| Spesifikasi | Detail |
| Sistem Operasi | SteamOS |
| Dimensi | Form factor kecil sekitar 6 inci (±160 mm), desain kubus ringkas |
| Prosesor (CPU) | Semi-custom AMD Zen 4, 6 Core / 12 Thread, hingga 4,8 GHz, TDP 30W |
| Grafis (GPU) | Semi-custom AMD RDNA 3, 28 Compute Units, clock hingga 2,45 GHz, TDP 110W |
| RAM | 16GB DDR5 |
| VRAM | 8GB GDDR6 |
| Penyimpanan | NVMe SSD 512GB atau 2TB |
| Ekspansi Storage | Slot microSD berkecepatan tinggi |
| Resolusi Gaming | Hingga 4K dengan dukungan AMD FSR 4.1 |
| Konektivitas Nirkabel | Wi-Fi 6E (2×2) dan Bluetooth 5.3 |
| Port | 1x DisplayPort 1.4, 1x HDMI 2.0, 1x USB-C, 4x USB-A, Gigabit Ethernet |
| Controller | Adaptor nirkabel Steam Controller terintegrasi, mendukung hingga 4 controller |
| Pendingin | Sistem pendingin senyap dengan performa optimal untuk game berat |
| Catu Daya | Power supply internal, AC 110-240V |
| Fitur Tambahan | LED strip kustom, Steam Machine Verified, cloud save, fast suspend/resume, dukungan streaming Steam Link |
Baca juga: Steam Frame: Headset VR Streaming Wireless Generasi Baru
Desain dan Sistem Pendingin

Steam Machine hadir dengan desain yang jauh lebih ringkas dibandingkan PC gaming pada umumnya. Ukurannya hanya sekitar enam inci di setiap sisi sehingga bentuknya menyerupai kubus kecil yang mudah ditempatkan di berbagai sudut ruangan.
Bahkan, banyak reviewer menyebut tampilannya mirip Nintendo GameCube versi modern dengan desain yang lebih minimalis dan premium. Valve juga membekali perangkat ini dengan faceplate magnetik yang dapat dilepas dan diganti dengan mudah.
Berkat empat magnet di setiap sudut, pengguna bisa mengganti panel depan hanya dalam beberapa detik. Menariknya lagi, Valve berencana merilis file desain CAD agar komunitas dapat membuat faceplate kustom menggunakan printer 3D sehingga opsi personalisasi menjadi semakin luas.
Di balik bodinya yang kecil, Steam Machine membawa sistem pendingin khusus yang dirancang untuk menjaga performa tetap optimal. Sebagian besar ruang internal perangkat diisi heatsink aluminium berukuran besar yang berfungsi membuang panas secara efisien.
Sementara itu, proses pendinginan hanya mengandalkan satu kipas utama yang ditempatkan di bagian belakang. Udara akan masuk melalui bagian depan lalu langsung dialirkan ke belakang sehingga sirkulasi tetap lancar saat memainkan game berat dalam waktu lama.
Berkat desain tersebut, Steam Machine mampu menjaga suhu tetap stabil sekaligus menghasilkan tingkat kebisingan yang sangat rendah. Banyak ulasan bahkan menyebut perangkat ini sebagai salah satu PC gaming paling senyap karena suara kipasnya hampir tidak terdengar saat digunakan bermain game.
Performa dan Prosesor

Untuk urusan performa, Steam Machine mengandalkan prosesor semi-custom berbasis AMD Zen 4 dengan konfigurasi 6 core dan 12 thread yang mampu mencapai kecepatan hingga 4,8 GHz serta memiliki TDP sekitar 30W. CPU ini menggabungkan dua inti Zen 4 penuh dan empat inti Zen 4c yang lebih hemat daya sehingga mampu menyeimbangkan performa dan efisiensi.
Dalam sejumlah pengujian, performanya bahkan dapat melampaui PlayStation 5 pada beberapa skenario tertentu. Meski menggunakan konfigurasi memori single-channel, perangkat ini tetap mampu menjalankan game modern dengan frame rate yang stabil. Optimasi SteamOS yang dilakukan Valve juga membuat antarmuka terasa sangat mulus dan responsif saat digunakan.
Sektor grafisnya ditenagai GPU AMD RDNA 3 dari keluarga Navi 33 yang memiliki 28 Compute Units dan terhubung melalui jalur PCIe 4.0 x8. Secara arsitektur, GPU ini masih memiliki hubungan dekat dengan Radeon RX 7600 meski telah disesuaikan untuk kebutuhan Steam Machine.
Performanya berada di antara Radeon RX 6600 dan RX 7600 desktop sehingga mampu menjalankan game AAA modern pada resolusi 1080p hingga 1440p dengan pengaturan medium sampai high. Bahkan beberapa judul dapat dimainkan pada resolusi 4K berkat dukungan teknologi AMD FSR.
Untuk mendukung kinerjanya, Steam Machine dibekali RAM DDR5 16GB berkecepatan 5600 MT/s yang menggunakan satu modul SO-DIMM sehingga masih dapat di-upgrade oleh pengguna. Sementara itu, tersedia pilihan SSD 512GB dan 2TB yang juga bisa diganti secara mandiri. Valve turut menyediakan dukungan kartu microSD untuk memindahkan game dari Steam Deck dengan lebih praktis.
Baca juga: Asus ROG Ally vs Steam Deck, Mana yang Lebih Baik?
Fitur Upgrade, SteamOS, dan Performa Gaming

Salah satu keunggulan Steam Machine adalah fleksibilitas upgrade yang lebih baik dibandingkan konsol tradisional. Valve menghadirkan dukungan SSD M.2 ukuran 2230 dan 2280 sehingga pengguna memiliki lebih banyak pilihan saat ingin menambah kapasitas penyimpanan.
Slot microSD juga mendukung fitur hot-swap sehingga kartu dapat dilepas atau dipasang tanpa perlu mematikan perangkat. Selain itu, desain internalnya dibuat lebih ramah pengguna karena SSD bisa diganti tanpa harus membongkar sistem pendingin utama.
RAM juga masih dapat diakses untuk kebutuhan upgrade meski prosesnya memerlukan pembongkaran tambahan karena posisinya berada di bawah heatsink utama. Untuk sistem operasinya, Steam Machine menjalankan SteamOS yang telah dioptimalkan untuk penggunaan di ruang keluarga.
Saat pertama kali dinyalakan, pengguna akan langsung masuk ke Steam Big Picture Mode yang dirancang agar nyaman digunakan dengan controller dan memberikan pengalaman layaknya konsol modern. Tidak hanya untuk bermain game, Steam Machine juga dapat berfungsi sebagai PC desktop berkat dukungan mode desktop Linux penuh.
Pengguna bisa menggunakannya untuk browsing, menonton video, coding, pekerjaan kantor, hingga menjalankan berbagai aplikasi pihak ketiga. Dari sisi gaming, perangkat ini dirancang untuk memainkan game modern pada resolusi 1080p hingga 1440p dengan kualitas grafis tinggi.
Berbagai game AAA seperti Cyberpunk 2077, Forza Horizon 6, Indiana Jones and the Great Circle, Returnal, dan Shadow of the Tomb Raider dapat berjalan dengan frame rate stabil menggunakan pengaturan medium hingga high.
Walaupun tidak selalu mengungguli PlayStation 5 atau Xbox Series X di semua kondisi, Steam Machine menawarkan kebebasan yang lebih luas karena pengguna dapat mengatur resolusi, kualitas grafis, teknologi upscaling, serta berbagai parameter performa sesuai kebutuhan.
Teknologi dan Konektivitas

Untuk meningkatkan pengalaman bermain, Steam Machine telah mendukung AMD FSR 4 yang memungkinkan game berjalan dengan frame rate lebih tinggi tanpa mengorbankan kualitas visual secara signifikan. Fitur ini menjadi salah satu keunggulan karena belum tersedia pada PlayStation 5 standar.
Selain itu, perangkat juga mendukung berbagai teknologi modern seperti Variable Refresh Rate (VRR), HDR, dan FreeSync yang membantu menghasilkan tampilan lebih mulus serta responsif terutama saat digunakan pada televisi beresolusi tinggi.
Dari sisi konektivitas, bagian depan perangkat dilengkapi dua port USB-A dan slot microSD yang memudahkan pengguna menghubungkan aksesori sekaligus memindahkan game dari Steam Deck ke Steam Machine dengan lebih praktis.
Sementara itu, bagian belakang menyediakan port HDMI, DisplayPort, Ethernet, dua USB-A tambahan, USB-C, dan konektor daya untuk mendukung berbagai kebutuhan koneksi. Dukungan HDMI-CEC juga memungkinkan televisi menyala secara otomatis saat Steam Machine dihidupkan menggunakan controller sehingga pengalaman pengguna terasa lebih mirip konsol.
Tidak hanya itu, Steam Machine dibekali RGB LED bar yang membentang di bagian bawah perangkat dan berfungsi sebagai indikator status sistem maupun progres unduhan. Pengguna dapat mengatur warna, efek pencahayaan, tingkat kecerahan, hingga pola animasi sesuai preferensi.
Valve juga menghadirkan faceplate magnetik yang dapat dilepas dan diganti tanpa alat tambahan. Dengan dukungan file CAD resmi, pengguna maupun pihak ketiga dapat membuat desain faceplate kustom untuk memberikan tampilan yang lebih personal pada perangkat.
Baca juga: Mengenal Steam Deck – Konsol Game Canggih dengan Spesifikasi Setara PC
Harga Steam Machine

Steam Machine tersedia dalam beberapa pilihan kapasitas penyimpanan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Varian dasar dengan SSD 512GB dibanderol mulai USD 1.049 atau sekitar Rp17,1 juta. Jika ingin mendapatkan paket lengkap bersama Steam Controller, harganya naik menjadi USD 1.128 atau sekitar Rp18,4 juta.
Sementara itu, varian SSD 2TB dijual mulai USD 1.349 atau sekitar Rp22 juta tanpa controller dan USD 1.428 atau sekitar Rp23,3 juta jika sudah termasuk Steam Controller. Khusus model 2TB, Valve juga menyertakan dua faceplate tambahan berwarna merah dan motif walnut yang dapat digunakan untuk mengubah tampilan perangkat sesuai selera.
Perlu diketahui bahwa harga tersebut merupakan harga resmi di pasar global. Jika nantinya masuk ke Indonesia melalui jalur impor, harganya berpotensi jauh lebih mahal karena adanya biaya pajak, bea masuk, ongkos pengiriman, serta margin distributor atau penjual. Hingga saat ini Valve juga belum mengumumkan jadwal peluncuran resmi Steam Machine di Indonesia.
Mengingat produk hardware Valve sebelumnya seperti Steam Deck tidak dirilis secara resmi di Tanah Air, besar kemungkinan Steam Machine juga hanya dapat diperoleh melalui pembelian di luar negeri atau melalui toko importir yang membawa produk tersebut ke Indonesia.























































