AI untuk Desainer

Doran Gadget – Beberapa tahun terakhir, AI menjadi topik yang hampir selalu muncul dalam diskusi seputar desain. Banyak tools yang membantu mempercepat proses, memotong workflow, bahkan “merevolusi” cara desainer bekerja. Namun, tidak sedikit desainer yang merasa kecewa setelah mencobanya. Oleh sebab itu, perlu menemukan AI untuk desainer terbaik. 

AI sering diperlakukan seolah-olah ia harus menggantikan peran desainer, padahal kekuatannya justru ada pada hal lain. Jika digunakan dengan sudut pandang yang tepat, AI bisa menjadi asisten yang sangat membantu, bukan pengganggu kreativitas. Berikut adalah rekomendasi AI untuk desain yang membantu workflow para desainer. 

Peran AI dalam Workflow Desain Modern

AI untuk Desain
Freepik ArthurHidden

Sebelum membahas tools satu per satu, penting untuk memahami di mana posisi AI dalam proses desain saat ini. AI bukanlah solusi instan yang menggantikan intuisi, empati, dan kepekaan visual seorang desainer. Nilai terbesarnya justru muncul ketika ia digunakan untuk mengurangi pekerjaan repetitif dan administratif.

Dalam praktik sehari-hari, banyak waktu desainer tersita untuk hal-hal yang sebenarnya bukan inti dari proses kreatif. Menyusun dokumen awal, merangkum ide hasil diskusi, menyiapkan presentasi, atau membuat variasi visual dasar sering kali memakan energi yang cukup besar. Di sinilah AI mulai terasa manfaatnya.

Dengan bantuan AI, Anda bisa mempercepat fase awal tanpa mengorbankan kualitas. Waktu yang biasanya habis untuk pekerjaan teknis bisa dialihkan ke eksplorasi solusi, pemolesan detail, dan validasi desain terhadap kebutuhan pengguna. Sementara untuk tim kecil, AI juga memberi keuntungan tambahan karena memungkinkan satu orang mengerjakan lebih banyak hal secara mandiri.

7 AI untuk Desainer yang Bantu Tingkatkan Produktivitas

Dalam konteks product design, AI tidak dirancang untuk menggantikan proses berpikir manusia, melainkan sebagai akselerator. AI membantu para desainer bergerak lebih cepat di fase yang tidak terlalu strategis, sehingga energi bisa difokuskan ke keputusan desain yang benar-benar penting. Berikut rekomendasi AI desain grafis yang bisa Anda masukkan ke dalam daftar. 

1. Claude

AI untuk Desainer
Wikimedia Commons

Jika Anda mencari titik awal yang solid, Claude adalah salah satu pilihan terbaik. Melalui fitur Projects, Claude bisa berperan sebagai asisten desain yang memahami konteks produk secara menyeluruh. Anda dapat mengunggah dokumen penting seperti project brief, catatan kickoff, atau daftar fitur MVP. Claude kemudian bisa diarahkan untuk berperilaku seperti peran tertentu, misalnya desainer senior aplikasi mobile. 

Trik pentingnya adalah meminta Claude mengajukan pertanyaan klarifikasi sebelum mulai bekerja. Dengan begitu, hasil yang diberikan jauh lebih relevan dan kontekstual. Claude sangat membantu dalam brainstorming fitur, menyusun product requirements, membuat draf awal PRD, hingga merancang struktur UI secara konseptual. Hasilnya memang belum sempurna, tetapi kuat untuk dijadikan fondasi. 

2. Canva AI

Canva AI
IDN Times

Canva mungkin sudah lama dikenal sebagai tools desain yang mudah digunakan, tetapi dalam setahun terakhir, pengembangan AI-nya membuat platform ini semakin relevan bagi desainer profesional. Anda bisa menghasilkan desain media sosial, banner, hingga dashboard visual hanya dengan deskripsi singkat. 

Keunggulan utamanya adalah hasil desain bisa langsung diedit di dalam Canva, sehingga Anda tidak terjebak dengan output statis seperti pada banyak AI image generator. Canva paling cocok untuk kebutuhan visual cepat dan konten berskala besar. Meski terkadang kurang presisi dalam menerjemahkan prompt, Canva tetap memberi fondasi visual yang cukup solid untuk dikembangkan.

Baca Juga: 7 Rekomendasi AI untuk Generate Video dengan Hasil Memukau

3. Builder.io Fusion

Builder.io Fusion
CMS Critic

Builder.io Fusion menawarkan pendekatan yang sangat berbeda. Alih-alih memisahkan desain dan kode, Fusion menggabungkan keduanya dalam satu workflow. Setiap perubahan desain terhubung langsung ke komponen produksi dan dikelola melalui Git. Artinya desainer dan developer bekerja di ruang yang sama, menggunakan bahasa yang sama. Tidak ada lagi handoff mockup yang rawan salah tafsir.

4. AI Component Creator by UXPin

AI Component Creator by UXPin
UXtweak

Fitur ini merupakan bagian dari UXPin Merge dan berfokus pada pembuatan komponen UI berbasis AI. Dengan input sederhana, sistem dapat menghasilkan komponen yang sesuai dengan design system dan kode yang digunakan tim. Komponen yang dihasilkan bukan hanya visual, tetapi benar-benar fungsional dan siap dipakai developer. Revisi berulang pun bisa dihindari.

Baca Juga: 7 Daftar AI Image Generator Gratis: Solusi Membuat Gambar Tanpa Skill Desain

5. Visme

AI untuk Desainer
Logowik

Visme adalah salah satu platform AI desain paling lengkap saat ini. Ia mendukung pembuatan presentasi, infografis, laporan, hingga materi marketing dalam satu ekosistem. Anda bisa membuat presentasi lengkap hanya dari satu prompt. Selain itu, tersedia library besar berisi ikon, font, foto, video, serta puluhan jenis grafik. 

Fitur AI brand wizard memungkinkan Anda memasukkan URL website, lalu sistem otomatis menyesuaikan warna, font, dan gaya visual brand. Sementara bagi desainer yang sering menangani konten visual skala besar dan membutuhkan konsistensi brand, Visme adalah pilihan yang sangat praktis.

6. ChatGPT

ChatGPT
ChatGPT AI Hub

Meski bukan tools desain murni, ChatGPT sering menjadi partner kreatif yang efektif. Banyak desainer menggunakannya untuk brainstorming, menyusun outline, hingga menyiapkan brief visual. Penggunaan referensi yang tepat, membuat ChatGPT bisa membantu menghasilkan konsep visual yang cukup layak. ChatGPT paling efektif jika digunakan secara iteratif dan dikombinasikan dengan tools desain lain.

7. Lummi AI

Lummi AI
Product Hunt

Lummi AI berfokus pada ideasi visual dan penyediaan gambar berkualitas tinggi. Tool ini membantu desainer keluar dari creative block tanpa harus menghabiskan waktu lama mencari aset visual. Banyak desainer UI dan web memuji kualitas visual serta sistem filter yang memudahkan eksplorasi. Lummi AI cocok untuk landing page, web design, dan kebutuhan visual cepat yang tetap terlihat profesional.

Baca Juga: 7 AI Musik Generator Terbaik dengan Kualitas Audio Jernih

Penutup

AI untuk desainer memiliki fitur yang mampu memangkas waktu kerja, merapikan proses, dan membuka ruang lebih besar untuk eksplorasi kreatif. Kuncinya ada pada pemilihan tools dan cara menggunakannya dalam workflow yang sudah ada. Dengan AI yang tepat, Anda bisa fokus pada hal yang benar-benar bernilai, yaitu strategi, pengalaman pengguna, dan kualitas visual akhir. 

Workflow menjadi lebih gesit tanpa kehilangan arah atau identitas desain. Agar produktivitas tetap maksimal, tentu diperlukan perangkat yang mendukung aktivitas kreatif Anda. Pastikan menggunakan gadget yang andal dan original. Temukan berbagai pilihan perangkat terbaik di Dorangadget dan hubungi WhatsApp untuk konsultasi lebih lanjut. 

Artikel terkait: