Doran Gadget – Apple AirPods Pro 3 resmi dirilis pada September 2025 kemarin, hadirnya AirPods terbaru ini membawa beberapa keunggulan seperti penerjemah bahasa secara real time yang belum ada di earbud lainnya. Nah, berikut ini review dan spesifikasi AirPods Pro 3 yang wajib Anda ketahui sebelum memutuskan untuk membelinya!
Spesifikasi AirPods Pro 3
| Kategori | Spesifikasi |
| Teknologi Audio |
Driver khusus Apple, amplifier HDR, ANC, Adaptive Audio, Transparency Mode, Conversation Awareness, Personalized Spatial Audio + head tracking, Adaptive EQ
|
| Fitur Hearing |
Hearing Test, Hearing Aid, Conversation Boost, Hearing Protection, Live Translation
|
| Sensor |
Mikrofon beamforming ganda, mikrofon internal, skin-detect sensor, accelerometer gerak & suara, sensor detak jantung untuk workout, touch control
|
| Chip | Apple H2 (earbud), UWB generasi kedua (case) |
| Kontrol |
Tekan untuk play/pause, ganti mode, jawab dan akhiri panggilan, serta volume lewat swipe, dukungan Siri
|
| Ketahanan | IP57 tahan debu, keringat, dan air (earbud & case) |
| Dimensi Earbud | 30.9 x 19.2 x 27.0 mm, 5.55 g per earbud |
| Dimensi Case | 47.2 x 62.2 x 21.8 mm, 43.99 g |
| Daya Tahan Baterai |
Hingga 8 jam dengan ANC, hingga 24 jam total dengan case
|
| Pengisian | USB-C, MagSafe, Qi, dan Apple Watch Charger |
| Konektivitas | Bluetooth 5.3 |
| Isi Dalam Kotak |
Earbud, MagSafe Case dengan speaker & lanyard loop, ear tips 5 ukuran, dokumentasi (kabel dijual terpisah)
|
| Kompatibilitas |
iPhone, iPad, Mac, Apple Watch, Apple TV, Vision Pro (software terbaru)
|
| Recording | Studio-quality audio recording |
| Material & Lingkungan |
Hingga 40% material daur ulang, kemasan 100% berbahan fiber
|
Baca juga: Apple Watch Ultra 3 vs Ultra 2: Mana yang Paling Masuk Akal di 2025?

Desain dan Build
AirPods ini tetap mempertahankan ciri khas AirPods dengan batang pendek berwarna putih yang mengilap. Bentuk bagian dalamnya dirancang ulang supaya lebih masuk ke telinga dan terasa makin mantap menempel saat dipakai lama.
Bobotnya sangat ringan sekitar 5,6 gram per earbud. Material plastiknya terlihat premium walaupun mudah menangkap bekas sidik jari. Area batang bisa disentuh atau ditekan untuk atur musik atau fitur lain jadi Anda tidak membutuhkan tombol fisik.
Bagian yang paling terasa beda ada di ear tip hybrid. Silikon di bagian luar memberi kenyamanan sedangkan foam di dalam membantu earbud mengembang mengikuti bentuk liang telinga untuk suara dan ANC yang lebih maksimal. Ada tambahan ukuran XXS sehingga total menjadi lima ukuran.
Namun sebagian orang bisa merasa sedikit tertekan jika kurang cocok dengan foam jadi memilih ukuran lebih kecil sering jadi solusi. Ketahanannya juga meningkat dengan rating IP57 jadi aman untuk keringat, hujan deras, atau tidak sengaja tercebur sebentar walaupun tidak disarankan untuk berenang.
Mikrofon, Latensi, dan Konektivitas
AirPods Pro 3 membawa dua mikrofon beamforming yang dibantu chip H2 untuk meredam kebisingan saat panggilan. Suara terdengar jelas dan natural saat di ruangan tenang jadi cocok untuk meeting atau rekaman suara. Voice Isolation juga cukup efektif di tempat ramai seperti jalan atau kantor terbuka sehingga suara kendaraan dan keramaian bisa ditekan.
Hanya saja hembusan angin kuat atau ruang yang bergema masih bisa menimbulkan sedikit gangguan. Untuk menonton dan main game kasual latensinya rendah di iPhone atau Mac karena sistem otomatis masuk ke mode low latency jadi audio dan gambar terasa lebih sinkron walaupun belum mendukung codec gaming khusus.
Chip H2 di earbud bekerja bersama chip U2 di case untuk memaksimalkan fitur cerdas mulai dari ANC hingga Spatial Audio serta Precision Finding melalui Find My. Bluetooth 5.3 tetap jadi koneksi utama dengan codec SBC dan AAC yang sudah nyaman untuk kualitas suara di perangkat Apple.
Pengguna Android tetap bisa memakai AirPods Pro 3 tetapi fitur canggih seperti Spatial Audio atau update firmware tidak tersedia sebab produk ini memang paling optimal di ekosistem Apple. Auto switch antar perangkat lewat iCloud berfungsi sebagai pengganti multipoint sehingga audio bisa berpindah otomatis ke perangkat yang sedang dipakai jadi pengalaman terasa lebih praktis selama semua perangkat berada di ekosistem yang sama.
Baca juga: Review Lengkap Spesifikasi Apple Watch Series 11, Baterai Lebih Panjang!

ANC, Transparency, dan Adaptive Audio
Peningkatan paling terasa ada pada kemampuan meredam bisingnya. Apple mengklaim ANC lebih kuat dari generasi sebelumnya dan para penguji banyak yang setuju karena suara bising bisa ditekan sampai tinggal samar di belakang. Dengungan AC, mesin kereta, hingga keramaian kantor jadi hampir tidak terdengar. Semua ini terjadi berkat mikrofon yang lebih sensitif, algoritma baru, dan ear tip hybrid yang menutup telinga lebih rapat.
Untuk suara rendah hasilnya benar-benar terasa walaupun bunyi nada tinggi seperti ketikan atau percakapan masih sedikit masuk tapi tetap tergolong sangat baik untuk ukuran TWS. Mode Transparency juga masih menjadi acuan di industri karena suara sekitar terdengar alami seolah perangkat tidak sedang menempel di telinga Anda.
Fitur ini juga mendukung teknologi lain seperti Live Translation dan Hearing Aid sehingga sistem dapat menyesuaikan diri antara transparansi, noise reduction, dan ANC sesuai kondisi yang Anda hadapi. Hasilnya pengalaman mendengarkan terasa jauh lebih pintar dan intuitif.
Kualitas Suara dan Karakter Tuning
Tuning suaranya kini lebih menonjolkan bass dan treble sehingga karakter yang dihadirkan terasa lebih energik. Ruang akustik di dalam earbud juga dirancang ulang agar panggung suara terdengar lebih luas terutama saat memakai Personalized Spatial Audio. Hasilnya dentuman bass terdengar dalam dan bertenaga tanpa menenggelamkan vokal.
Detail seperti gema ruangan atau gesekan senar gitar ikut muncul jelas karena treble yang cukup terang walaupun sebagian orang mungkin merasa sedikit tajam jika mendengarkan dalam waktu lama. Karakter seperti ini sangat cocok untuk pop, EDM, hip-hop, dan tontonan film sehingga pengalaman terasa lebih seru.
Sistem Adaptive EQ dan loudness-based EQ bekerja otomatis menyesuaikan karakter suara dengan volume. Ketika volume pelan bass dan treble ikut ditingkatkan agar musik tetap terasa hidup karena telinga manusia cenderung kurang sensitif pada sound level rendah.
Sayangnya belum ada EQ yang bisa diatur sendiri di seluruh sistem jadi pengguna hanya bisa mengandalkan preset di Apple Music atau aplikasi lain. Bagi yang ingin mengatur frekuensi tertentu secara spesifik ini masih jadi kekurangan yang cukup disayangkan.
Baca juga: Apple Watch Series 11 vs Series 10: Upgrade Tipis atau Worth It?

Sensor Detak Jantung dan Fitur Kebugaran
Tambahan sensor detak jantung jadi kejutan menarik karena Apple menyematkan sensor inframerah di bagian earbud yang membaca aliran darah dengan sangat cepat. Data tersebut langsung terhubung ke Apple Fitness sehingga pengguna bisa memantau lebih dari 50 jenis workout tanpa perlu memakai Apple Watch.
Hasil pengujian pada lari, sepeda, dan latihan interval menunjukkan akurasinya sangat baik karena grafiknya mendekati perangkat referensi kelas atas. Walaupun begitu kestabilan posisi earbud tetap jadi kunci sebab jika mulai longgar saat berkeringat maka pembacaan bisa terganggu.
Selama latihan Anda bisa melihat detak jantung, kalori, hingga jarak menggunakan GPS dari iPhone dan setelah selesai datanya langsung tercatat ke ring aktivitas serta training load. Sayangnya sensor ini belum bisa dipakai secara universal karena tidak mendukung broadcast HR lewat Bluetooth HR profile jadi tidak dapat terhubung ke perangkat seperti Peloton bike atau jam Garmin serta berbagai aplikasi kebugaran di Android.
Hearing Aid dan Live Translation
Kemampuan bantu dengar tetap jadi salah satu fitur paling berguna karena pengguna bisa melakukan Hearing Test di iPhone lalu hasilnya dipakai untuk menyesuaikan suara sesuai profil pendengaran masing-masing. Pengaturan seperti gain, channel balance, tone, dan ambient noise reduction bisa diatur manual sehingga pengalaman mendengar terasa lebih personal. Ada juga Hearing Protection yang membantu meredam suara keras di konser atau tempat kerja yang bising jadi telinga tetap aman.
Satu fitur baru yang turut mencuri perhatian adalah Live Translation. Konsepnya cukup menarik karena AirPods bisa mendengarkan percakapan lawan bicara lalu memutar terjemahannya ke bahasa yang Anda pilih sambil menampilkan transkrip di layar iPhone.
Namun versi saat ini masih dalam tahap beta sehingga responsnya belum secepat percakapan nyata dan mudah keliru menangkap kata-kata di lingkungan ramai. Dukungan bahasa juga masih terbatas jadi jangan jadikan fitur ini sebagai alasan utama kenapa Anda harus meberi AirPods satu ini, karena kemungkinan penyempurnaan fitur akan ada di generasi selanjutnya.
Baca juga: Spesifikasi Apple Watch Ultra 3: Fitur, Desain, dan Teknologi Terbaru

Baterai dan Pengisian Daya
Ketahanan daya mengalami peningkatan besar terutama pada earbud karena pemakaian dengan ANC aktif bisa mencapai sekitar 8 jam lebih sehingga jauh lebih baik dibanding generasi sebelumnya yang hanya bertahan sekitar 5 sampai 6 jam.
Casenya tetap mampu memberi tiga kali isi ulang penuh walaupun total durasinya kini turun menjadi sekitar 24 jam sehingga sedikit lebih sering perlu dicas dibanding AirPods Pro 2. Keberadaan fast charge membantu karena lima menit pengisian bisa memberi sekitar satu jam pemakaian jadi cukup menolong saat harus buru-buru.
Kenyamanan pengisian juga terjaga berkat dukungan USB C, MagSafe, Qi wireless charging, dan charger Apple Watch sehingga mudah disesuaikan dengan perangkat yang sudah dimiliki. Apple menyediakan fitur software untuk menjaga kesehatan baterai jangka panjang namun baterai earbud dan case tetap tidak bisa diperbaiki secara mandiri sehingga jika rusak Anda perlu menggunakan layanan penggantian berbayar atau mengikuti program daur ulang.
Harga AirPods Pro 3
AirPods Pro 3 saat ini dijual dengan harga sekitar Rp4.499.000 di toko resmi Apple dan mitra resminya seperti iBox. Harga ini sudah mencerminkan peningkatan fitur yang cukup besar dari generasi sebelumnya mulai dari ANC yang lebih kuat hingga hadirnya sensor detak jantung untuk pemantauan kebugaran. Earbud ini juga masih mendapatkan dukungan penuh ekosistem Apple sehingga cocok bagi Anda yang memakai iPhone, iPad, atau Mac sebagai perangkat utama.
Baca juga: iPhone Air vs iPhone 17: Mana yang Lebih Tepat untuk Anda?
Penutup
Sebagai penutup, AirPods Pro 3 hadir sebagai peningkatan besar di banyak sisi. Mulai dari kualitas ANC yang semakin kuat, performa audio yang lebih hidup, hingga fitur kebugaran yang semakin lengkap berkat sensor detak jantung. Semua itu dibalut dengan kenyamanan khas AirPods dan dukungan penuh ekosistem Apple yang sudah terbukti praktis untuk penggunaan harian.
Jika Anda sudah menggunakan iPhone atau perangkat Apple lainnya, AirPods Pro 3 bisa menjadi pasangan yang pas untuk meningkatkan pengalaman mendengar dan beraktivitas. Kemudian, apabila Anda ingin melengkapi ekosistem Anda di rumah, Anda bisa menemukan beragam pilihan produk Apple resmi lainnya di Doran Gadget!

