Doran Gadget – Pasar smartphone lipat kini naik ke level baru lewat kehadiran ponsel tri-fold yang mampu berubah dari smartphone menjadi tablet, dan dua pemain utama di segmen ultra-premium ini adalah Samsung Galaxy Z TriFold dah Huawei Mate XT Ultimate Design. Lantas, mana yang lebih unggul dari sisi spesifikasi dan fitur? Simak perbandingan lengkap Samsung Galaxy Z TriFold vs Huawei Mate XT Ultimate Design di bawah ini.
Samsung Galaxy Z TriFold vs Huawei Mate XT Ultimate Design
| Spesifikasi | Samsung Galaxy Z TriFold | Huawei Mate XT Ultimate Design |
| Layar | Tri-foldable Dynamic LTPO AMOLED 2X, 10.0 inches, 1584 x 2160 pixels, 120Hz, HDR, 1600 nits (peak) Cover: Dynamic LTPO AMOLED 2X, 6.5 inches, 1080 x 2520 pixels, 422 ppi, Â 120Hz, HDR, 2600 nits (peak), Corning Gorilla Glass Ceramic 2 |
Tri-foldable LTPO OLED, 10.2 inches, 2232 x 3184 pixels, 1B colors, 90Hz Cover: 6.4 inches, 1008 x 2232 pixels Dual display: (2/3 of the main display): 7.9 inches, 2048 x 2232 pixels |
| OS | Android 16, One UI 8 | HarmonyOS 4.2 (China) |
| Chipset | Snapdragon 8 Elite (3 nm) | Kirin 9010 (7 nm) |
| RAM | 16GB | 16GB |
| ROM | 512GB/1TB | 256GB/512GB/1TB |
| Kamera Belakang | 200 MP, f/1.7, 24mm (wide), 1/1.3″, 0.6µm, multi-directional PDAF, OIS 10 MP, f/2.4, 67mm (telephoto), 1/3.94″, 1.0µm, PDAF, OIS, 3x optical zoom 12 MP, f/2.2, 13mm, 120Ëš (ultrawide), 1/2.55″, 1.4µm, dual pixel PDAF |
50 MP, f/1.4-f/4.0, 24mm (wide), 1/1.56″, 1.0µm, PDAF, OIS 12 MP, f/3.4, 125mm (periscope telephoto), 1/3.6″, 1.0µm, PDAF, OIS, 5.5x optical zoom 12 MP, f/2.2, 13mm, 120Ëš (ultrawide), 1/2.9″, 1.24µm, PDAF |
| Kamera Depan | 10 MP, f/2.2, 18mm (ultrawide), 1/3.0″, 1.12µm Cover camera: 10 MP, f/2.2, 24mm (wide), 1/3.0″, 1.12µm |
8 MP, f/2.2, (wide), 1/3.6″, 1.22µm |
| Baterai | 5600 mAh 45W wired, QC2.0, 50% in 30 min 15W wireless 4.5W reverse wireless |
5600 mAh 66W wired 50W wireless 7.5W reverse wireless 5W reverse wired |
| Warna | Crafted Black | Red, Black |
Baca juga: Ini Spesifikasi Samsung Exynos 2600, Chipset 2nm Pertama di Dunia!

Desain dan Build
Samsung Galaxy Z TriFold mengandalkan desain inward-folding dengan dua engsel yang melipat ke dalam, sehingga layar utama tetap terlindungi saat perangkat ditutup. Material premium seperti titanium hinge, rangka Advanced Armor Aluminum, serta lapisan ceramic glass fiber reinforced polymer di bagian belakang menegaskan fokus Samsung pada daya tahan.
Saat terbuka penuh, ketebalannya sekitar 3,9 mm yang tergolong sangat tipis untuk ponsel dengan dua engsel. Dari sisi tampilan, TriFold terlihat fungsional dan cenderung industrial. Samsung hanya menyediakan warna Crafted Black dengan bezel yang masih cukup tebal, sehingga kesannya memang seperti produk generasi awal, namun memberi rasa aman karena mengutamakan perlindungan layar dan ketahanan jangka panjang.
Berbeda dari Samsung, Huawei Mate XT Ultimate Design memilih desain outward-folding bergaya Z dengan satu layar besar yang dilipat ke luar. Konsep ini memungkinkan tiga mode penggunaan, mulai dari layar 6,4 inci, layar ganda 7,9 inci, hingga layar penuh 10,2 inci, sehingga terasa lebih fleksibel untuk pemakaian harian meski layar selalu terekspos saat dilipat.
Secara visual, Mate XT tampil jauh lebih mewah berkat pilihan warna merah dan hitam dengan aksen emas, ditambah opsi material belakang kaca atau kulit. Dengan bobot 298 gram dan ketebalan hanya 3,6 mm saat terbuka penuh, perangkat ini juga sedikit lebih ringan dan lebih tipis dibandingkan Galaxy Z TriFold.
Layar
Pada Galaxy Z TriFold, Samsung menyematkan layar utama 10 inci Dynamic AMOLED 2X dengan resolusi 2160 × 1584 piksel serta refresh rate adaptif 1–120Hz. Tingkat kecerahan puncaknya mencapai 1.600 nits sehingga tetap nyaman digunakan di berbagai kondisi cahaya.
Tidak hanya itu, Samsung juga menghadirkan cover screen terpisah berukuran 6,5 inci dengan resolusi Full HD+ dan kecerahan hingga 2.600 nits yang tergolong sangat tinggi di kelasnya. Berkat karakter panel khas Samsung, tampilan terasa sangat mulus dengan warna akurat serta visibilitas luar ruangan yang unggul. Layar ini juga mendukung multitasking hingga tiga aplikasi sekaligus serta mode DeX untuk produktivitas yang lebih serius.
Sementara itu, Huawei Mate XT Ultimate Design mengandalkan layar fleksibel LTPO OLED 10,2 inci dengan resolusi lebih tinggi di angka 3184 × 2232 piksel. Keunikan layar ini terletak pada fleksibilitasnya karena bisa digunakan dalam tiga ukuran berbeda, yaitu 6,4 inci saat terlipat penuh, 7,9 inci saat setengah terbuka, dan 10,2 inci saat terbuka penuh.
Seluruh mode tersebut memakai panel OLED yang sama dengan refresh rate adaptif hingga 90Hz. Walau ketajamannya unggul di atas kertas, pengalaman scrolling dan animasi masih terasa kalah halus dibandingkan Samsung. Namun, fleksibilitas mode layar ini memberi nilai tambah fungsional yang jelas, terutama bagi pengguna yang sering berpindah antara penggunaan ponsel dan tablet.
Baca juga: Ini Dia Spesifikasi Huawei MateBook Fold Ultimate Design

Kamera
Di sektor fotografi, Samsung Galaxy Z TriFold mengandalkan kamera utama 200MP dengan sensor 1/1.3 inci yang dipadukan dengan aperture f/1.7 serta dukungan OIS dan PDAF. Kamera ini ditemani lensa ultrawide 12MP dan telephoto 10MP dengan 3x optical zoom, sehingga komposisinya mirip dengan Galaxy Z Fold 7 yang sudah dikenal mampu menghasilkan foto tajam dengan dynamic range luas.
Untuk kebutuhan selfie dan video call, Samsung menghadirkan dua kamera depan 10MP yang masing-masing ditempatkan di layar utama dan cover screen. Kehadiran dua kamera ini memberi fleksibilitas tinggi karena pengguna tetap bisa berfoto atau melakukan panggilan video tanpa harus membuka perangkat sepenuhnya.
Tidak seperti Samsung, Huawei Mate XT Ultimate Design memilih kamera utama 50MP dengan variable aperture f/1.4 hingga f/4.0 yang mampu menyesuaikan cahaya secara lebih natural sesuai kondisi pemotretan. Kamera ini didukung ultrawide 12MP serta periscope telephoto 12MP dengan 5.5x optical zoom yang jelas lebih unggul untuk pengambilan gambar jarak jauh.
Di bagian depan, Huawei hanya menyematkan satu kamera selfie 8MP dengan pendekatan yang lebih sederhana. Meski begitu, Mate XT menawarkan kelebihan pada fleksibilitas aperture dan kemampuan zoom optik, sementara Galaxy Z TriFold lebih menonjol lewat resolusi kamera utama yang sangat tinggi serta konfigurasi kamera depan ganda.
Chipset & Performa
Untuk urusan performa, Samsung Galaxy Z TriFold ditenagai Snapdragon 8 Elite berbasis fabrikasi 3nm yang saat ini termasuk chipset Android paling kencang. Dibanding generasi 7nm, prosesor ini menawarkan efisiensi dan tenaga yang jauh lebih baik sehingga sangat ideal untuk multitasking berat, gaming, dan pemanfaatan layar besar.
Dukungan RAM 16GB serta pilihan penyimpanan 512GB hingga 1TB semakin menegaskan posisinya sebagai perangkat yang ditujukan untuk produktivitas tingkat tinggi. Pengalaman tersebut diperkuat oleh One UI 8 berbasis Android 16 yang sudah matang, menghadirkan dukungan penuh layanan Google serta jaminan pembaruan software hingga 7 tahun yang menjadi nilai tambah besar untuk perangkat di kelas harga premium.
Sementara itu, Huawei Mate XT Ultimate Design mengandalkan Kirin 9010 berbasis 7nm yang dipasangkan dengan RAM 16GB dan opsi penyimpanan mulai 256GB hingga 1TB. Dalam penggunaan harian, performanya tetap terasa lancar, namun dari sisi efisiensi daya dan kekuatan mentah masih tertinggal cukup jauh dari Snapdragon 8 Elite.
HarmonyOS sendiri telah dioptimalkan dengan baik untuk layar besar dan skenario multitasking, namun absennya Google Services menjadi kendala signifikan bagi pengguna di luar pasar China. Meskipun begitu, pengguna masih bisa menggunakannya dengan bantuan dari pihak ketiga.
Baca juga: Spesifikasi Huawei Mate X7: Foldable Flagship Serba Bisa untuk 2026!

Baterai & Pengisian Daya
Dari sisi daya, Samsung Galaxy Z TriFold dan Huawei Mate XT Ultimate Design sama-sama dibekali baterai berkapasitas 5.600 mAh yang menjadi yang terbesar di lini foldable masing-masing. Meski kapasitasnya setara, efisiensi penggunaan dayanya diperkirakan berbeda karena perbedaan chipset yang digunakan. Snapdragon 8 Elite yang lebih modern memberi Galaxy Z TriFold keunggulan dalam konsumsi daya.
Namun ketika masuk ke urusan pengisian daya, Huawei tampil jauh lebih agresif. Mate XT mendukung pengisian cepat 66W melalui kabel serta 50W secara nirkabel dan juga dilengkapi fitur reverse charging. Di sisi lain, Samsung Galaxy Z TriFold hanya mengandalkan 45W wired charging dan 15W wireless charging, angka yang terasa kurang kompetitif untuk perangkat di kelas ultra-premium.
Harga & Ketersediaan
Untuk harga, Samsung Galaxy Z TriFold dibanderol sekitar KRW 3,59 juta atau setara kurang lebih USD 2.450. Jika dikonversikan ke rupiah, angkanya berada di kisaran Rp38–40 jutaan. Perangkat ini dijadwalkan di Korea Selatan lalu menyusul ke China, Taiwan, Singapura, Uni Emirat Arab, dan Amerika Serikat pada kuartal pertama 2026.
Sementara, untuk harga dan ketersediaan di Indonesia, Huawei Mate XT Ultimate Design sudah resmi dijual melalui kanal resmi Huawei Indonesia, meski dengan stok yang sangat terbatas. Varian tertinggi dengan konfigurasi 16GB RAM dan 1TB penyimpanan dibanderol Rp52.999.000, dan sudah termasuk Huawei Care berupa garansi perlindungan layar pecah selama 1 tahun.
Penjualan dilakukan secara terbatas dan saat ini statusnya stok habis, sehingga konsumen hanya bisa mendaftar waitlist untuk mendapatkan unit pada gelombang berikutnya. Hal ini menegaskan bahwa meskipun sudah masuk Indonesia secara resmi, ketersediaan Mate XT masih sangat eksklusif.
Di sisi lain, Samsung Galaxy Z TriFold saat ini baru mulai dijual di Korea Selatan dan belum tersedia secara global. Samsung juga belum mengumumkan secara resmi kapan perangkat ini akan masuk ke pasar Indonesia. Namun, di beberapa negara seperti Singapura, Samsung sudah membuka skema waitlist, yang menandakan peluncuran global sedang dipersiapkan.
Baca juga: 20+ Rekomendasi HP Lipat Terbaru dan Terbaik 2025
Penutup
Secara keseluruhan, Samsung Galaxy Z TriFold dan Huawei Mate XT Ultimate Design sama-sama menunjukkan masa depan smartphone lipat dengan pendekatan yang berbeda. Samsung unggul di performa, ekosistem global, dan dukungan software jangka panjang, sementara Huawei tampil berani lewat desain futuristik, fleksibilitas layar, serta teknologi pengisian daya yang lebih agresif.
Pilihan terbaik pada akhirnya kembali ke kebutuhan masing-masing pengguna, apakah lebih mengutamakan produktivitas dan ekosistem, atau desain inovatif dan fitur eksklusif. Apa pun preferensinya, pastikan kamu membeli perangkat resmi dengan garansi terpercaya. Yuk, beli smartphone terbaikhanya di Doran Gadget dan rasakan pengalaman belanja yang aman serta terjamin.





















































