Doran Gadget – Kalau Anda seorang pilot atau penggemar dunia penerbangan, dua smartwatch terbaru dari Garmin yaitu D2 Mach 2 dan D2 Air X15. Keduanya sama-sama dirancang untuk mendukung kebutuhan penerbangan modern, namun hadir dengan karakter yang berbeda. Satu menawarkan pengalaman premium dengan fitur paling lengkap, sementara satunya lagi hadir lebih ringan dan praktis untuk penggunaan sehari-hari. Penasaran mana yang lebih cocok untuk Anda? Yuk, simak perbandingan lengkapnya di artikel ini.
Spesifikasi D2 Mach 2 vs D2 Air X15
| Spesifikasi | Garmin D2 Mach 2 | Garmin D2 Air X15 |
| Ukuran & Bobot | 51 mm, 92 g (case 64 g) | 45 mm, 38 g (56 g dengan strap) |
| Material & Layar | Bezel titanium, lensa sapphire, layar AMOLED 1,4” (454×454) |
Bezel stainless, lensa Gorilla Glass 3, layar AMOLED 1,4” (454×454)
|
| Ketahanan Air | 10 ATM | 5 ATM |
| Tipe Strap | Titanium & silikon (QuickFit 26 mm) | Silikon (Quick Release 22 mm) |
| Daya Tahan Baterai (Smartwatch Mode) | Hingga 26 hari (13 hari always-on) | Hingga 10 hari (4 hari always-on) |
| Mode GPS Maksimal | 84 jam (GPS Only), hingga 145 jam (Max Battery) | Hingga 20 jam (GPS Only) |
| Kapasitas Memori | 32 GB | 8 GB |
| Fitur Utama | Multi-band GPS, peta penerbangan, dive mode, LED flashlight |
Multi-band GPS, sleep coach, voice call & text
|
| Konektivitas | Bluetooth, ANT+, Wi-Fi | Bluetooth, ANT+, Wi-Fi |
| Sensor | HR, SpO2, barometer, kompas, gyroscope, thermometer, depth sensor |
HR, SpO2, barometer, kompas, gyroscope, thermometer
|
| Dukungan Musik | Ya (storage & control) | Ya (storage & control) |
| Garmin Pay™ | Ya | Ya |
| Ketahanan & Build Quality | Premium dan tahan lasak, tombol leak-proof | Ringan, nyaman, modern |
| Fitur Penerbangan | Lengkap: METAR, TAF, peta berwarna, Connext avionics |
Dasar: METAR, TAF, flight plan dari Garmin Pilot
|
Baca juga: Garmin Pilot Web: Platform Perencanaan Penerbangan Baru dari Garmin

Desain dan Build
D2 Mach 2 tampil dengan gaya tool-watch premium yang benar-benar tangguh. Jam tangan ini menggunakan lensa sapphire, bezel titanium (DLC untuk ukuran 51 mm), serta sensor guard baru dan tombol leak-proof yang membuatnya tahan terhadap air dan debu.
Strap bawaannya juga terkesan mewah, yaitu Oxford brown leather untuk varian 47 mm dan vented titanium bracelet untuk ukuran 51 mm. Garmin juga tetap menyertakan QuickFit® Pilot blue/black silicone band agar nyaman dipakai saat beraktivitas lebih aktif. Desainnya bukan hanya gagah, tetapi juga dirancang untuk menemani Anda sepanjang hari, dari brifing hingga pesawat benar-benar mati mesin.
Sementara itu, D2 Air X15 hadir dengan tampilan modern dan bobot yang jauh lebih ringan. Case berdiameter 45 mm dipadukan dengan bezel stainless atau slate dan dilapisi Gorilla Glass 3 di bagian layar AMOLED-nya.
Kombinasi ini membuat tampilan tetap jelas sekaligus tahan lama tanpa terasa berat di pergelangan tangan. Jam ini juga dilengkapi tombol fisik dan layar sentuh, jadi Anda tetap bisa berinteraksi dengan mudah meski sedang memakai sarung tangan tipis atau dalam kondisi penerbangan yang tidak stabil.
Layar dan Konektivitas
Baik D2 Mach 2 maupun D2 Air X15 dilengkapi layar AMOLED 1,4 inci yang terang dan mudah dibaca di segala kondisi. Mach 2 memadukan kaca sapphire untuk ketahanan ekstra, sedangkan X15 memakai Gorilla Glass 3 yang lebih ringan tapi tetap kuat.
Respons layarnya cepat dengan haptic feedback, membuat navigasi terasa mulus. Garmin juga menambahkan watchface khusus penerbangan, karena D2 Air X15 bisa berubah warna sesuai kondisi METAR, sementara Mach 2 memberi peringatan visual oranye jika cuaca melewati batas aman yang ditetapkan pengguna.
Konektivitasnya sama-sama canggih. Melalui Garmin Pilot™, kedua jam dapat menampilkan data avionik, navigasi, hingga pesan peringatan langsung di pergelangan tangan. Flight plan bisa dikirim dua arah dengan mudah, dan jika pesawat mendukung PlaneSync™, pengguna dapat memantau status bahan bakar, daya, dan lokasi dari jauh.
Ada juga Garmin Messenger™ untuk kirim pesan teks serta voice notes geo-referenced agar catatan penting otomatis tersimpan di Garmin Connect™.
Baca juga: 7+ Rekomendasi GPS Garmin eTrex Terbaik Tahun 2025

Navigasi dan Cuaca
Kemampuan navigasi menjadi kekuatan utama D2 Mach 2 dan D2 Air X15. Keduanya memungkinkan pilot melakukan Direct-To ke bandara atau waypoint dalam database global langsung dari pergelangan tangan, sangat berguna saat harus mengambil keputusan cepat di udara. Tampilan HSI juga membantu menjaga jalur penerbangan tetap akurat karena jarum course needle menunjukkan deviasi arah dengan jelas.
Namun, D2 Mach 2 unggul jauh berkat peta berwarna paling lengkap yang pernah ada di smartwatch Garmin. Peta ini menampilkan topografi, batas airspace, runway detail, hingga breadcrumb trail untuk melacak rute penerbangan, bahkan ikon pesawatnya bisa disesuaikan. Sementara D2 Air X15 tetap andal dengan navigasi solid, hanya saja tampilan peta dan detailnya dibuat lebih sederhana agar tetap ringan digunakan.
Fitur cuacanya juga tak kalah menarik. Kedua jam dapat menampilkan data METAR, TAF, NEXRAD, awan, angin, dan temperatur saat terhubung ke smartphone. D2 Mach 2 membawa pengalaman lebih lengkap dengan overlay cuaca langsung di peta dan sistem peringatan “personal minimums” yang bisa disesuaikan.
Jika kondisi penerbangan melampaui batas aman yang ditetapkan, jam akan memberi notifikasi dan mengubah tampilan watchface secara otomatis. Selain itu, ada fitur Aviation Morning Report dan Evening Report yang membantu pilot merencanakan hari lebih baik, mulai dari kondisi cuaca hingga kebugaran tubuh agar setiap misi penerbangan tetap aman dan efisien.
Kesehatan dan Kebugaran
Garmin membekali D2 Mach 2 dan D2 Air X15 dengan fitur kesehatan kelas premium. Ada ECG, Pulse Ox untuk memantau adaptasi tubuh terhadap ketinggian, HRV status, Body Battery™, pemantauan stres, pernapasan, serta analisis tidur lengkap dengan skor dan panduan dari Sleep Coach.
Fitur Health Snapshot™ juga memungkinkan pengguna merekam data penting selama dua menit dan membagikannya ke tenaga medis bila diperlukan. Semua fitur ini membantu pilot mengetahui kondisi tubuh sebelum penerbangan dan menyesuaikan ritme agar tetap “fit to fly.”
Ada juga Jet Lag Adviser yang memberi saran soal tidur, cahaya, dan aktivitas agar tubuh cepat beradaptasi dengan zona waktu baru. Smart Wake membangunkan pengguna dengan getaran lembut di fase tidur terbaik, sedangkan pemantauan pola napas saat tidur membantu mendeteksi gangguan atau faktor yang bisa memengaruhi kualitas istirahat.
Di sisi kebugaran, Garmin tetap menyertakan ekosistem olahraga lengkap seperti lari, sepeda, renang, golf, hiking, ski, hingga olahraga tim. Pengguna bisa mengikuti latihan animasi, program dari Garmin Coach, dan rekomendasi harian yang menyesuaikan performa terkini.
Semua metrik seperti VO2 max, training load, hingga recovery time hadir untuk membantu menjaga kondisi tubuh tetap optimal. Khusus D2 Mach 2, ada fitur diving rekreasional dengan ketahanan hingga 40 meter serta no-fly timer pasca menyelam, sehingga ideal bagi pilot yang juga gemar menjelajahi laut sebelum kembali terbang.
Baca juga: 15+ Smartwatch Garmin Terbaik untuk Pantau Aktivitas Olahraga

Fitur Tambahan
Garmin D2 Mach 2 dan D2 Air X15 sama-sama dilengkapi mikrofon dan speaker yang memungkinkan Anda menerima panggilan langsung dari pergelangan tangan. Fitur perintah suara juga membuat navigasi jadi lebih cepat, misalnya untuk memulai aktivitas penerbangan atau menampilkan data METAR tanpa menyentuh layar. Anda bisa membalas pesan lewat asisten suara ponsel, dan setelah penyesuaian awal di iOS, notifikasi terasa lebih rapi dan tidak mengganggu.
Garmin juga menambahkan senter LED dua warna dengan mode putih dan merah yang bisa diatur tingkat terangnya. Lampu ini sangat berguna saat inspeksi preflight di malam hari atau ketika butuh pencahayaan darurat. Red Shift Mode turut menjaga penglihatan malam agar mata tetap nyaman saat berpindah dari kabin gelap ke panel penerbangan.
Ketahanan kedua jam ini tidak main-main. D2 Mach 2 dibangun sesuai standar militer MIL-STD-810G sehingga tahan terhadap panas, guncangan, dan air. Sensor ABC (altimeter, barometer, dan kompas 3-axis) serta dukungan Multi-GNSS memastikan navigasi darat tetap akurat di area sulit sinyal. Altimeter barometriknya bahkan bisa mengingatkan ketika ketinggian mencapai batas yang memerlukan oksigen tambahan.
Dari sisi penyimpanan, D2 Air X15 membawa memori 8 GB sedangkan D2 Mach 2 memiliki 32 GB untuk peta, musik, dan data penerbangan. Sebagai smartwatch sehari-hari, keduanya tetap lengkap dengan notifikasi, pemutar musik offline, Garmin Pay™ untuk pembayaran cepat, serta Connect IQ™ Store yang memungkinkan Anda menambah aplikasi dan watchface sesuai kebutuhan.
Baterai dan Daya
Garmin merancang daya tahan baterai kedua jam ini agar siap menemani misi panjang. D2 Mach 2 mampu bertahan hingga 26 hari dalam mode smartwatch dan punya performa kuat di berbagai mode GPS, termasuk All Systems dan Multi-band. Mode Fly Activity dengan GPS dan SpO2 juga dioptimalkan untuk penerbangan jarak jauh agar Anda tidak perlu sering mengisi daya.
Sementara itu, D2 Air X15 menawarkan hingga 10 hari pemakaian normal dan bisa mencapai 25 hari dalam mode hemat, cukup untuk penerbangan harian dan aktivitas rutin. Fitur Power Manager juga membantu mengatur konsumsi daya dengan menampilkan seberapa besar pengaruh setiap sensor atau pengaturan terhadap baterai, sehingga Anda bisa menyesuaikannya sesuai kebutuhan.
Dalam penggunaan sehari-hari, banyak ulasan menyebutkan bahwa pengisian baterai seminggu sekali sudah cukup, bahkan saat semua fitur aktif. Hasil ini tentu mengesankan karena kebanyakan smartwatch lain harus diisi hampir setiap hari. Layar AMOLED yang selalu menyala memang memakan daya lebih besar, tetapi pengguna dapat menyeimbangkannya dengan pengaturan hemat untuk menjaga visibilitas tanpa cepat kehabisan baterai.
Baca juga: Review Spesifikasi Garmin GPSMAP 86s: Desain, Fitur, Performa, dan Harga
Harga D2 Mach 2 vs D2 Air X15

Garmin D2 Air X15 hadir dalam ukuran 45 mm dengan harga ritel resmi sekitar US$649,99 atau sekitar Rp10,7 jutaan. Smartwatch ini cocok bagi pengguna yang ingin fitur penerbangan penting dalam desain yang ringan dan harga yang masih relatif ramah di kantong.
Sementara itu, D2 Mach 2 ditawarkan dalam dua ukuran, yaitu 47 mm dengan harga US$1.349,99 (sekitar Rp22,4 jutaan) dan 51 mm seharga US$1.499,99 (sekitar Rp24,8 jutaan). Versi Mach 2 membawa material titanium premium, peta penerbangan paling detail, dan fitur “personal minimums” yang menambah keamanan penerbangan.
Perlu diingat, harga di Indonesia kemungkinan akan jauh lebih tinggi karena adanya pajak impor, biaya distribusi, serta margin retail resmi. Saat ini Garmin belum mengumumkan jadwal peluncuran kedua model tersebut di pasar Indonesia.
Namun melihat segmentasinya, D2 Air X15 berpotensi masuk lebih dulu sebagai opsi pilot atau aviator enthusiast, sedangkan D2 Mach 2 kemungkinan hadir belakangan untuk kalangan profesional atau pengguna yang mencari performa kelas atas.
Baca juga: 20 Jam Tangan Garmin Terbaik 2025 yang Bisa Anda Pilih
Penutup
Garmin D2 Mach 2 dan D2 Air X15 sama-sama menunjukkan bagaimana teknologi smartwatch bisa menyatu sempurna dengan kebutuhan penerbangan modern. D2 Mach 2 unggul dengan peta paling detail dan material premium, sedangkan D2 Air X15 menawarkan keseimbangan ideal antara fitur penerbangan, bobot ringan, dan harga yang lebih terjangkau.
Jika Anda tertarik mencoba pengalaman smartwatch Garmin, Anda bisa mendapatkan berbagai seri smartwatch Garmin lainnya di Doran Gadget. Saat ini sedang ada promo Garmin menarik yang bisa Anda manfaatkan untuk pembelian produk pilihan. Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk menemukan smartwatch terbaik sesuai kebutuhan Anda!

