Doran Gadget – Setelah bertahun-tahun cuma jadi rumor, proyek iPhone Fold akhirnya mulai kelihatan jelas dari berbagai bocoran analis, laporan rantai pasok, dan paten resmi Apple. Berbeda dari banyak brand Android yang sudah rilis terlebih dahulu, Apple disebut sengaja menunggu sampai teknologi layar lipat benar-benar matang supaya produk pertamanya tidak mengecewakan. Disebut akan rilis di kisaran 2026 – 2027, berikut bocoran iPhone Fold yang telah tersebar di pasaran!
Bocoran iPhone Fold

Berikut ini adalah rumor dan bocoran yang telah dirangkum dari berbagai sumber, kebijakan pembaca dibutuhkan untuk tidak menelan semua informasi secara mentah-mentah. Masih butuh waktu hingga perilisan iPhone Fold untuk memutuskan apakah rumor dan bocoran yang disebutkan benar adanya. Nah, berikut bocorannya yang wajib Anda ketahui!
Spesifikasi iPhone Fold
| Spesifikasi | iPhone Fold |
| Layar | Foldable LTPO OLED, 7.76 inches, 1920 x 2713 pixels, 183.2 cm2 (~90.6% screen-to-body ratio), Self-healing memory glass technology (internal display), Small display crease Cover display: LTPO OLED, 5.49 inches, 1422 x 2088 pixels, 120Hz, Ceramic Shield glass |
| OS | iOS |
| Chipset | chipset Apple A20 |
| RAM | 12GB |
| ROM | 256GB/512GB/1TB |
| Kamera Belakang | 48 MP, f/1.8, 24mm (wide), 1/1.28″, 1.22µm, dual pixel PDAF, sensor-shift OIS 48 MP, f/2.2, 13mm (ultrawide), 1/2.55″, 0.7µm, PDAF |
| Kamera Depan | 18 MP multi-aspect, f/1.9, 20mm (ultrawide), PDAF Cover camera: 18 MP multi-aspect, f/1.9, 20mm (ultrawide), PDAF |
| Baterai | 5500 mAh |
| Warna | Black; other colors |
Desain & Build
iPhone Fold diperkirakan hadir dengan desain lipat model buku seperti Samsung Galaxy Z Fold, tetapi dengan sentuhan khas Apple yang terasa lebih pendek dan lebar. Bentuk ini membuatnya nyaman digenggam dan terasa seperti iPad mini saat dibuka.
Layar utamanya disebut berukuran sekitar 7,8 inci, sedangkan layar cover berada di kisaran 5,5 inci sehingga tetap praktis digunakan seperti iPhone biasa. Apple juga fokus pada kualitas tampilan dengan menghadirkan layar yang minim lipatan. Mereka bekerja sama dengan Samsung Display namun tetap mengatur struktur panel sendiri agar bagian tengah layar terlihat lebih mulus dan nyaman disentuh.
Di sisi material, Apple menggabungkan titanium dan aluminium untuk menciptakan bodi yang kuat namun tetap ringan. Engselnya menggunakan liquid metal yang dikenal sangat kokoh sehingga mampu menjaga bentuk dan kestabilan meski sering dilipat. Desainnya juga dibuat sangat tipis karena saat dibuka hanya sekitar 4,5 hingga 4,8 mm, sedangkan saat dilipat berada di kisaran 9 hingga 9,5 mm.
Tidak hanya itu, iPhone Fold membawa pengalaman baru lewat konsep gabungan iPhone dan iPad sehingga pengguna bisa menjalankan beberapa aplikasi sekaligus dengan lebih leluasa. Apple juga menyiapkan optimasi khusus pada iOS agar tampilannya lebih fleksibel, kemudian dilengkapi fitur modern seperti eSIM, modem Apple C2 dengan dukungan 5G, serta kemungkinan tanpa kamera telephoto demi menjaga desain tetap ramping.
Layar & Paten Layar
Apple menaruh perhatian besar pada kualitas layar iPhone Fold karena menjadi elemen paling krusial di perangkat ini. Saat dibuka, layar utamanya berada di kisaran 7,7 hingga 7,8 inci dengan rasio 4:3 sehingga terasa seperti menggunakan iPad mini. Di sisi lain, layar luar berukuran sekitar 5,3 hingga 5,5 inci tetap nyaman dipakai layaknya iPhone biasa saat dilipat.
Untuk mendukung performanya, Apple menggunakan panel OLED dari Samsung Display yang sudah dilengkapi teknologi CoE agar lebih tipis dan efisien. Hal paling menarik ada pada pendekatan layar yang hampir tanpa lipatan karena Apple memakai material baru dan struktur khusus yang mampu menyamarkan crease sehingga tampilan terlihat jauh lebih mulus dibanding foldable lain.
Selain itu, Apple juga memiliki konsep lanjutan melalui paten layar fleksibel dengan elemen pemanas. Teknologi ini memungkinkan layar menghangatkan dirinya saat berada di suhu dingin sehingga material di area lipatan tetap lentur dan tidak mudah meninggalkan bekas.
Sistem ini bekerja dengan lapisan konduktif transparan di dalam layar yang dialiri arus ketika suhu terlalu rendah. Apple juga menyematkan berbagai sensor seperti sensor suhu, sensor regangan, dan sensor optik untuk memantau kondisi lipatan secara real time.
Jika terdeteksi risiko kerusakan, sistem dapat mengatur pergerakan hinge dan memberi peringatan agar perangkat tidak digunakan secara ekstrem. Meski belum pasti hadir di generasi pertama, arah pengembangan ini menunjukkan upaya Apple menghadirkan foldable yang lebih tahan lama dan lebih cerdas dibanding perangkat sejenis.
Baca juga: Apa Itu iPhone Bypass dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Kamera
iPhone Fold membawa pendekatan berbeda di sektor kamera karena tidak lagi mengandalkan tiga lensa seperti seri Pro. Apple disebut hanya menyematkan dua kamera belakang dengan resolusi 48MP yang terdiri dari kamera utama dan ultra-wide. Meski jumlahnya lebih sedikit, kualitasnya tetap diharapkan tinggi karena Apple biasanya lebih fokus pada optimalisasi hasil foto agar tetap tajam dan konsisten.
Di bagian depan, layar utama akan menggunakan teknologi kamera bawah layar sehingga tampilannya terlihat lebih bersih tanpa gangguan notch atau Dynamic Island. Sementara itu, layar luar tetap memakai desain punch-hole agar lebih praktis saat digunakan dalam kondisi terlipat.
Menariknya, Apple juga dikabarkan sedang menguji kamera under-display dengan resolusi hingga 24MP yang jauh lebih tinggi dibandingkan standar di banyak foldable saat ini. Jika benar, ini menunjukkan adanya peningkatan pada transparansi lapisan OLED sehingga hasil foto bisa lebih jernih dan minim noise.
Teknologi ini sangat berguna untuk video call atau pembuatan konten saat layar besar digunakan. Di sisi lain, iPhone Fold kemungkinan tidak akan dibekali Face ID dan sebagai gantinya Apple akan menggunakan Touch ID yang terintegrasi di tombol samping seperti pada iPad, sehingga tetap praktis dan nyaman digunakan dalam berbagai posisi.
Chipset dan Performa
Di sektor performa, iPhone Fold diperkirakan akan dibekali chipset Apple A20 dengan fabrikasi 2nm dari TSMC sehingga menawarkan peningkatan kecepatan sekaligus efisiensi daya dibanding generasi sebelumnya. Apple juga disebut menggunakan teknologi WMCM yang menggabungkan RAM langsung dengan chip agar kinerja lebih stabil dan suhu tetap terjaga saat digunakan dalam beban berat.
Kombinasi ini membuat iPhone Fold tidak hanya nyaman untuk multitasking dan gaming, tetapi juga siap mendukung fitur berbasis AI seperti Apple Intelligence dengan lebih optimal. Untuk mendukung performanya, iPhone Fold hadir dengan RAM 12GB sehingga mampu menjalankan beberapa aplikasi sekaligus tanpa hambatan, terutama saat menggunakan mode split screen di layar besar.
Kapasitas penyimpanannya juga tergolong luas dengan pilihan 256GB, 512GB, hingga 1TB yang cocok untuk kebutuhan sehari-hari maupun pekerjaan profesional. Dengan spesifikasi ini, iPhone Fold tidak hanya berfungsi sebagai smartphone, tetapi juga bisa diandalkan untuk aktivitas berat seperti editing video, mengolah foto resolusi tinggi, hingga mengerjakan dokumen kompleks dengan pengalaman yang mendekati tablet.
Baca juga: Ini Perbedaan MagSafe vs Qi2 Chargers untuk iPhone Anda!

Baterai
iPhone Fold diprediksi membawa kapasitas baterai terbesar sepanjang sejarah iPhone yaitu di kisaran 5.400 hingga 5.800 mAh. Angka ini membuatnya berpotensi melampaui daya tahan model seperti iPhone 17 Pro Max dan sekaligus menempatkannya sejajar dengan foldable berkapasitas besar seperti Honor Magic V5 maupun vivo X Fold 5.
Kapasitas besar ini memang dibutuhkan karena iPhone Fold mengusung layar luas dan penggunaan yang lebih intens sehingga pengguna bisa lebih leluasa beraktivitas tanpa harus sering mengisi daya. Selain mengandalkan kapasitas, Apple juga meningkatkan efisiensi melalui teknologi baterai dengan densitas tinggi serta optimalisasi konsumsi daya pada komponen seperti display driver.
Kombinasi ini akan bekerja bersama chipset terbaru dan sistem iOS agar penggunaan daya tetap hemat meski dipakai untuk multitasking, streaming, atau membuka banyak aplikasi sekaligus. Dengan begitu, baterai besar di iPhone Fold bukan sekadar angka, tetapi menjadi fondasi penting agar perangkat ini bisa berfungsi maksimal sebagai gabungan smartphone dan tablet dalam satu perangkat.
Fitur Lainnya
Sejalan dengan langkah Apple di beberapa pasar yang sudah tidak lagi memakai slot SIM fisik, iPhone Fold diperkirakan akan meneruskan konsep eSIM-only terutama untuk wilayah besar seperti AS. Keputusan ini memberi ruang tambahan di dalam bodi untuk baterai yang lebih besar dan modul hinge yang lebih kompleks sehingga desain internal bisa dibuat lebih rapi dan efisien.
Untuk negara yang regulasinya belum siap, Apple biasanya menyediakan varian berbeda, walaupun sampai sekarang belum ada bocoran yang menjelaskan detailnya. Di sisi lain, muncul dugaan bahwa model ini mungkin tidak memakai lensa dengan aperture variabel yang akan hadir di iPhone 18 Pro karena Apple ingin menjaga ketebalan modul kamera dalam bodi yang sudah rumit akibat mekanisme lipat.
Sebagai gantinya, fokus pengembangannya tampaknya lebih condong pada stabilitas mekanis, ketahanan lipatan, dan layar yang bebas garis lipatan sehingga iPhone Fold tidak sekadar menjadi iPhone Pro versi lipat, tetapi perangkat dengan prioritas teknis yang berbeda.
Pendekatan Apple terlihat lebih jelas ketika melihat paten yang membahas pemanas layar dan hinge yang dapat mengunci ketika suhu terlalu rendah. Mekanisme seperti ini menunjukkan bahwa Apple ingin perangkatnya tetap dapat dipakai di berbagai kondisi cuaca, mulai dari suhu dingin hingga lingkungan yang berubah-ubah, sambil tetap mampu dibuka tutup ribuan kali setiap bulan tanpa cepat rusak.
Bagi profesional seperti kreator, film-maker, atau pengguna yang ingin memakai layar 7,8 inci sebagai monitor, viewfinder, atau kanvas editing, keandalan semacam ini jauh lebih penting daripada sekadar fitur lipat yang terasa seperti gimmick.
Baca juga: 7 Rekomendasi Case iPhone 17 Series untuk Perlindungan Maksimal!
Harga iPhone Fold

iPhone Fold atau yang juga disebut iPhone Ultra diprediksi menjadi iPhone termahal yang pernah dirilis Apple. Untuk varian 256GB, harganya diperkirakan mulai dari sekitar $2.320 atau setara Rp36–38 jutaan, lalu versi 512GB berada di kisaran Rp40–42 jutaan dan varian 1TB bisa mencapai Rp45–47 jutaan.
Beberapa analis bahkan menyebut harga awalnya bisa dimulai dari $2.000 hingga $2.500 sehingga jelas menempatkannya sebagai perangkat ultra premium yang berada di atas seri Pro Max. Perangkat ini kabarnya akan diperkenalkan pada September 2026 bersama iPhone 18 Pro dan Pro Max, namun penjualannya kemungkinan baru dimulai sekitar Desember 2026 dan masuk ke Indonesia pada awal 2027.
Dengan harga yang tinggi, iPhone Fold bukan hanya sekadar produk baru tetapi juga langkah besar Apple untuk masuk ke pasar foldable. Apple tetap membawa pendekatan khas yang fokus pada kualitas, pengalaman pengguna, dan integrasi ekosistem, sehingga berpotensi mengubah standar smartphone lipat di masa depan.
Kapan iPhone Fold Rilis?
Mayoritas rumor menyebut iPhone Fold kemungkinan besar akan diperkenalkan bersamaan dengan lini iPhone 18 pada September 2026 karena Apple biasanya menggelar acara tahunannya pada minggu kedua di bulan tersebut.
Beberapa laporan dari rantai pasok juga mengatakan bahwa lini produksi khusus untuk perangkat lipat sudah mulai dipersiapkan sehingga proyek ini diduga telah keluar dari tahap konsep awal dan sudah masuk fase pengembangan yang lebih serius.
Meskipun begitu, sejumlah analis mengingatkan bahwa jadwal ini masih bisa berubah karena Apple masih menunggu kesiapan komponen utama seperti panel tanpa crease dan hinge berbahan liquid metal yang terkenal rumit.
Jika tingkat keberhasilan produksinya masih rendah atau ada masalah reliabilitas di fase pengujian, maka penundaan ke 2027 tetap mungkin terjadi. Apple juga dikenal lebih memilih menunda produk daripada merilis perangkat yang belum benar-benar siap sehingga meskipun 2026 menjadi target utama, kepastian sebenarnya tetap menunggu pengumuman resmi.
Baca juga: Review dan Spesifikasi iPhone 17 TerlengkapÂ
Penutup
Sebagai penutup, memilih iPhone terbaru bisa jadi langkah tepat jika Anda ingin perangkat yang cepat, tahan lama, dan punya ekosistem paling nyaman dipakai sehari-hari.
Apa pun kebutuhan Anda, baik untukgaming, kerja, konten, atau sekadar ingin hp yang simpel tapi powerful, iPhone tetap jadi pilihan yang aman dan tahan lama. Dapatkan iPhone terbaru di Doran Gadget. Produk lengkap, bergaransi resmi, dan harganya juga bersaing. Tinggal pilih seri yang Anda inginkan!




























































