Doran Gadget – Selama bertahun-tahun dikenal sebagai alat untuk mengabadikan momen spontan dengan hasil cetak cepat, kini Fujifilm melangkah ke ranah yang lebih lebar dengan menghadirkan Instax Mini Evo Cinema, sebuah kamera hybrid bergaya retro yang memadukan kemampuan foto digital, video pendek, dan cetak instan dalam satu perangkat. Berikut Spesifikasi Instax Mini Evo Cinema yang wajib Anda ketahui.
Spesifikasi Instax Mini Evo Cinema
| Spesifikasi | Instax Mini Evo Cinema |
| Sensor & Resolusi | 1/5-inch CMOS, 5 MP |
| Resolusi Foto | 1920 × 2560 piksel |
| Resolusi Video |
Standard: 600 × 800 • High Quality (Era 2020): 1080 × 1440
|
| Durasi & Format Video | Maks. 15 detik, MP4 (H.264), 24p |
| Penyimpanan |
Memori internal + microSD/microSDHC/microSDXC hingga 256 GB
|
| Kapasitas |
±50 foto internal • ±800 foto/GB • ±162 video/GB (standard)
|
| Lensa & Aperture | f = 28mm (ekuivalen 35mm), F2.0 |
| Fokus & Jarak | Single AF + Face AF, 10 cm hingga ∞ |
| ISO & Shutter | ISO 100–1600 • 1/4 – 1/8000 detik |
| Eras Dialâ„¢ |
10 Era (1930–2020) + 10 tingkat Degree Control
|
| Flash & Timer |
Flash built-in (0.5–1.5 m), Self-timer 2 & 10 detik
|
| Layar | LCD TFT 1,54 inci, ±170.000 dot |
| Konektivitas | Bluetooth 5.4, Wi-Fi 2.4 GHz, USB-C (charging) |
| Baterai | Baterai internal, ±100 cetak per charge, isi ulang 2–3 jam |
| Dimensi & Berat | 39.4 × 132.5 × 100.1 mm • ±270 gram |
Baca juga: Review Lengkap Fujifilm Instax Mini LiPlay: Fun dan Praktis!

Sentuhan Sinematik dalam Desainnya
Instax Mini Evo Cinema hadir sebagai evolusi dari Mini Evo yang sebelumnya berfokus pada foto digital dengan cetak selektif. Versi terbaru ini membawa pendekatan berbeda lewat fitur perekaman video berdurasi singkat.
Menariknya, video tersebut bisa diubah menjadi cetakan fisik yang dilengkapi QR code sehingga pengguna dapat memindai dan mengakses video aslinya secara online. Konsep ini membuat kamera tidak hanya berfungsi untuk memotret, tetapi juga menjadi media storytelling yang menghubungkan momen diam dan bergerak dalam satu pengalaman.
Dari sisi desain, kesan sinematik terasa kuat berkat inspirasi dari kamera film Fujica Single-8 era 1960-an. Bodinya dibuat vertikal dengan grip tebal yang mengingatkan pada kamera cine klasik dan memberi rasa solid saat digunakan.
Fujifilm juga menambahkan aksesori pendukung seperti viewfinder attachment, grip tambahan, dan hand strap untuk memperkuat nuansa analog. Meski tidak dirancang sebagai kamera ringkas, bentuk dan ergonominya justru menegaskan konsep penggunaan yang lebih santai dan penuh kesadaran saat mengabadikan momen.
Fitur Sinematik dan Konsep Hybrid
Daya tarik utama Instax Mini Evo Cinema terletak pada Eras Dial yang memungkinkan pengguna memilih gaya visual berdasarkan dekade dari tahun 1930 hingga 2020. Setiap era menawarkan karakter berbeda mulai dari warna hingga grain dan distorsi sehingga hasil foto maupun video terasa punya identitas kuat.
Pengguna juga dapat mengatur tingkat intensitas efek melalui Degree Control Dial. Dengan kombinasi era dan level efek yang beragam, proses kreatif terasa lebih interaktif dan menyenangkan karena pengguna benar-benar terlibat sejak awal pengambilan gambar.
Di sisi performa, kamera ini mengandalkan sensor CMOS 5MP yang memang tidak ditujukan untuk standar profesional namun tetap memadai untuk cetak Instax Mini. Fitur videonya mampu merekam klip singkat hingga 15 detik dan bahkan bisa dicetak dalam bentuk foto yang dilengkapi QR code yang mengarahkan ke video asli yang tersimpan secara online selama periode tertentu.
Baca juga: Review Spesifikasi Fujifilm Instax Pal: Kamera Mini untuk Polaroidmu!

Cara Penggunaan yang Mudah
Instax Mini Evo Cinema dirancang sebagai kamera hybrid yang menyatu erat dengan aplikasi instax mini Evo sehingga pengalaman foto dan video terasa lengkap dari proses ambil gambar hingga berbagi. Melalui aplikasi ini, pengguna bisa merekam video dan foto lalu mengeditnya dengan mudah seperti memotong klip, menyusun beberapa video hingga 30 detik, menambahkan opening, ending, dan poster film, hingga mencetak langsung dari kamera atau galeri smartphone.
Kamera mendukung konsep 3-in-1 dengan fungsi video, foto, dan printer smartphone, serta alur penggunaan sederhana mulai dari shoot, print, hingga share. Fitur Eras Dial dan Degree Control memungkinkan eksplorasi visual hingga 100 kombinasi gaya yang bisa diterapkan pada gambar dan audio, sementara video yang dicetak akan dilengkapi QR code untuk dipindai dan diputar kembali secara online.
Harga Instax Mini Evo Cinema
Instax Mini Evo Cinema kini sudah resmi tersedia di Indonesia dengan harga Rp 6.249.000 melalui Official Store FUJIFILM Indonesia dan berbagai retailer resmi. Dengan kombinasi harga spesial dan bonus yang cukup lengkap, penawaran ini cocok untuk pengguna baru yang ingin mencoba kamera hybrid instax maupun penggemar lama yang ingin upgrade ke pengalaman fotografi dan video instan kelas premium.
Baca juga: Spesifikasi Instax Mini Evo: Desain Retro Classic yang Canggih
Penutup
Sebagai penutup, Instax Mini Evo Cinema hadir sebagai pilihan menarik bagi Anda yang ingin menikmati pengalaman fotografi instan dengan sentuhan digital dan sinematik dalam satu perangkat. Mulai dari desain retro, fitur video dengan QR code, hingga dukungan aplikasi yang lengkap, kamera ini menawarkan cara baru untuk menyimpan dan membagikan kenangan secara lebih personal dan kreatif.
Jika Anda tertarik untuk memilikinya, belikamera Instax pilihan Anda di Doran Gadget untuk mendapatkan produk resmi, layanan terpercaya, dan kemudahan berbelanja yang aman. Yuk belanja gadget kesukaan Anda sekarang juga! Pesan via aplikasi Doran Gadget lebih banyak untungnya!

