Pengertian Elektrokardiogram dan Manfaatnya pada Smartwatch

Pengertian EKG dan Manfaatnya pada Smartwatch

Berbagai vendor smartwatch di pasaran berlomba mengeluarkan produk dengan bermacam-macam fitur. Tak hanya pemantau aktivitas kebugaran, fitur yang berorientasi pada kesehatan juga disematkan pada smartwatch. Salah satunya adalah dukungan fitur elektrokardiogram (EKG).

Apa itu EKG? EKG merupakan tes sederhana untuk mengukur dan merekam aktivitas listrik detak jantung. Jantung berdetak karena sinyal listrik yang menyebabkan bagian atas serta jantung bagian bawah berdetak untuk memompa darah.

Mesin EKG tradisional menggunakan 12 lead dengan elektroda yang terpasang di seluruh tubuh untuk mengukur sinyal listrik. Semua elektroda yang berbeda ini dapat mengevaluasi aktivitas listrik jantung dalam tiga arah (kanan ke kiri, atas dan bawah, dan depan ke belakang).

Dengan EKG, dokter dapat memeriksa ritme dan kecepatan sinyal listrik ini bergerak melalui jantung untuk mendeteksi segala macam masalah, dari irama ireguler yang tidak berbahaya (juga disebut aritmia) hingga henti jantung. EKG juga dapat memberi tahu dokter jika bagian jantung terlalu banyak bekerja atau membesar. Kedua kondisi tersebut dapat berarti penyakit jantung atau masalah katup jantung.

EKG dapat digunakan untuk mendeteksi kondisi-kondisi, antara lain:

  1. Serangan jantung;
  2. Penyakit jantung koroner;
  3. Gangguan elektrolit;
  4. Keracunan dan efek samping obat;
  5. Evaluasi efektivitas dari alat pacu jantung.

Fitur EKG yang terpasang pada beberapa smartwatch tentu bermanfaat bagi penggunanya. Perangkat wearable tersebut dapat memberi tahu pengguna tentang masalah yang sebelumnya tidak diketahui dan mendesak untuk diperiksa oleh dokter.

Smartwatch yang memiliki dukungan EKG, yakni Apple Watch Series 4. Perangkat ini dilengkapi dengan elektroda di mahkota digitalnya dan lapisan karbon silikon kromium nitrida pada bagian arloji yang melekat pada kulit pengguna. Dengan membuka Aplikasi EKG dan kemudian memegang jari pada mahkota saat arloji berada di pergelangan tangan, pengguna membuat sirkuit tertutup yang memungkinkan arloji untuk melakukan EKG.

Sementara mesin EKG tradisional menggunakan 12 lead, Apple Watch berfungsi sebagai EKG lead-tunggal, yang menurut penelitian sama efektifnya dalam mengukur sinyal listrik jantung seperti mesin 12 lead.

Aplikasi EKG dapat memberi Anda dua klasifikasi irama jantung, yaitu irama “sinus” normal atau atrial fibrilasi (AFib), suatu kondisi serius yang perlu perhatian dokter. Jika arloji memberi Anda klasifikasi AFib, arloji itu akan meminta pengguna untuk pergi ke dokter.

Dengan WatchOS 5, sensor detak jantung bawaan Apple Watch juga secara otomatis mengawasi detak jantung pengguna dan memperingatkan jika mendeteksi tanda-tanda AFib.

Tinggalkan Balasan

× Whatsapp