asing bisa menjadi tanda bahwa akun WhatsApp telah diakses orang lain. Namun, temuan tersebut tidak otomatis membuktikan bahwa seluruh sistem HP sudah disadap karena masalahnya bisa terbatas pada akses akun.

2. Muncul Aktivitas Akun yang Tidak Anda Lakukan

Pernah menerima notifikasi login dari perangkat asing atau menemukan perubahan pengaturan keamanan tanpa sepengetahuan Anda? Kondisi seperti ini perlu segera diperiksa. Begitu juga jika ada pesan yang terkirim melalui akun Anda padahal tidak merasa pernah mengirimnya. Google mencantumkan aktivitas yang tidak dikenal sebagai salah satu tanda bahwa akun mungkin sedang digunakan orang lain.

Untuk memastikannya, buka pengaturan keamanan akun melalui aplikasi atau situs resmi penyedia layanan. Periksa riwayat aktivitas dan perangkat yang memiliki akses ke akun tersebut. Hindari membuka tautan dari pesan peringatan yang belum jelas keasliannya karena bisa saja justru mengarah ke situs phishing.

3. Aplikasi Memiliki Akses yang Tidak Masuk Akal

Perhatikan izin akses yang diminta oleh aplikasi di HP. Aplikasi yang meminta akses sensitif tanpa alasan sesuai fungsinya patut dicurigai. Salah satu contohnya adalah izin aksesibilitas (Accessibility) yang dapat memberikan kemampuan kepada aplikasi untuk membaca isi layar dan berinteraksi dengan aplikasi lain atas nama pengguna. Jika disalahgunakan, maka akses ini berpotensi dimanfaatkan untuk mengambil informasi pribadi.

Meski demikian, fitur aksesibilitas juga digunakan oleh aplikasi resmi untuk membantu pengguna menjalankan fungsi tertentu. Jadi, tidak semua aplikasi yang meminta izin tersebut berbahaya. Periksa identitas pengembang dan tujuan penggunaan izinnya. Pastikan juga Anda memang pernah menyetujui akses tersebut sebelum membiarkannya tetap aktif.

4. Kamera atau Mikrofon Aktif pada Waktu yang Tidak Wajar

Munculnya indikator kamera atau mikrofon saat HP tidak sedang digunakan untuk merekam maupun melakukan panggilan bisa menjadi alasan untuk melakukan pemeriksaan. Pada iPhone, indikator berwarna oranye menandakan mikrofon sedang digunakan. Sementara itu, indikator hijau menunjukkan kamera sedang aktif atau digunakan bersama mikrofon.

Namun, indikator tersebut tidak selalu menandakan adanya penyadapan karena bisa muncul saat menggunakan aplikasi secara normal. Jika muncul pada waktu yang tidak sesuai dengan aktivitas Anda maka periksa aplikasi yang sedang mengaksesnya. Pengguna Android yang mendukung fitur Privacy Dashboard juga bisa melihat aplikasi yang menggunakan izin tertentu beserta waktu aksesnya.

5. Nomor Mendadak Tidak Bisa Menerima Telepon dan SMS

Gangguan layanan seluler yang terjadi secara tiba-tiba perlu diperhatikan, terutama jika disertai pemberitahuan bahwa kartu SIM diaktifkan pada perangkat lain. Kondisi ini bisa berkaitan dengan modus SIM swap atau pengambilalihan kartu SIM. Dalam praktiknya, pelaku memindahkan nomor telepon korban ke kartu SIM yang mereka kuasai sehingga panggilan dan SMS dapat diterima melalui perangkat pelaku.

Meski begitu, hilangnya sinyal atau gangguan jaringan saja belum cukup untuk memastikan terjadinya SIM swap. Masalah tersebut bisa disebabkan oleh gangguan operator maupun kartu SIM yang bermasalah. Untuk memastikannya, segera hubungi operator seluler melalui kanal resmi dan tanyakan status nomor yang digunakan.

6. Baterai Cepat Habis, HP Panas, dan Pemakaian Data Meningkat

Perubahan pada performa HP juga bisa menjadi alasan untuk memeriksa aktivitas perangkat. Misalnya, baterai yang lebih cepat habis dari biasanya atau suhu HP meningkat meskipun tidak digunakan untuk menjalankan aplikasi berat. Selain itu, pemakaian data internet yang tiba-tiba melonjak juga perlu diperhatikan. FTC memasukkan perubahan tersebut sebagai beberapa hal yang patut dicermati dalam dugaan penggunaan stalkerware.

Walaupun begitu, ketiga gejala tersebut tidak secara khusus menunjukkan adanya aplikasi penyadap. Baterai boros dan HP panas juga bisa disebabkan oleh aplikasi yang berjalan di latar belakang atau kondisi baterai yang sudah menurun. Sebaiknya periksa daftar aplikasi dan penggunaan data untuk mengetahui aktivitas yang menyebabkan perubahan tersebut sebelum mengambil kesimpulan.

7. Orang Lain Mengetahui Informasi Privat yang Tidak Dibagikan

Hal lain yang patut diwaspadai adalah ketika seseorang mengetahui informasi pribadi yang seharusnya tidak mereka ketahui. Contohnya, orang tersebut bisa mengetahui lokasi terkini atau isi percakapan pribadi tanpa pernah Anda ceritakan sebelumnya. Jika hal ini terjadi berulang kali maka ada baiknya Anda memeriksa keamanan HP dan akun yang digunakan.

FTC juga menyebut kondisi seperti ini sebagai salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam dugaan penggunaan stalkerware. Risiko tersebut semakin perlu dicermati jika orang yang bersangkutan pernah memiliki akses fisik ke HP milik Anda. Periksa aplikasi yang terpasang, izin akses lokasi, serta perangkat yang terhubung ke akun untuk mencari kemungkinan sumber kebocoran informasi.

Baca juga: 10 Aplikasi Scan Dokumen, Gratis untuk Diunduh!

cara agar hp tidak disadap
sc: GPT AI Image Generator

Cara Agar HP Tidak Disadap

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko HP disadap atau diakses orang lain tanpa izin. Perlindungan ini tidak hanya bergantung pada keamanan perangkat, tetapi juga mencakup akun pribadi dan kebiasaan saat menggunakan layanan digital. Berikut cara yang bisa Anda terapkan untuk menjaga keamanan HP.

1. Perbarui Sistem Operasi dan Aplikasi

Pastikan sistem operasi Android atau iOS serta aplikasi yang digunakan selalu mendapatkan pembaruan terbaru. Pembaruan ini biasanya membawa perbaikan keamanan untuk menutup celah yang berpotensi dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber.

Khusus pengguna Android, periksa juga ketersediaan pembaruan keamanan dan Google Play system update. Anda bisa menemukannya melalui pengaturan perangkat. Namun, nama dan lokasi menu dapat berbeda tergantung merek HP serta versi sistem operasi yang digunakan.

2. Gunakan Kunci Layar dan Jaga Akses Fisik

Mengaktifkan kunci layar menjadi salah satu cara sederhana untuk mencegah orang lain membuka HP tanpa izin. Gunakan PIN atau kata sandi yang sulit ditebak dan aktifkan fitur penguncian otomatis agar perangkat tidak dibiarkan terbuka saat sedang tidak digunakan.

Selain itu, hindari membagikan kode pembuka HP kepada orang lain. Hal ini penting karena seseorang yang memiliki akses fisik ke perangkat berpotensi mengubah pengaturan keamanan atau memasang aplikasi tertentu tanpa sepengetahuan Anda.

3. Instal Aplikasi dari Sumber Tepercaya

Biasakan mengunduh aplikasi melalui toko resmi seperti Google Play Store atau Apple App Store. Sebelum memasangnya, periksa identitas pengembang dan pastikan aplikasi tersebut berasal dari sumber yang dapat dipercaya. Hindari mengunduh file aplikasi dari lampiran pesan meskipun namanya terlihat seperti undangan digital, tagihan, atau informasi pengiriman paket.

Jika menerima pesan yang meminta Anda memasang aplikasi tertentu maka jangan langsung mengikuti instruksinya. Periksa terlebih dahulu melalui kanal resmi pihak yang mengirimkan informasi tersebut. Dengan begitu, Anda bisa menghindari aplikasi palsu yang berpotensi mencuri data pribadi.

4. Biarkan Google Play Protect Tetap Aktif

Bagi pengguna Android, Google Play Protect dapat membantu mendeteksi aplikasi yang berpotensi membahayakan perangkat. Untuk memeriksanya, buka Google Play Store kemudian pilih foto profil dan masuk ke menu Play Protect. Pastikan fitur pemindaian aplikasi tetap aktif.

Layanan ini dapat memeriksa perilaku aplikasi yang mencurigakan serta memberikan peringatan jika ditemukan risiko keamanan. Dalam kondisi tertentu, Google Play Protect juga dapat menonaktifkan atau menghapus aplikasi yang terdeteksi berbahaya. Meski begitu, hasil pemindaian tetap perlu dilengkapi dengan pemeriksaan izin aplikasi dan keamanan akun secara berkala.

5. Batasi Izin Aplikasi

Jangan langsung menyetujui semua permintaan akses yang muncul saat memasang atau menggunakan aplikasi. Periksa izin kamera, mikrofon, lokasi, kontak, hingga SMS sebelum memberikannya. Pastikan akses tersebut memang diperlukan untuk menjalankan fungsi aplikasi.

Perhatian khusus juga perlu diberikan pada izin aksesibilitas dan pengaturan terbatas. Google memperingatkan bahwa akses tersebut bisa membuka informasi sensitif jika diberikan kepada aplikasi berbahaya. Karena itu, jangan mengaktifkannya hanya karena ada seseorang yang meminta melalui pesan atau chat.

6. Gunakan Password Unik dan Passkey jika Tersedia

Gunakan kata sandi yang berbeda untuk setiap akun penting seperti email, media sosial, dan layanan perbankan. Hindari menggunakan password yang mudah ditebak atau memakai kombinasi yang sama di berbagai platform. Dengan begitu, kebocoran satu akun tidak langsung memberikan akses ke akun lainnya.

Jika layanan yang digunakan sudah mendukung passkey, Anda juga bisa mempertimbangkan fitur tersebut sebagai metode autentikasi. Passkey terikat pada identitas situs atau aplikasi sehingga lebih tahan terhadap serangan phishing dibandingkan password biasa. Namun, tetap periksa setiap permintaan izin aplikasi sebelum menyetujuinya.

Baca juga: 10 Aplikasi Ukur Kecepatan Koneksi Internet Terbaik

cara mencegah Handphone Kena Hack
sc: GPT AI Image Generator

7. Aktifkan Autentikasi Tambahan dan Lindungi Kodenya

Aktifkan autentikasi dua faktor atau two-factor authentication (2FA) pada akun yang menyediakan fitur tersebut. Perlindungan ini menambahkan proses verifikasi lain setelah memasukkan password sehingga orang lain tidak cukup hanya mengetahui kata sandi untuk masuk ke akun Anda.

Jika tersedia, gunakan aplikasi autentikator atau security key agar tidak terlalu bergantung pada kode verifikasi melalui SMS. FTC menjelaskan bahwa kode SMS masih berisiko disalahgunakan apabila pelaku berhasil melakukan SIM swap atau mengambil alih nomor telepon. Apa pun metode yang digunakan, jangan pernah membagikan kode verifikasi kepada pihak lain.

8. Periksa Perangkat Tertaut WhatsApp

Jangan lupa memeriksa daftar perangkat yang terhubung ke akun WhatsApp melalui menu Perangkat Tertaut. Cocokkan setiap perangkat yang muncul dengan HP, komputer, atau perangkat lain yang memang Anda gunakan. Jika menemukan perangkat asing atau yang sudah tidak diperlukan maka segera keluarkan dari daftar.

Selain pemeriksaan rutin, jangan pernah membagikan kode penautan kepada orang lain. Hindari juga memindai QR code atau menyetujui proses penautan atas permintaan pihak yang belum terverifikasi. Langkah ini membantu mencegah orang lain mendapatkan akses ke akun WhatsApp tanpa sepengetahuan Anda.

9. Tinjau Aplikasi yang Terhubung ke Akun

Aplikasi pihak ketiga terkadang meminta izin untuk mengakses email, penyimpanan cloud, atau informasi akun lainnya. Karena itu, periksa daftar aplikasi yang sudah terhubung melalui pengaturan keamanan layanan terkait. Pastikan setiap aplikasi memang dikenal dan masih diperlukan.

Jika menemukan aplikasi mencurigakan yang sudah memperoleh akses maka segera cabut otorisasinya melalui pengaturan akun. Langkah ini penting terutama untuk mencegah consent phishing atau penipuan yang memanfaatkan persetujuan akses aplikasi. Perlu diingat bahwa mengganti password saja belum tentu mencabut izin yang sebelumnya sudah diberikan.

10. Konfirmasi Permintaan Mendesak melalui Jalur Lain

Jangan langsung memenuhi permintaan yang datang secara tiba-tiba, terutama jika berkaitan dengan kode verifikasi, transfer uang, atau akses ke akun pribadi. Pelaku bisa menyamar sebagai teman, keluarga, maupun pihak resmi untuk membuat permintaannya terlihat meyakinkan. Karena itu, hentikan percakapan sementara jika ada sesuatu yang terasa mencurigakan.

Lakukan konfirmasi melalui nomor telepon yang sudah tersimpan atau kanal resmi yang Anda cari sendiri. Cara ini lebih aman daripada hanya mengandalkan foto profil, gaya bahasa, maupun suara penelepon. Bahkan jika pesan terdengar familiar, pastikan identitas pengirim sebelum memberikan informasi penting.

11. Periksa Pengaturan Berbagi dan Profil pada iPhone

Pengguna iPhone dengan iOS 16 atau versi lebih baru dapat memanfaatkan fitur Safety Check untuk memeriksa keamanan dan akses informasi pribadi. Fitur ini tersedia melalui menu Settings > Privacy & Security > Safety Check. Di dalamnya, Anda bisa meninjau akses berbagi informasi, perangkat yang terhubung ke Apple Account, serta izin privasi aplikasi.

Selain itu, periksa menu Settings > General > VPN & Device Management untuk melihat profil konfigurasi yang terpasang pada perangkat. Profil tersebut bisa berasal dari kantor atau sekolah sehingga tidak semuanya berbahaya. Sebelum menghapus profil yang tidak dikenal, pastikan terlebih dahulu fungsinya kepada administrator karena penghapusan dapat menghilangkan pengaturan, aplikasi, atau data yang terkait.

12. Tanggapi Peringatan Keamanan Resmi

Jangan mengabaikan notifikasi keamanan yang menunjukkan adanya aplikasi berbahaya atau aktivitas akun mencurigakan. Jika menerima peringatan, lakukan pemeriksaan melalui aplikasi atau situs resmi yang Anda buka sendiri. Hindari mengikuti tautan dari pesan yang belum jelas sumbernya karena bisa saja merupakan bagian dari serangan phishing.

Khusus untuk ancaman spyware bertarget, Apple menyediakan notifikasi ancaman yang dapat diperiksa melalui situs account.apple.com. Apple menjelaskan bahwa serangan semacam ini tergolong sangat canggih dan biasanya menyasar sebagian kecil pengguna. Jika menerima notifikasi tersebut, Anda dianjurkan mencari bantuan ahli keamanan serta mempertimbangkan penggunaan fitur Lockdown Mode untuk memberikan perlindungan tambahan pada perangkat.

Baca juga: 10 Aplikasi Pelacak Nomor HP yang Wajib Anda Install

Penutup

Menjaga keamanan HP dari penyadapan membutuhkan perhatian terhadap perangkat maupun akun yang digunakan. Mulai dari rutin memperbarui sistem operasi, membatasi izin aplikasi, menggunakan autentikasi tambahan, hingga memeriksa perangkat yang tertaut. Jika menemukan aktivitas mencurigakan, segera lakukan pemeriksaan agar akses tidak sah bisa dihentikan sebelum informasi pribadi disalahgunakan.

Selain menerapkan langkah keamanan tersebut, pastikan Anda juga menggunakan aksesori pendukung yang berkualitas untuk menunjang penggunaan HP sehari-hari. Temukan berbagai pilihan charger, kabel data, power bank, hingga aksesori gadget lainnya di Doran Gadget. Dapatkan produk berkualitas untuk mendukung aktivitas digital Anda dengan lebih nyaman dan praktis!

Artikel terkait:

Smartphone & Tablet

Mobile Accessories

Computer Accessories

Wearable Device

Camera & Video

Audio Device

Home Electronics

Gadget Storage

Gaming Support

Entertainment

Artikel

12 Cara agar HP Tidak Disadap dan Ciri-Cirinya yang Perlu Diwaspadai

LOKASI TOKO

Doran Gadget

Surabaya

Doran Gadget
Bandung

Doran Gadget

Semarang

Doran Gadget
Jakarta

Doran Gadget
Bali

Doran Gadget
Manado

Doran Gadget

Banjarmasin

Doran Gadget

Makassar

Doran Gadget

Samarinda

Doran Gadget

Yogyakarta

Doran Gadget

Balikpapan

Doran Gadget

Sidoarjo